WISATA RELIGI KE MAKAM FATIMAH BINTI MAIMUN



Tak banyak orang yang mengenal peran Fatimah Binti Maimun dalam penyebaran agama islam di tanah jawa. Padahal, beliau telah menyebarkan agama Islam 4 abad sebelum wali songo. Mengunjungi makamnya yang unik di kabupaten Gresik Jawa Timur, se-akan membuka kembali kejaya-an kota Gresik di masa lalu.

Kesan awal saat memasuki kompleks makam Fatimah Binti Maimun di desa leran kecamatan manyar, kabupaten Gresik, adalah sepi dan sunyi. Meski demikian, makam yang berjarak sekitar 8 Kilo Meter dari kota Gresik ini, menyimpan sejuta kisah sejarah yang hingga kini belum terkuak.

Di kompleks ini, makam Fatimah berada dalam sebuah cungkup berbentuk empat persegi panjang dengan atap berbentuk kerucut. Cungkup ini merupakan bangunan utama dan terbesar. Di dalam cungkup, dimakamkan pula empat orang yang merupakan pembantu nyai fatimah, yaitu Nyai Seruni, Putri Keling, Putri Kucing dan Putri Kamboja.

Sekilas, bangunan utama dengan luas 8 kali 6 meter serta tinggi 8 meter ini, lebih mirip candi atau bangunan purbakala masa hindu lainnya. Hal ini menunjukkan, masih kuatnya pengaruh kebudayaan hindu saat wafatnya Fatimah Binti Maimun. Pada bangunan utama ini, juga terdapat sedikitnya 46 lubang ventilasi dengan garis lurus antar masing-masing lubang dinding.

Di tempat ini pula, di temukan sebuah prasasti yang saat ini di simpan di Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Sejarah dan Purbakala Di Mojokerto, Jawa Timur. Dalam prasasti tersebut terdapat tulisan arab yang menyebutkan tahun meninggalnya Fatimah yaitu tahun 1082 Masehi.

Berdasarkan hasil penelitian sejarah, Fatimah Binti Maimun lahir di Kedal, Malaka, Malaysia pada tahun 1064 dan wafat pada tahun 1082 di desa Leran ini. Fatimah, adalah putri Sultan Mahmud Syah Alam, Raja Malaka. Sedangkan ibunya, berasal dari Aceh bernama Dewi Aminah.

Fatimah Binti Maimun wafat pada usia yang masih belia, yaitu 18 tahun, setelah sempat berdakwah secara diam-diam, hampir 1 tahun lamanya. Karena saat itu, mayoritas masyarakat Jawa masih menganut agama Budha.

Hasil penelitian sejarah ini sekaligus membantah anggapan, bahwa Islam masuk Indonesia pada abad ke 15, saat keberadaan Wali Songo. Padahal, Fatimah Binti Maimun wafat pada abad ke 11, jauh sebelum peran wali songo.

Selain makam dalam bangunan utama ini, terdapat tiga gugus makam lain tempat dimakamkannya tiga paman Fatimah, tiga panglima, dan dua penjaga. Panjang masing-masing makam mencapai sembilan meter dan dikenal dengan nama makam panjang. Panjangnya makam itu merupakan kiasan mengenai panjangnya rentang waktu yang dibutuhkan untuk menyebarkan agama Islam di Jawa. “Cungkup makam Nyai Fatimah dan makam panjang adalah hal yang paling menarik dari makam ini”, ungkap A’an Mulyanto, salah seorang peziarah asal Surabaya.

Setiap hari, rata-rata terdapat 50 orang peziarah yang mendatangi tempat ini. Karena kurangnya promosi, peziarah yang datang, terbilang sedikit jika di banding arus kunjungan ke makan wali songo. Meski demikian, keunikan makam ini, menambah kekhusu’an tersendiri bagi para peziarah.

Dengan dasar urutan waktu, makam ini sebenarnya cukup potensial untuk masuk dalam rangkaian wisata ziarah makam penyebar islam di tanah jawa, termasuk mengenang kembali sejarah kejaya-an kota Gresik di masa lalu.

0 comments:

Post a Comment