BERKREASI DENGAN SOUVENIR DARI LIMBAH KAYU DAN KULIT KERANG



Limbah kayu dan kulit kerang, bagi kebanyakan orang adalah limbah yang tidak banyak gunanya. Namun, bagi Saniti, warga Desa Kembangsambi Kecamatan Bungatan Situbondo, limbah kulit kerang dan kayu bias di sulap menjadi aneka souvenir yang cantik dan bisa menjadi pendulang Rupiah.

Menurut saniti, sehari dirinya bisa membuat kerajinan penyu hingga 15 biji. Sedangkan permintaan setiap hari berkisar hingga 30 biji bahkan 50 biji.

Banyaknya permintaan terutama di hari libur, membuat Saniti kualahan hingga harus bekerja lembur. Souvenir ini banyakdi buru karena harga jualnya cukup murah, yakni antara 5 Ribu Rupiah hingga 15 Ribu Rupiah perbiji.

Selain di jual langsung kepada pembeli yang kebetulan mampir di outletnya, Saniti juga menjual hasil karyanya itu di tempat tempat wisata di Situbondo. “Yang paling banyak laku, biasanya di tempat-tempat wisata”, ujar Saniti.

Souvenir buatan Saniti cukup beragam, mulai souvenir berbentuk penyu, gantungan kunci, kotak tissue, tirai hingga tenpat buah. Namun, yang paling banyak di buru warga adalah souvenir penyu.

Untuk membuat kerajinan penyu misalnya, sangatlah mudah. Pertama menyediakan kayu randu yang banyak berserakan di pinggir jalan untuk dijadikan pola yakni tubuh penyu. Usai di bentuk pola. Selanjutnya menempelkan kerang dengan lem perekat pada kayu yang sudah terbentuk itu. Agar lebih manis. Beberapa bagian tubuh penyu diberi cat. Souvenir penyu pun siap di jual.

Agar tidak stagnan, Saniti terus berupaya menambah berbagai desain agar pasar terus berkembang. Desain souvenir terbaru, di dapatnya dari hasil berpikir dan merenung sendiri.(86)

0 comments:

Post a Comment