“RITUAL SEBLANG” UPACARA ADAT ALA WARGA BANYUWANGI



Enam hari pasca lebaran Idul Fitri, warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, menggelar acara ritual unik yaitu Seblang. Acara ritual sarat dengan nuansa mistis tersebut merupakan perlambang ungkapan rasa syukur kepada Tuhan karena telah diberikan rejeki dan keselamatan bagi warga desa. Pegelaran yang digelar selama tujuh hari di bulan syawal ini, dimulai tiap tengah hari dan berakhir saat menjelang Maghrib.

Upacara adat Seblang, diawali dengan ider bumi. Yakni penari Seblang, pawang Seblang dan warga yang memiliki pertalian keturunan dengan penari Seblang, berkeliling di sekitar desa, untuk mengusir roh jahat dari desanya. Sebelumnya, prosesi ini diawali dengan doa dan mantra yang dibacakan oleh pawang Seblang dengan membakar kemenyan untuk mendatangkan roh Seblang.

Tidak sembarang orang bisa menjadi seorang penari Seblang. Penari Seblang hanya bisa dipilih dari keturunan Seblang dan mempunyai pertalian darah dengan leluhur Seblang pertama kali, yaitu Mbah Tiyon. Selain itu, penari Seblang juga harus seorang gadis yang masih perawan.

Sesampainya di lokasi ritual, prosesi Seblang pun dimulai. Pawang Seblang membacakan berbagai mantra mantra untuk mendatangkan roh Seblang, di atas topi Seblang, yaitu sebuah topi yang telah di ukir dedaunan.

Sesaat setelah mantra selesai dan topi Seblang di kenakan ke penari. Dalam sekejab, gadis yang masih berusia 14 tahun langsung tidak sadarkan diri dan langsung menari mengikuti alunan musik yang di mainkan oleh para warga dengan mata tertutup bersama penari laki laki sambil berkeliling di lokasi ritual.

Ritual yang selalu diselenggarakan setiap tahun oleh warga desa Olehsari ini, menyedot ribuan warga untuk menyaksikan. Bahkan momen tahunan tersebut juga menyedot wisata asing. Tidak sedikit warga berdesak desakan untuk mendekat untuk dapat melihat sang penari Seblang menari.

Setelah penari Seblang melakukan tariannya mengelilingi tempat ritual, tarian selanjutnya dilanjutkan dengan menari di atas meja sambil menggenggam selendang yang akan dilempar ke penonton. Bagi penonton yang terkena lemparan selendang wajib naik di atas meja, menari bersama penari Seblang.

Puncak ritual Seblang sendiri di akhiri dengan dibagikan kembang dermo atau bunga sesaji. Kembang dermo ini selalu saja menjadi rebutan para penonton, karena diyakini, kembang ini bisa bermanfaat untuk menyembuhkan dari berbagai penyakit, untuk keselamatan dan mempermudah mendapatkan jodoh, yaitu dengan cara menaruh di bantal tempat tidurnya. Namun untuk mendapatkan kembang dermo ini, para penonton diwajibkan memberi uang tebusan yang besarnya sebesar Seribu Rupiah.

Seblang yang dalam bahasa Oseng berarti tarian. Ritual Seblang merupakan ritual tahunan yang hanya boleh digelar dibulan syawal. Masyarakat desa meyakini, akan mendapatkan mara bahaya ke seluruh warga desa jika ritual ini tidak di laksanakan.(86)

0 comments:

Post a Comment