SATE GURITA KHAS MASYARAKAT BENGKULU YANG NIKMAT



Menikmati sate kambing atau sate ayam, mungkin sudah tidak asing lagi buat kita. Namun, di kabupaten Kaur Bengkulu, ada sate yang menjadi khas dan kebanggaan daerah ini, yakni, sate gurita.

Restoran fikfin rasa yang berlokasi di pinggiran pantai kabupaten Kaur adalah salah satu restoran yang menyajikan sate gurita. Sate yang mungkin tidak kita temui di tempat lain.

Bumbu yang dipakai untuk membuat gurita ini menjadi sate yang lezat, tidaklah rumit. Seperti bumbu sate biasa, yakni, kacang, kecap, bawang merah dan putih, garam, cabe merah, lada, petis udang atau ebi, gula merah. Bumbu diatas diaduk menjadi satu dengan air mentah lalu direbus hingga matang untuk dijadikan bumbu saus kacang.

Sedangkan untuk saus kecap, diperlukan kecap, minyak goreng, bawang putih dan merah serta air secukupnya. Bahan–bahan ini tidak perlu direbus seperti bumbu kacang.

Meskipun bumbunya biasa, rahasia kelezatan sate ini tergantung bagaimana kita mengolah gurita yang menjadi bahan utama sate.

Gurita yang akan dijadikan sate harus gurita basah yang segar. Bukan gurita yang sudah disimpan lama di lemari es. Agar gurita tidak jadi amis. Untuk mendapatkan gurita segar disini, tidaklah sulit. Karena laut kaur adalah penghasil gurita terbanyak di indonesia.

Gurita yang sudah dibersihkan dan dipotong-potong hingga menjadi potongan sate dilumeri dengan saus kecap baru dibakar diatas bara api yang tidak terlalu panas agar matangnya merata hingga ke dalam serat daging gurita.

Setalah matang, sate gurita ini diberi saus kacang dan bawang goreng dan siap untuk disantap. Bagi yang suka pedas, kita bisa menambahkannya dengan sambal gurita diatas saus kacangnya. Hmm… aroma sate dan sausnya yang nikmat, tentu akan membuat kita ketagihan.

Mengenai harga, untuk mendapatkan satu porsi sate gurita kita cukup mengeluarkan uang Sepuluh Ribu Rupiah untuk satu porsinya.

Fika Fikfin, pemilik restoran mengatakan sudah dua puluh tahun keluarganya membuka restoran aneka masakan gurita ini. Dan yang paling diminati pengunjung, tentu sate gurita. Dia menghabiskan gurita seger sedikitnya dua puluh kilogram setiap harinya. “Awalnya kami sempat ragu, namun Melalui beberapa kali percobaan akhirnya didapat resep pengolahan yang bagus sehingga daging terasa empuk gurih dan lezat rasanya” ujar Fika.

0 comments:

Post a Comment