DATARAN TINGGI DIENG, PESONA ALAM TIADA TARA



Belum ada agenda liburan pada akhir pekan ini ? Kawasan wisata dataran tinggi Dieng di Wonosobo Jawa Tengah, layak masuk dalam jadwal jalan-jalan anda. Selain hawanya yang sejuk, pesona alamnya pun lengkap dan memiliki keelokan tiada tara.

Dieng merupakan sebuah kawasan dataran tinggi yang berada pada ketinggian 2000 meter dari permukaan laut. Posisinya berada diantara gunung Perahu di sisi utara, dan gunung Sindoro di sisi timur. Perjalanan menuju dataran tinggi Dieng sangat mengasyikkan. Jalan berkelok dengan pemandangan yang elok, membuat jarak dari kota Wonosobo menuju Dieng sepanjang 25 kilometer, tak begitu terasa jauh.

Kata Dieng sendiri berasal dari bahasa Sunda kuno yang berarti tempat dan hyang yang berarti dewa. Sehingga kata Dieng berarti tempatnya para dewa. Dataran tinggi Dieng merupakan sebuah bentangan bekas kaldera kuno yang sangat luas. Letaknya berada di perbatasan antara kabupaten Wonosobo dengan kabupaten Banjarnegara. Di dalam area ini terdapat berbagai tempat wisata yang terpencar.

Yang pertama, kita bisa mengunjungi Telaga Warna di sisi selatan. Selain indah, telaga warna punya keunikan. Permukaan danau dominan dengan semburat warna hijau dan putih yang berpendar. Jika matahari sangat cerah, pantulan sinarnya berpendar dan menghasilkan beragam warna di permukaan danau.

Dari telaga warna bisa bergeser ke kawah Dieng. Inilah sisa letusan dahsyat pegunungan Dieng di masa lampau. Ada beberapa kawah di lokasi ini. Sebagian beracun, sebagian aman. Yang terbesar dan termasuk aman adalah Kawah Sikidang. Namun pengunjung dihimbau tak terlalu dekat karena bau belereng yang menyengat dan lumpur kawah yang terus mendidih. Untuk keamanan, pengelola wisata memasang pagar kayu di sekeliling kawah.

Dari wisata alam, kita bergeser ke wisata sejarah. Keindahan dan kehidupan di dataran tinggi Dieng, sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu. Hal ini bisa terlacak dari adanya komplek Candi Hindu di kawasan ini. Ada Candi Arjuna, Candi Bima, Candi Semara dan beberapa candi yang memakai tokoh wayang untuk menyebutnya. Kompleks candi diperkirakan dibangun sekitar tahun 600 Masehi pada masa kerajaan Galuh Pajajaran.

Puas berkeliling, saatnya berbelanja. Di tempat ini, tersedia kios-kios souvenir khas Dieng. Ada kuliner, ada juga aneka tumbuhan khas pegunungan seperti bunga dan buah-buahan. Semuanya sangat pas untuk oleh-oleh keluarga.

0 comments:

Post a Comment