MANFAATKAN BARANG BEKAS, SISWA SD CIPTAKAN ALAT DETEKSI TSUNAMI



Gelombang tsunami, tidak hanya menimbulkan bencana saja, karena badai tsunami justeru menjadi ide cemerlang, bagi sejumlah siswa kreatif, dengan menciptakan alat deteksi tsunami, seperti yang yang dilakukan siswa-siswi Sekolah Dasar di Gresik, Jawa Timur. Dengan memanfaatkan limbah yang ada di sekitar lingkungan sekolahnya, pihak sekolah, berniat mengajarkan kepada anak didik, tentang proses terjadinya tsunami.

Alat deteksi tsunami karya siswa-siswi, Sekolah Dasar Muhammdiyah Gresik Kota Baru, Kecamatan Kebomas, Gresik, cukup murah dan sederhana, karena terbuat dari bahan bekas, yang ada di lingkungan sekitar sekolah, seperti bola pingpong, sedotan, sirine, bateri serta gabus.

Meski sederhana, alat deteksi produk siswa SD ini, cukup dirasa manfaatknya, karena alat tersebut, mampu menjelaskan proses alam tentang terjadinya gelombang tsunami, dan cara penanggulangannya.

Cara kerjanya cukup sederhana, jika terjadi pasang maupun surut secara ekstrem, maka sirine di alat deteksi akan bersuara, dan warga di sekitar pantai secepatnya pergi menyelamatkan diri.

Menurut para siswa, alat deteksi tsunami ini, di kerjakan selama 3 hari dan hanya membutuhkan dana sebesar sekitar 100 ribu rupiah, karena menggunakan bahan bekas, di lingkungan sekitar sekolah. “Biaya sangat murah karena sebagian alatnya terbuat dari limbah”, ujar Elvina Choirun Nisa, salah seorang siswi.

Melalui alat ini, warga di sekitar pantai secepatnya pergi menyelematkan diri, karena sirine alat deteksi akan bersuara, jika terjadi pasang maupun surut secara ekstrem, atau tiba-tiba.

Ichwan Arief, guru pembimbing, mengatakan, dengan media ini, pihak sekolah berniat mengajarkan terjadinya proses alam, tentang gelombang tsunami serta cara penanggulangannya.

Alat deteksi ini, dibuat siswa dengan guru pembimbing, setelah terilhami dari bencana tsunami di Aceh dan Mentawai, Sumatera Barat yang menelan banyak korban.

Usai memperagakan alat deteksi tsunami ciptaanya, siswa melakukan simulasi upaya penyelamatan, jika tsunami datang secara tiba-tiba, dengan cara menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.(86)

0 comments:

Post a Comment