MENIKMATI TIWUL DENGAN IRINGAN MUSIK SITER



Nikmatnya sebuah masakan, tidak hanya berasal dari rasanya semata saja, tapi bisa juga dengan suasana yang beda. Seperti salah satu warung makan di Ponorogo Jawa Timur, yang menghadirkan nuansa serba Jawa. Mulai menu masakan, hingga iringan musik live, semuanya serba Jawa. Pengunjungpun serasa dimanjakan dengan tradisi Jawa klasik.

Keramaian salah satu warung makan di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Pengunjung yang masuk akan langsung disuguhi penampilan live musik gumbengan, salah satu musik khas Jawa, dengan perlengkapan siter, kendang dan gumbeng, atau alat musik tiup dari bambu besar. Live musik ini, lengkap dengan yogo, atau pemain musik, dan sinden atau penyanyinya.

Menu yang disuguhkan pun adalah masakah khas Jawa. Salah satu menu andalannya, adalah nasi tiwul dengan bahan utama gaplek yang terkenal saat paceklik melanda negara ini. Semuanya disuguhkan ala prasmanan. Pengunjung pun bisa memilih dan mengambil sendiri lauk, sayur dan sambal, khas Jawa. Seperti aneka tempe bacem, tahu bacem, pepes, sayur terung, sayur daun ketela dan aneka sayur lainnya. Juga sambal khas Jawa yang pedas, seperti sambal bawang, sambal tomat, dan sambal kecap.

Namun, bagi pengunjung yang tidak menyukai masakan Jawa, tidak perlu khawatir. Warung makan ini juga menyiapkan menu modern. Seperti hot dog, hot plate, aneka steak, hingga humberger. Untuk menu ini, pengunjung tidak bisa mengambil prasmanan, namun harus pesan.

Sambil makan, pengunjung bisa menikmati live musik khas Jawa. Suasana ini sangat mengasikkan. Selain itu, menu makanan dibandrol dengan harga ekonomis. Untuk satu porsi makanan Jawa lengkap dengan sayur dan lauknya, maksimal hanya 12 Ribu Rupiah.

Nampaknya, pemilik warung makan ini mencoba menampilkan konsep restoran dan hotel berbintang, di warung kampungan. Suguhan musik Jawa, sengaja ditampilkan untuk memanjakan pelanggan dan pecinta masakan Jawa, dengan harga ekonomis. “Warung ini menyuguhkan resep Jawa tradisional dengan konsep modern”, kata agus, salah seorang pelanggan.

0 comments:

Post a Comment