ANGKUTAN JUANDA-LAMONGAN SEGERA BEROPERASI


Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Provinsi Jawa Timur berencana akan mengembangkan jalur angkutan pemadu moda (port shuttle service) dengan asal dan tujuan Bandara Juanda, Surabaya. Salah satu jalur baru tersebut adalah dari Bandara Juanda-Gresik-Lamongan (Paciran) Pulang Pergi (PP).

“Berdasar suarat dari Dishub dan LLAJ Jatim pertengahan Januari lalu, memang dipertimbangkan akan ada pembukaan angkutan pemadu moda baru dari Bandara Juanda menuju Paciran. Tepatnya di Terminal Terpadu yang berada di lokasi pelabuhan ASDP Paciran, “ ungkap Kepala Dinas Perhubungan Lamongan Bambang Hadjar Purwono melalui Kabag Humas dan Infokom Anang Taufik.

Angkutan pemadu moda itu, lanjut dia, direncanakan sebagai angkutan pelayanan untuk TKI, pariwisata dan umum. Di Paciran sendiri terdapat wisata maritim yang menjadi andalan Lamongan dan Jatim, yakni Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo and Gua Lamongan (MZL). “Saat ini rencana ini sudah sampai tahapan untuk melakukan survey shelter. Yakni terkait lokasi-lokasi yang digunakan sebagai tempat pemberhentian angkutan di sepanjang jalur Juanda-Gresik-Lamongan, “ ujarnya.

Seperti tertuang dalam surat Dishub LLAJ Jatim perihal pertimbangan angkutan pemadu moda, sarana yang akan digunakan adalah kendaraan bus dengan kapasitas tempat duduk 27 seats sampai dengan bus 40 seats. Kendaraan itu akan dilengkapi fasilitas penyejuk udara serta tempat duduk untuk menaruh bagasi di ruang kabin.

“Kami dari Dishub Lamongan dimintai pertimbangan terkait lokasi tempat pemberhentian untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Tentunya lokasinya harus mengutamakan keamanan dan kemudahan serta tidak harus di terminal. Sehingga jika belum ada fasilitas shelter akan dibuatkan yang baru. Dishub LLAJ Jatim juga mensyaratkan agar angkuta yang baru tersebut tidak menimbulkan gesekan dengan moda lainnya yang sudah ada, kata dia.

Nantinya, kata dia, akan dibuat pengaturan operasional angkutan pemadu moda agar tidak diperbolehkan menaikkan penumpang di sepanjang jalur trayeknya, kecuali di Bandara Juanda. “Namun angkutan pemadu moda ini dapat menurunkan penumpang di tempat pemberhentian yang ditentukan, “ tuturnya. “Berdasar rapat terakhir 20 Januari lalu, untuk mencegah terjadinya persaingan dengan bus regular antar kota dalam propinsi (AKDP), dipersyaratkan tarifnya lebih tinggi dari tarif bus non ekonomi (patas) namun lebih rendah dari taxi, “ imbuh dia.

Dalam surat bernomor 551.21/176/104/2011 tersebut, disebutkan akan ada delapan trayek baru lainnya selain tujuan Paciran/Lamongan. Yakni Bandara Juanda-Malang-Blitar PP, Juanda-Batu PP, Juanda-Pasuruan-Probolinggo-Jember-Kediri-Tulungagung-Trenggalek PP. Selain itu juga ada trayek Juanda-Madiun-Ponorogo PP, Juanda-Bangkalan PP dan Juanda-Bungurasih (Surabaya) PP.


digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...