TOLAK MUSIBAH DENGAN TRADISI RABO WEKASAN



Hari Rabo Wekasan atau hari Rabu terakhir bulan shafar dalam kalender Jawa, di yakini sebagai hari berkah dalam membebaskan diri dari berbagai musibah. Di beberapa wilayah di Indonesia, masyarakat selalu merayakan hari Rabo Wekasan dengan berbagai acara, seperti pesta tumpengan, mandi bersama di sungai, pesta tumpeng dan lain sebagainya.

Rabo Wekasan atau Rabo Bontong adalah hari Rabu terakhir pada bulan sapar tahun Jawa atau Shafar dalam tahun Hijriyah. Masyarakat Jawa meyakini, bulan Sapar adalah bulan malapetaka yang terdapat berbagai macam musibah. Sehingga, pada hari Rabu terakhir bulan Sapar, diadakan sejumlah ritual guna memohon bebas dari musibah.

Masyarakat di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat misalnya, memiliki tradisi mandi bersama di sungai. Tradisi peninggalan Islam yang dikenal dengan mandi Shafar atau rebo bontong itu, sudah berlangsung sejak abad ke lima belas dan masih dijalankan hingga saat ini.

Masyarakat dari berbagai usia, mulai dari kanak-kanak hingga dewasa, tumpah ruah di sepanjang sungai Rungkang Jangkuk, Kecamatan Saying-Sayang, kota Mataram. Lokasi ini adalah salah satu tempat dilaksanakannya tradisi Rabo Bontong atau tradisi mandi safar.

Tradisi ini konon di maskudkan untuk membersihkan diri, agar ummat islam bersih lahir bathin dalam memasuki bulan maulid.

Selain di kota Mataram tradisi Rebo Bontong atau mandi Safar ini juga dilaksanakan di beberapa wilayah dipulau Lombok seperti di Lombok timur, Lombok barat dan Lombok utara.

Sementara itu, masyarakat Desa Suci Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur, memperingati Rabo Wekasan dengan menggelar ritual dan mandi air sendang, istighosah dan pesta tumpengan.

Untuk pesta tumpengan misalnya, kaum ibu sejak pagi telah sibuk membuat nasi tumpeng. Nasi tumpeng ini, kemudian di hias dengan aneka ragam lauk pauk sehingga tampak asri dan mengundang selera. Nasi tumpeng ini, nantinya akan di gunakan sebagai salah satu hidangan utama dalam acara istighasah desa.

Tumpeng-tumpeng ini, selanjutnya di arak menuju Sendang Sono, sebuah sumber mata air yang di yakini warga setempat sebagai tempat berwudu’ Sunan Giri.

Menurut tokoh masyarakat setempat, tradisi Rabo Wekasan, merupakan perintah Sunan Giri untuk berdoa dan bersyukur kepada sang pencipta agar selalu bebas dari musibah.

0 comments:

Post a Comment