BUDIDAYA JAMUR LINGZHIE PENCETAK RUPIAH



Satu lagi usaha rakyat, terkait dengan budidaya tanaman yang menghasilkan omzet ratusan Juta Rupiah, dalam satu bulan. Jamur lingzhie, salah satu primadona pertanian di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, kini mulai dilirik, industri jamu kesehatan, di tanah air. Sayangnya, produk produk dari jamur lingzhie, baru mampu tergarap, di tingkatan Nasional saja.

Buah dari keuletan yang kini kini menjadi mesin pencetak Rupiah, bisa di lihat di sentra industri jamur lingzhie, milik Parjimo, di Desa Kudu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Di unit usaha seluas kurang lebih, lima ratus meter persegi ini, nampak para pekerja, sedang tekun menggarap berbagai produk, dari jamur lingzhie.

Jamur ling zhie adalah jenis jamur kayu. Budidaya jamur biasanya ditaruh di atas beklok dan di simpan dalam rumah jamur. Bisanya, jamur tumbuh di dataran tinggi sekitar 700 meter dengan temperature udara antara 20-23 drajat Celsius dengan kelel baban sekitar sembilan puluh drajat celsius.

Umur lima sampai dengan enam bulan, jamu jenis ini sudah panen. Setelah itu dilakukan adalah proses pengeringan dengan di jemur bawah panas matahari.

Untuk menjaga kualitas, pemeliharann ruangan harus dijaga dengan temperatur 28 drajat celsius. Dan jamur pun siap di olah.

Dari usaha jamur yang berasal dari thailand ini, diolah menjadi berbagai macam, jamu dan syrup kesehatan. Hasil produksinya antara lain, menyembuhkan sesak nafas, menghilang kan gatal pada kulit, menyembuhkan gangguan penglihatan, menetralisir racun serta meningkatkan stamina dan fungsi organ.

Untuk syrup jamur lingzhie, selain rasanya yang enak, juga bermanfaat untuk memulihkan, tenaga dan stamina, serta meningkatkan ketahanan tubuh, menambah nutrisi otak, dan untuk obat awet muda.

Dalam satu bulan, rata-rata Parjimo mampu memproduksi 1500 botol syirup dan kapsul sebanyak 4000 dus. Sedangkan produk yang terjual herbalus dan produk lain bisa mencapai 15.000 dus dan yang syirup bisa mencapai 1.000 hingga 12.000 botol.

Parjimo telah memulai usaha sekitar 12 tahun lamanya. dan sejak sembilan tahun terakhir, berhasil memproduksi berbagai jenis jamu, yang semuanya berbahan jamur lingzhie.

Dengan modal nekat, parjimo memulai usaha ini sendirian. Danhingga kini telah tercatat, dua puluh tujuh orang, menjadi pekerjanya.

Saat ini, omzet penjualan dalam sebulan telah mencapai lebih dari, Seratus Enam Puluh Juta Rupiah. Jumlah yang cukup fantastis tentunya, bagi usaha kecil dan menengah.

Anda ingin menikmati, khasiat jamur lingzhie, anda tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Untuk syrup bisa di beli seharga Rp 28.000, kapsul Rp 53.000. Murahkan?

0 comments:

Post a Comment