KERAJINAN UDANG BAMBU YANG MENGUNTUNGKAN



Bermodal keahlian menganyam bilah-bilah bambu, Rohimin, warga di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan dapat meraih untung dengan membuat kerajinan udang mainan dari bambu. Selain menjadi mainan tradisional anak-anak, kerajinan unik ini juga dapat dijadikan sebagai hiasan dinding.

Berawal dari iseng menganyam bilah bambu, Rohimin akhirnya mampu menciptakan karya unik hasil kerajinan tangannya yang ia lakoni sejak 3 tahun silam. Dengan bahan baku sebatang bambu, Rohimin mampu menciptakan 10 hingga 15 mainan udang-udangan bambu dalam sehari, dengan harga jual antara 15 hingga 20 Ribu Rupiah, tergantung kualitasnya.

Proses pembuatan kerajinan udang-udangan bambu, tidak terlalu sulit. Dimulai dari sebatang bambu yang telah dipotong menjadi bilahbambu, Rohimin memulai kerajinan dengan meraut bilah bambu yang diberi ukuran 1 hingga 1,5 cm dengan panjang sekitar 30 cm.

Setelah di bilah-bilah tipis, Rohimin kemudian membentuk dan menganyam kerajinan hingga menyerupai bentuk udang dengan menggunakan tali rautan bambu.

Rohimin mengaku dari hasil penjualan kerajinan ini ia mampu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya. “hasilnya lumayan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga dan menyekolahkan anak”, ujarnya.

Selain diminati oleh anak-anak sebagai alat bermain, hasil kerajinan udang bambu ini juga diminati oleh banyak ibu-ibu rumah tangga yang juga digunakan untuk hiasan dinding, karena bentuknya yang menyerupai bentuk udang asli.

0 comments:

Post a Comment