HAYATI MAKNA BULAN RAMADHAN MELALUI TADARUS BUDAYA



Komunitas pecinta seni di Gresik Jawa Timur, memiliki cara tersendiri dalam menghayati puasa di bulan suci Ramadhan. Mereka menggelar konser religi bertajuk Tadarus Budaya. Melalui kegiatan tersebut, para seniman berusaha menata segala yang tumbuh di alam, sebagai sumber kehidupan yang mengalir dan menjelma menjadi karya agar manusia tidak mati rasa.

Para seniman gresik yang tergabung dalam Cakrawala Gresik (Cager,) dalam memaknai bulan suci Ramadhan, menggelar Tadarus Budaya, di Aula Kementerian Pendidikan Nasional, Jalan Usman Sadar, Kota Gresik (22/08/2011.)

Dengan memanfaatkan limbah barang-barabf di sekitarnya, kantung plastik bekas, seng bekas, kentongan, dan rebana, mereka mengeksplorasikan kegalauan perasaannya, melalui sebuah musik yang ritmis dan magis, atraksi teater, hingga musikalisasi puisi.

Mereka meng-apresiasi-kan kegaluan hatinya, akan kehidupan anak-anak negeri, di tengah globalisasi teknologi dan informasi yang semakin menjauhkan mereka dari sifat sosial dan saling mengasihi.

Mereka juga prihatin dengan semakin jarang bayi yang disuapi Air Susu Ibu (ASI), karena kedua orang tuanya sibuk bekerja.

Karena itu, melalui Tadarus Budaya, para seniman gresik, menggelorakan kembali olah rasa, yang kian menipis, agar generasi muda tidak terseret bencana paling menakutkan yakni mati rasa.

Menurut para seniman, Tadarus Budaya sebagai sebuah refleksi para seniman gresik, dalam memaknai serta menghayati ibadah puasa di bulan Ramadhan, sebagai sumber kehidupan yang terus mengalir. “Teknologi telah menjauhkan anak-anak dari hidup bersosial dan berjemaah. Itulah realita yang kami lihat”, ujar Jarir Sururi, salah seorang seniman.

Bagi para seniman Gresik, Tadarus Budaya, tidak sekedar pentas seni, tetapi sebuah refleksi tentang berbagai persoalan di negeri ini, agar manusia tidak mati rasa, di tengah, arus globalisasi teknologi dan informasi, yang masuk di segala sendi kehidupan.

0 comments:

Post a Comment