MENIKMATI SANTAP SAHUR DENGAN NASI BORANAN



Sego boranan, makanan khas Kabupaten Lamongan Jawa Timur, menjadi pilihan warga setempat untuk menu sahur. Makanan tradisional dengan lauk pauk ikan Sili dan usianya dipercaya mencapai ratusan tahun tersebut, hingga kini tetap lestari. Tersebut, dipilih karena menawarkan rasa lezat dan harga yang relatih murah.

Untuk mendapatkan nasi boranan ini tidaklah sulit, hampir di setiap sudut kota Lamongan selalu ada penjual nasi boranan yang siap menawarkan masakannya, seperti para penjual di jalan basuki rahmat ini. Apalagi menu ikan andalan yang di suguhkan adalah ikan Sili, yakni ikan sungai sejenis ikan gabus yang hanya bisa di temui di kota Lamongan.

Disebut nasi boranan karena tempat untuk menyimpan nasi terbuat dari anyaman bambu yang oleh warga sekitar disebut boran. Dulu alat penyimpan nasi ini kerap dijadikan tempat menyimpan nasi sebelum ditemukannya perabot rumah tangga modern. Selain itu, nasi akan terasa lebih sedap jika disimpan di boranan. Nasi boranan disajikan dalam bentuk pincuk dengan alas daun pisang.

Ciri khas lain menu ini adalah sambal boranan, yakni racikan bumbu lengkap yang telah di goreng dengan porsi cabe lebih banyak sehingga sambal boranan ini selalu terasa pedas. Biasanya, ibu-ibu yang memasak nasi boranan ini masih menggunakan bahan bakar kayu agar bau nasi dan sambalnya terasa lebih sedap. Nasi boranan pun disajikan dalam bentuk pincuk dengan alas daun pisang, sehingga aroma tradisional cukup kental dalam sajiannya.

Menurut Suwanah salah penjual nasi boranan, jika dibanding
dengan hari-hari biasa, penjualan nasi boranan di bulan Ramadhan mengalami peningkatan. Apalagi mayoritas pembeli datang menjelang sahur. “Cukup lumayan, bauk sahur maupun buka puasa”, ujar Suwanah.

Nasi boranan tidak hanya pas untuk menu sahur puasa, untuk berbuka puasa pun warga banyak memilih untuk menikmati nasi boranan. Apalagi, harga satu bungkus nasi boranan hanya 5000 rupiah saja.

Penjual nasi boranan tidak hanya berjualan sore hingga malam saja, namun ada juga sebagian yang berjualan mulai malam hingga pagi hari. Tentunya menikmati nasi boranan disaat ramadhan akan berbeda jika dibanding dengan menikmatinya di hari-hari biasa.

0 comments:

Post a Comment