SARUNG SUTERA WARNA CERAH, LARIS MANIS JELANG LEBARAN



Sarung tenun sutera tradisional warna cerah, karya perajin di Gresik Jawa Timur, makin trend, terutama menjelang datangnya Hari Raya Idhul Fitri. Lesunya ekspor sarung ke timur tengah akibat krisis politik, bisa terobati sesaat dengan bergairahnya pasar lokal. Namun, terbatasnya jumlah tenaga penenun, membuat perajin sarung, tidak bisa memenuhi lonjakan pesanan masyarakat untuk merayakan Idhul Fitri (04/08/2011.)

Para perajin sarung tenun tradisional di desa Jambu Kecamatan Cerme, Gresik, sejak tiga bulan terakhir, kualahan memenuhi lonjakan pesanan sarung tenun, untuk merayakan Idhul Fitri. Omset penjualan di sentra perajin sarung di desa jambu, kecamatan cerme, rata-rata meningkat hingga dua kali lipat, dibandingkan hari-hari biasa.

Jika, sebelumnya seorang perajin, dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 200 orang bisa menghasilkan sebanyak 10 kodi, per minggu, tetapi kini meningkat mencapai 20 kodi per minggu.

Namun, akibat keterbatasan tenaga penenun, yang didominasi para orang tua, membuat sebagian perajin sarung tenun, terpaksa menolak pesanan baru. Para perajin, yang rata-rata telah berusia lanjut, hanya bekerja sesuai dengan kemampuannya, sehingga mereka tidak bisa melayani seluruh pesanan lebaran.

Musim lebaran tahun ini, corak sarung warnah cerah, dengan motif kembang, garis-garis dan gunungan, makin trend dan banyak diburu masyarakat untuk berlebaran. “Untuk pasar local, memang yang warna cerah lebih banyak di minati dan permintaan terus melonjak hingga haru raya nanti”,ujar Iis Miftahul Izza, salah seorang perajin sarung.

Sarung tenun sutera tradisional, dijual dengan harga bervariatif mulai dari 125 ribu, hingga 500 ribu rupiah, per potong.

Sejak kiris politik di timur tengah awal tahun ini, penjualan sarung tenun sutera sempat terpukul karena ekport utamanya ke yaman dan negara sekitarnya, berkurang drastis. Namun, momentom lebaran tahun ini, mampu mendongkrak kembali penjualan sarung di pasar lokal, sehingga bisnis sarung kembali bergairah.

0 comments:

Post a Comment