SATE SUMSUM, MAKANAN KHAS BERBUKA PUASA


Bulan puasa ternyata membawa berkah bagi vira, ibu muda Asal Kampung Wanasari, Jalan Ahmad Yani Kecamatan Kota Denpasar Bali. Saat bulan Ramadhan seperti sekarang, vira selalu menjual menu khasnya, yakni sate sumsum sapi. Memang, vira hanya menjual sate sumsum pada bulan Ramadhan saja. Usaha ini sudah di lakoninya sejak lima tahun silam.

Untuk membuat sate sumsum memang sedikit berbeda dibandingkan sate umumnya. Bahan sumsum didapatkan vira dari sejumlah rumah potong hewan di denpasar. Sumsum
adalah irisan daging yang ada di bagian tulang. Selanjutnya, sumsum direbus dengan bumbu Bali, yakni bumbu rempah-rempah lengkap. Tujuannya, agar ada rasa di daging sebelum nantinya disate.

Setelah menajdi setengah matang, sumsum dipotong dan ditusuk barulah dibakar. Untuk penyajiannya, bisa dicampur dengan bumbu kacang atau bumbu kecap. Jadi bedanya memang ada dua kali bumbu sehingga sate ini benar benar lebih beraroma dan nikmat.

Selama bulan Ramadhan, vira mulai berjualan sejak pukul tiga sore. Meski demikian, pengunjung yang sudah rutin membeli sate sumsum tiap Ramadhan, telah datang sebelumnya. Jumlah pengunjung makin ramai, bila jelang buka puasa tiba. Dalam satu jam, dua kilogram daging sate sumsum telah habis terjual.

Rata-rata pembeli mengaku ingin berbuka dengan makanan khas kampung wanasari ini, sehingga mereka rela datang dari jauh untuk membeli sate sumsum ini.

Satu sate sumsum dijual seharga Dua Ribu Rupiah per tusuk. Mengingat cukup sulit mendapatkan sumsum sapi. Seharinya, vira bisa mendapatkan hasil jualan hingga Tiga Ratus Ribu Rupiah.

0 comments:

Post a Comment