TAHU EMPLEK BUMBU KHAS PESISIR PANTURA



Kota semarang jawa tengah tak hanya terkenal dengan nasi liwetnya, tapi masih ada kuliner khasnya bernama “tahu emplek” dengan bumbu pesisir pantura yang khas beraroma petis ikan. Tahu emplek adalah tahu yang padat dan kenyal, sehingga walaupun digoreng, tekstur ke-tahu-annya tetap terasa.

Tahu emplek dapat anda jumpai di kedai-kedai tahu pong di semarang. Salah satunya di jalan gajah mada no 63b. Kedai legendaris yang sudah buka sejak tahun 1950-an. Tahu emplek biasanya memang dijual satu atap dengan tahu pong. Kalau tahu pong kecil-kecil, tahu emplek sebaliknya, ukurannya super besar.

Tahu emplek digoreng utuh di dalam minyak goreng yang panas, hingga kulit luarnya terlihat coklat, sementara isi dalam masih putih tapi sudah matang. Sehingga dalam menggoreng memang di butuhkan keahlian khusus.

Dalam satu menu tahu emplek spesial, ada lauk pauk lain sebagai pelengkap, yaitu gimbal udang dan telur rebus goreng. Tahu emplek di iris menjadi sembilan bagian. Sementara gimbal udang dan telur rebus goreng juga diiris-iris. Ketiga makanan ini dicampur dalam satu piring.

Nah! Soal bumbu, inilah yang bikin rasa khas pesisiran benar-benar terasa. Kecap rempah dicampur petis hitam, serta bumbu bawang yang keras. Ada juga acar lobak dan acar mentimun sebagai lalapan.

Makan tahu emplek biasanya bersama nasi. Jika suka pedas, bumbu emplek bisa dicampur dengan gerusan cabe. Nah, cara makannya, tahu, telur dan gimbal udang dicampur dan diguyur dengan bumbu petis ini. Baru kemudian dimakan bersama nasi. Tahu yang besar tapi lembut, serta rasa khas petis dan bawang yang pekat, sangat disuka para penggemarnya. Soal rasa, pastinya sangat lezat dan gurih terutama saat disantap malam hari setelah Sholat Tarawih.

Harga satu porsi tahu emplek, Sembilan Ribu Rupiah. Jika anda ingin menu spesial dengan gimbal maupun telur dan lainnya, harganya bervariasi antara 12 Ribu hingga 20 Ribu Rupiah.

Penjual tahu emplek di jalan gajah mada merupakan generasi ketiga dari kedai legendaris ini. Awalnya menu khas semarangan ini dijual keliling, pada sekitar tahun 1950-an. Lalu mulai menetap di sekitar kawasan Jalan Depok dan Jalan Gajah Mada sejak tahun 1970-an.

0 comments:

Post a Comment