GELIAT KERAJINAN KACA HIAS UKIR YANG PROSPEK



Lembaran kaca bening jika diolah dengan baik, ternyata mampu menghasilkan sebuah karya seni yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Di kota madiun, jawa timur seni kaca hias mampu menyita perhatian konsumen terutama untuk memperindah tampilan rumah.

Achmad Suprijono, pemilik industri rumahan kaca seni, Griya Asri Sejahtera Glass Di Jalan Banjarwaru II,8 Kelurahan Banjarejo, Kota Madiun Jawa Timur, menjalani bisnis seni kaca hias. Usaha kerajinan yang didirikan sejak 2003 itu memproduksi berbagai jenis kaca seni untuk jendela, pintu, lemari, meja dan yang lain.

Ketrampilan pembuatan kaca hias rumah tersebut berawal dari pengetahuannya saat dirinya berada di kota Pahlawan Surabaya. Dengan dibantu lima orang karyawannya, Achmad Suprijono yang mengetahui akan potensi bisnis kaca hias rumah, kemudian mengembangkannya di kota Madiun.

Pembuatan kaca hias di mulai dari pemilihan bahan baku dari lembaran-lembaran kaca hingga memuat pola kerangka hiasan. Tentu saja ukuran dan pola ini disesuaikan dengan pesanan konsumen atau mengikuti trend yang mampu menarik perhatian konsumen, seperti pola gambar hewan maupun tumbuhan.

Menurut Suprijono, tingkat kesulitan yang paling tinggi terletak pada saat dilakukan penyemprotan untuk jenis kaca hias lukis, karena membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

Terdapat dua jenis karya seni kaca hias rumah, yakni kaca hias ukir dan lukis. Dari sekian banyak corak maupun ragam kaca hias, para konsumen lebih menggemari kaca hias grafir atau kaca ukir. “Penggemar kaca hias ukir cukup banyak”, ujar Suprijono.

Kaca hias bergambar hewan dan tumbuhan misalnya, jika di pasang di bagian depan rumah seperti jendela maupun dinding rumah pasti akan menambah keindahan rumah. Kaca hias tak hanya membuat bangunan terlihat cantik tapi juga membuat ruangan terkesan anggun. Kaca hias juga mampu menghasilkan pancaran cahaya yang elok. Inilah yang di lakukan para arsitek kuno daam mendesain rumah mereka.

Harga kaca hias atau kaca seni untuk jendela, pintu, dan hiasan bangunan lainnya mencapai Rp 2,5 juta per meter persegi. Meski mahal untuk ukuran umum, kaca hias tetap saja diburu.

0 comments:

Post a Comment