MASUK KLB DIFTERI, GRESIK LAKUKAN VAKSINASI



Imbas Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri di Jawa Timur, Dinas Kesehatan Gresik siapkan vaksin untuk 23 ribu anak untuk di vaksinasi. “Rencananya vaksinasi difteri ini akan dilakukan mulai besok Selasa, namun kepastiannya masih menunggu kesiapan logistic yang dikirim dari Dinkes Propinsi” Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3Kesling), dr. Nurul Dholam melalui kabag Humas, Andhy Hendro Wijaya, Senin (10/10).

Melalui Puskemas dan Pustu di jajaran Dinas Kesehatan Gresik vaksin difteri ini akan diberikan pada anak usia pra sekolah dan anak-anak murid Sekolah Dasar kelas 1, 2 dan 3.”Vaksinasi ini merupakan upaya preventif promotif selain imunisasi rutin (regular), sifatnya Outbreak Respons Immunization (ORI) karena adanya KLB” tambah Nurul Dholam.

Masih menurut Nurul Dholam, pernyataan KLB difteri oleh Gubernur Jawa Timur terkait adanya kasus difteri yang menyerang 34 Kabupaten/kota dari 38 jumlah Kabupaten/kota di Jawa Timur. Penyakit yang diakibatkan oleh bakteri corine diftery yang pada tahun 2010 serangan mencapai 304 kasus dengan 21 penderita meninggal dunia. Selanjutnya pada tahun 2011 ada 333 kasus dengan jumlah penderita yang meninggal dunia sebanyak 11 orang.

Dari 34 kabupaten kota tersebut, Kabupaten Gresik termasuk daerah endemic dengan jumlah 10 kasus pada tahun 2010 meliputi 4 kasus di kecamatan Kebomas, 3 kasus di kecamatan Gresik, 2 kasus di Kecamatan Manyar dan 1 kasus di Kecamatan Panceng. Sedangkan data difteri pada tahun 2011 sebanyak 7 kasus meliputi, 2 kasus di Manyar, 2 kasus di Kebomas, 2 kasus di Gresik dan 1 kasus di Cerme”.

Atas kasus tersebut, Dinkes Gresik berupaya melakukan penemuan dini kasus difteri di tingkat Puskesmas dan memudahkan rujukan ke Rumah Sakit, agar sebaran penyakit ini tidak meluas. Penyakit ini harus dirawat khusus sesuai standard dan di isolasi. Selain itu pihak Dinas Kesehatan Gresik melakukan pengamatan dan pemeriksaan dengan orang-orang di sekitar lingkungan penderita.

”Penyakit ini sangat mudah menular karena penularannya melalui pernafasan. Tanda awal penderita yaitu demam tinggi + 38 C, panas, batuk, pilek, sesak dan sakit saat menelan serta bengkak pada leher. Tanda yang paling khas adalah pada tenggorokan dilapisi oleh selaput putih (pseudo membran). Keadaan yang paling parah apabila selaput putih ini menutup pernapasan sehingga penderita harus dibuatkan saluran pernapasan dengan melubangi pada bagian leher (tracheostomi).

Sedangkan kematian bisa terjadi apabila racun yang dikeluarkan oleh corine diftery ini terbawa melalui darah dan masuk ke jantung. Pungkas Dholam. (sdm, Humas Pemkab Gresik)

0 comments:

Post a Comment