EKSOTISME LUKISAN MOZAIK BULU AYAM



Menciptakan karya seni berkualitas bisa dilakukan dengan berbagai cara diambil para seniman untuk mengekpresikan ide dan karyanya. Seorang pelukis di Jember Jawa Timur, memilih bulu ayam sebagai media lukisnya. Selain karena langka, lukisan bulu ayam ini terlihat eksotis dan berhasil memikat penikmat seni dari mancanegara.

Adalah Susmiadi, Warga Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Jember Jawa Timur, yang sehari-hari bekerja sebagai pengamat air di dinas pengairan kabupaten jember mengisi waktu luangnya dengan menggali ide melalui seni komposisi mozaik bulu ayam.

Susmiadi mengaku, terinsipirasi melukis dengan bahan bulu ayam setelah melihat karya Cak Kandar, seniman lukis bulu dari surabaya. Sebelumnya, Susmiadi hanya menciptakan karya lukis dengan media cat, namun dalam perkembangannya ia memilih bulu, karena lebih unik.

Meski tergolong rumit, Susmiadi mengaku, memilih jalur melukis realis dengan bulu ayam karena jarang digeluti seniman lainnya. Untuk menghasilkan satu karya lukis bulu, paling cepat ia butuh sekitar sepuluh hari untuk menyelesaikan. Bahkan tak jarang butuh waktu hingga dua bulan untuk satu lukisan saja.

Kendalanya terutama dalam menyusun komposisi warna bulu ayam yang terbatas. Akibatnya pesanan tidak dapat diselesaikan tepat waktu, karena masih menunggu warna bulu yang dikehendaki. Warna-warni yang tercipta dari lukisan ini, asli tanpa rekayasa karena berasal langsung dari bulu ayam tanpa penggunaan cat.

Karena itulah, Susmiadi lebih suka melukis obyek hewan berbulu, seperti kucing, kelinci, macan dan hewan berbulu lainnya. Sebab, lukisan dari bulu-bulu ayam lebih terlihat alami. “Faktor alami inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dalam lukisan saya”, ujar Susmiadi.

Untuk proses melukis dengan media bulu ini diperlukan kesabaran dan ketelitian yang cukup tinggi, karena lukisan bulu akan terlihat ke bentuk aslinya bila bahan yang digunakan merupakan bulu-bulu yang memiliki kualitas terbaik.

Pertama-tama bulu dikeringkan dan dipotong sesuai ukuran yang dikehendaki. Kanvas yang sudah disiapkan terlebih dahulu di seket sesuai bentuk lukisan yang dinginkan. Selanjutnya, satu persatu bulu ditempelkan dengan menggunaan lem kayu.

Untuk satu lukisan bulu, Susmiadi mematok harga antara 1,5 Juta hingga 10 Juta Rupiah, tergantung kerumitan komposisi warna dan ukuran lukisan. Susmiadi memasarkan produknya melalui internet dan menitipkan di galeri temannya di Bali. Galeri itu sering kedatangan turis asing, meski pembelian tidak dalam jumlah besar. "Turis yang pernah beli lukisan saya berasal dari Finlandia, Australia, Irlandia dan Jepang," tutur dia.

1 comment:

  1. maaf lem yang di gunakan apa ya??? makasih

    ReplyDelete