IDUL KURBAN, TUKANG JAGAL HEWAN KELILING MENUAI BERKAH



Perayaan Hari Raya Idhul Qurban, mendatangkan berkah bagi para tukang jagal hewan kurban keliling, yang tersebar di wilayah gresik, jawa timur. Selama pelaksanaan pemotongan hewan kurban, seorang penjagal, rata-rata meraup rejeki, hingga jutaan rupiah atau sebesar 250 Ribu Rupiah untuk jasa pemotongan satu ekor lembu (06/11/2011.)

Sejak pukul 05.30 pagi, Muntholib, sang penjagal hewan kurban, warga Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas, pergi ke beberapa lokasi pemotongan hewan korban yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik.

Sejak 10 tahun terakhir, Muntholib dengan sukarela menyembelih hewan kurban tanpa memungut biaya sepeser pun, melainkan hanya membantu proses penyembelihan hewan, agar sesuai syariat islam hingga halal di konsumsi. Salah satu tekniknya adalah dengan berdoa dan membaca basmalah sebelum proses penyembelihann dilakukan.

Para penjagal hewan korban yang sekaligus tokoh agama tersebut tidak bekerja sendirian, melainkan bekerja sama dengan kelompok pemotong kulit dan daging hewan kurban yang di kenal dengan nama, pemboleng. “Tujuannya jelas, yakni agar agar hewan yang di sembelih bisa dikonsumsi secara halal, kata Mntholib.

Dengan peran yang berbeda-beda yakni khusus menyembelih, menguliti, dan spesialisasi memisahkan daging dan tulangnya, mereka rata-rata mampu menyembelih dan memotong daging sapi kurban hingga 7 ekor dalam setiap 4 jam.

Ridwan, salah saeorang pemboleng, mengaku, selama pelaksaaan idul kurban, dirinya dan dua orang temannya, mampu memotong sebanyak 15 ekor lembu dalam sehari. Profesinya selama hampir 15 tahun ini, hanya butuh waktu selama 35 menit, untuk menguliti satu ekor lembu, dengan tarif seharga 250 Ribu Rupiah per ekor.

Namun, penjalani profesi ini memang harus punya keterampilan sendiri dalam menjinakkan sapi terutama sapi banal. Karena tak jarang hewan kurban akan melukainya.
”Kendala utama adalah sapi nakal yang kakinya kadang menendang nendang hingga pernah mencederai kami”, ujar. Ridwan”

Selama pelaksanaan pemotongan hewan kurban, keberadaan para penjagal maupun pemboleng, sangat dibutuhkan warga, karena tidak semua orang mampu melakukannya. Bahkan, para penjagal ini, rela berkeliling untuk melakukan tugasnya.

0 comments:

Post a Comment