KAMPUNG KOMODO DAN KERAJINAN PATUNGNYA



Nama besar pulau Komodo di manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, tak bisa dilepaskan dari keberadaan kampung Komodo yang berdekatan dengan Portal Loh Liang Pulau Komodo dengan pekerjaan pokok warganya adalah nelayan. Setelah adanya regulasi Balai Taman Nasional Komodo yang melarang mereka menangkap ikan diperairan Taman Nasional Komodo, ratusan nelayan di kampung ini pun bertumpu pada pembuatan patung Komodo.

Untuk menuju kampong Komodo, perlu menempuh perjalanan laut dari labuan bajo menuju kampung Komodo selama empat jam. Kampung tua yang dihuni sekitar 1500 jiwa tersebut, selain suku Komodo yang mendominasi, terdapat tiga suku lain yang di dalam kampung yang luasnya kurang lebih 2.000 meter tersebut, yakni suku Bugis, Bima dan Manggarai dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.

Tipe rumah tradisional di Kampung Komodo adalah “rumah panggung” yang terbuat dari kayu. Biasanya, kolong rumah dijadikan sebagai tempat untuk duduk santai di atas “dipan” kayu yang sengaja dibuat untuk tuan rumah beristirahat di sore hari bersama keluarga.

Pasca adanya regulasi Balai Taman Nasional Komodo sepuluh tahun lalu yang melarang nelayan menangkap ikan di perairan taman nasional Komodo, menjadikan warganya kembali menggeluti usaha warisan pembuatan patung Komodo sebagai pekerjaan pokok menggantikan profesi asli mereka sebagai nelayan.

Kampung Komodo tidak memiliki seni kerajinan lain selain usaha pembuatan patung Komodo yang terbuat dari kayu waru tersebut. Patung Komodo merupakan sumber kehidupan warga yang di jual di pintu masuk loh liang.

Di Loh Liang (Pulau Komodo) memang disediakan area khusus bagi masyarakat Kampung Komodo yang ingin menjual patung hasil karyanya. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Loh Liang membeli patung-patung komodo yang tersedia dalam berbagai ukuran sebagai suvenir atau buah tangan untuk keluarga dan teman di negara asal.

Penghasilan yang diraup, tergantung dari ramai tidaknya kunjungan wisatawan yang datang. Harga terendah patung Komodo dijual dengan harga 25 Ribu Rupiah, hingga Tiga Juta Rupiah tergantung bentuk dan ukurannya.


digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...