NYARIS PUNAH, BUAH JUWET TETAP DI CINTA



Memasuki musim penghujan, ratusan pohon buah juwet milik warga Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan Jawa Timur, panen raya. Bahkan, pemilik buah juwet ini langsung menjual hasil panen di area kebun. Mereka menggelar dagangannya langsung di bawah pohon (14/11/2011.)

Buah yang di sebut anggur jawa dan memiliki nama latin syzygiun cumini tersebut nyaris punah. Bahkan saat ini pun, tak ada campur tangan pemerintah untuk membudidayakan buah lokal tersebut. Padahal, buah juwet di kenal sebagai salah satu buah lokal yang kaya vitamin A dan C, serta memiliki kandungan air yang tinggi dan dipercaya dapat menurunkan kolesterol.

Satu pohon besar jika dipanen buahnya bisa menghasilkan uang antara 400.000 hingga satu juta rupiah, tergantung murah, yakni hanya 5000 rupiah per kilonya.

Kebun juwet di desa Lopang selalu ramai di hari Jumat dan Minggu. Warga lamongan kerap menjadikan kebun juwet sebagai tempat rekreasi yang murah meriah. Para pengunjung bisa bersantai sambil menikmati buah juwet di bawah pohonnya yang teduh. Bahkan anak-anak usai sekolah pun selalu menjadikan kebun ini sebagai tempat berkumpul usai pulang sekolah.

Setiap pengunjung di kebun juwet ini diperbolehkan mencicipi sebelum membeli. Bahkan, pembeli diperbolehkan memetik atau memanjat pohon untuk sekedar mencoba merasakan manisnya buah yang berwarna ungu ini.

Ibu Asrep, salah seorang pemilik buah juwet, mengaku, memasuki musim penghujan, satu pohon buah juwet dapat menghasilkan uang sebesar Lima Ratus Ribu hingga satu Juta Rupiah sekali penen. Namun, untuk musim penghujan, pohon juwet tidak berbuah. Satu kilogram buah juwet dijual dengan harga Lima Ribu Rupiah. “Ya lumayan bisa membantu keuangan rumah tangga “ujar Ibu Asrep

Belakangan banyak pemilik pohon juwet yang menebang pohonnya dengan alasan mengganngu tanaman pertanian. Jika pohon-pohon juwet terus ditebang, bisa jadi kebun juwet yang tergolong langka ini hanya akan tinggal cerita saja.

0 comments:

Post a Comment