SISWA SMP TEMUKAN ALAT PENGERING IKAN ANTI HUJAN



Meski memasuki musim penghujan, para nelayan tidak perlu khawatir kesulitan mengeringkan ikan. Pasalnya siswa SMP di Gresik Jawa Timur, berhasil menemukan alat pengering ikan yang tidak akan terpengaruh oleh cuaca dingin akibat hujan. Bahkan, alat tersebut tergolong ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan asap pembakaran (03/11/2011.)

Alat pengering ikan karya siswa SMP Negeri 1 Kota Gresik ini di berinama Pipikiko, singkatan dari komponen alat yang di gunakan, yakni api, pipa, kipas dan kotak. Alat sederhana ini, menyabet terbaik satu medali emas dalam Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) tahun 2011 di kota Solo untuk kategori penelitian teknologi.

Ketiga siswa yang menemukan alat pengering ikan ini adalah Muhammad Akbar, Achmad Lukman Hakim dan Rizki Taufan Rizal.

Cara kerja alat ini mirip alat oven dengan mengandalkan panas briket batu bara yang di filter melalui pipa, sehingga tidak mengeluarkan asap. Karena itulah, para siswa menjamin, alat pengering ikan buatannya, tidak akan mencemari lingkungan.

Energi panas yang di hasilkan dari pembakaran batu bara mencapai antara 33 hingga 50 derajat celcius yang kemudian di salurkan ke dalam kotak berisi ikan. Kotak ini terbuat dari rangkaian kayu dan seng yang dan tertutup rapat hingga ikan tidak akan basah meski proses pengeringan ikan di lakukan saat hujan turun.

Dengan panas mencapai 50 derajat cecius, waktu yang di perlukan untuk mengeringkan ikan, bisa lebih cepat dari pada menggunakan sinar matahari, karena suhu udara ketika terik matahari hanya berkisar antara 27 sampai 30 derajat celcius saja.

Untuk sementara, dengan luas kotak 25 meter persegi, ikan yang bisa di keringkan mencapai 2 kilo gram ikan.

Menurut para siswa, ide awal menemukan awal ini bermula saat teman-temannya yang sebagian orang tuanya bekerja sebagai nelayan, mengeluhkan sulitnya mengeringkan ikan di musim penghujan. Saat itulah muncul ide membuat alat sederhana ini. “Mulanya kita prihatin dengan kondisi nelayan yang kesulitan mengeringkan ikan saat hujan terus mengguyur selama musim penghujan”, ujar M. Akbar, salah seorang siswa pembuat alat pengering ikan.

Sementara itu, pihak sekolah tengah mempelajari kemungkinan memproduksi alat pengering ikan ini secara masal, jika para nelayan membutuhkannya. “Kami berencana mengajukan hak paten atas karya siswa ini termasuk juga merencanakan memproduksi masal setelah berkonsultasi dengan Dispendik Gresik”, kata Sutrisno, Kepala Sekolah SMPN 1 Gresik.


digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...