MENGGUGAH BAKAT DENGAN PAMERAN SENI RUPA DI GALERI SEKOLAH



Heran dan tentu saja bangga. Kesan inilah yang ditunjukkan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri I Kebomas, Fattah Yasin saat melihat pameran karya seni siswa. Rasa bangga dan heran itu juga ditunjukkan oleh guru seni rupa, Margiyanto. Satu persatu dia memeriksa lukisan yang terpajang di aula yang telah berubah menjadi semacam galeri. Sedangkan karya seni yang lain berupa topeng tertata apik terpajang ditangga depan kelas. Pameran itu sendiri berlangsung di SMA Negeri I Kebomas Rabu (14/12).

Dalam keterangannya, Kepala Sekolah SMA Negeri I Kebomas menyatakan bangga melihat antusias siswa dalam pameran ini. Untuk itu kami akan member reward khusus, selain nilai maple seni yang dibuat oleh Guru maple Seni Rupa Margiyanto, kami juga menyiapkan hadiah khusus untuk karya favorit. Penilaian untuk karya Favorit akan dilakukan dengan poling pengunjung yautu teman-temannya sendiri. “mereka masing masing diberi angket untuk memberikan penilaian sekaligus kritik”ujar Fatah Yasin.

Sementara guru mata pelajaran Seni rupa Margiyanto mengatakan, pembuatan topeng dan lukisan ini merupakan penilaian untuk tugas akhir semester. Sedangkan ide pameran ini merupakan bagian dari pembelajaran untuk menejemen galeri seni serta upaya kami untuk menggugah apresiasi siswa terhadap karya seni. Ada 165 lukisan karya siswa kelas XII dan 327 topeng warna-warni yang dibuat siswa kelas X yang dipamerkan di galeri seni SMA Negeri I Kebomas.

Margiyanto menambahkan, Ditilik dari perbandingan dengan karya seni professional, karya siswa sebagai pemula sudah terbilang bagus. Bahkan ada beberapa karya yang sudah kami katakana sangat bagus dan sebanding dengan karya seni diluaran. Padahal kami hanya memberikan pelajaran dalam teori pencampuran warna. Serta memberikan contoh-contoh aliran lukisan yang ada di Indonesia. “Ternyata mereka sudah mampu mengimplementasikan ilmu yang diberikan dalam bentuk lukisan untuk siswa kelas XII dan topeng untuk siswa kelas X.

Aliran lukisan yang banyak dianut menurut margiyanto adalah aliran, kubisme selanjutnya aliran naturalism dan romantisme. Sedangkan beberapa lukisan menganut aliran abstrak. Mereka yang menganut aliran ini mengaku tidak pandai melukis.” Meski demikian, kami menilainya dengan melihat ekspresi warna yang ditampilkan serta dinamisasi pencampuran warnanya” ujar Margiyanto.

Melihat keindahan karya seni siswa yang begitu bagus, serta kunjungan siswa untuk melihat karya seni menunjukkan apresiasi seni siswa SMA Negeri I Kebomas begitu tinggi. Hal ini diakui oleh Bagus Sasmita selaku Sekretaris Dewan Kesenian Gresik (DKG). “ Dari karya yang mereka buat, tampaknya mereka sangat menguasai ilmu perwarnaan yang telah diberikan. (sdm, Humas Pemkab Gresik)


digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...