NAPAK TILAS JENDERAL SOEDIRMAN, SINGGAHI LAMONGAN



Gerak jalan Peleton Beranting (Tonting) Yudha Wastu Pramuka Jaya (YWPJ) kemarin sampai di Lapangan Desa Wedoro Kecamatan Sukorame/Lamongan. Tonting YWPJ yang dijadwalkan akan menempuh rute napak tilas Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan berjalan kaki itu telah menempuh jarak sejauh 60,4 kilometer sejak diberangkatkan dari Alun-alun Bojonegoro 14 Desember lalu.

Saat di Lapangan Desa Wedoro Kecamatan Sukorame, Tonting YWPJ yang tiba dalam kondisi cuaca hujan diterima Bupati Fadeli bersama jajaran forum pimpinan daerah. Seperti Dandim 0812 Letkol Inf Yufha Fitri, Kapolres AKBP Marsudianto dan Ketua DPRD Makin Abbas.

Setelah dari Desa Wedoro, Tonting YWPJ akan kembali melanjutkan perjalanan napak tilas Panglima Besar Jenderal Soedirman menuju Lapangan Desa Bawangan Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang sejauh 19’4 kilometer. Selanjutnya berjalan sejauh 20 kilometer menuju SDN Kedung Mlaten yang berada di Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk.

Tonting YWPJ ini juga akan melewati Lapangan Desa Klampitan Kecamatan Purwosari Kabupaten Kediri dan juga transit di SDN Jatirejo I Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto. Tonting YWPJ baru akan mengakhiri napak tilasnya setelah berjalan kaki sejauh 185,5 kilometer saat finish dan serah terima kepada Pangdam V Brawijaya di Lapangan Trowulan/Mojokerto pada 19 Desember nanti.

Tonting YWPJ bermaterikan sepuluh peleton dari tujuh satuan tempur Kodam V Brawijaya dan Kostrad. Diantaranya Yonif 511/DY, 501/BY, 514/K, 500/R dan 527. Masing-masing peleton terdiri dari 34 orang. Delapan orang diantaranya bertugas sebagai pembawa symbol yang berisi Sumpah Panglima Besar Jenderal Soedirman, Amanat dan Perintah Kilat Panglima Besar Jenderal Soedirman serta Ikrar Korps Prajurit Infanteri. Mereka menggunakan seragam Pakaian Dinas Lapangan Tempur (PDL(, Ransel, dan Senjata SS-1

Fadeli saat menyambut Tonting YWPJ mengatakan, gerak jalan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan jiwa patriotisme khususnya kepada generasi muda harapan bangsa. Kegiatan ini, lanjutnya, selain mengingat kembali perjuangan para anggota tentara nasional Indonesia di dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, yang lebih penting adalah bahwa kegiatan gerak jalan ini mampu menunjukkan kemanunggalan TNI dengan masyarakat. seperti yang sudah dicontohkan oleh Panglima Besar Jederal Soedirman.

“Enam puluh enam tahun yang lalu, TNI lahir dari rahim rakyat, berjuang bersama rakyat, dan membangun untuk kepentingan rakyat. Lebih dari enam dasawarsa, TNI telah menorehkan sejarah gemilang dalam membela, mempertahankan, dan menjaga kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia, “ kata dia.(arf, Humas Pemkab Lamongan)


digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...