This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

GUNAKAN LAMPU PHOSPHOR, POLISI SIAP AMANKAN TAHUN BARU

Penerangan lampu yang kurang memadai di malam hari, kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas di jalan raya, terutama juga keselamatan personel kepolisian. Karena itu, dalam mengamankan perayaan malam pergantian tahun, seragam dan peralatan personel kepolisian di Gresik Jawa Timur di lengkapi lampu phosphor (30/12/2012.)

Lampu phosphor adalah neon kabel menggunakan teknologi el wire yang bisa di potong dan di bentuk sesuai keinginan. Lampu led yang mampu bertahan selama dua jam inilah yang kemudian di pasang pada helm dan rompi personel kepolisian. Dengan demikian, meski bertugas dalam kegelapan, pengguna jalan bisa melihat aba-aba petugas dalam mengatur arus lalu lintas.

Menurut Kapolres Gresik, AKBP Achmad Ibrahim, penggunaan lampu phosphor baru pertama kali di gunakan petugas kepolisian, dalam menjalankan tugasnya di lapangan. Apalagi, polisi kerap menjadi korban kecelakaan akibat kurangnya penerangan di malam hari. “Inovasi ini kita gunakan untuk keselamatan warga dan petugas sekaligus”, ujar AKBP Achmad Ibrahim.

Tak hanya di pasang pada helm dan rompi, lampu phosphor juga di pasang pada sepeda onthel dan sepeda motor polisi. Bahkan, sebagian dari 429 personel kepolisian gresi yang akan di terjunkan mengamankan tehun baru, juga di lengkapi gelang phosphor.

MENIKMATI KEINDAHAN LERENG GUNUNG KUMITIR DENGAN KERETA LORI

Keindahan panorama lereng gunung Kumitir Di Jember Jawa Timur, sejak lama menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara terutama dari Belanda. Hamparan perkebunan kopi dan dua terowongan warisan Belanda yang menghubungkan Kalibaru Banyuwangi dan Jember, kini bisa dinikmati menggunakan kereta wisata Argo Raung milik PT KAI Daops Sembilan Jember.

Jalur Kalibaru Banyuwangi – Garahan Jember dengan menembus gunung Kumitir melalui dua terowongan, yang salah satunya sepanjang 790 meter itu, memberikan nuasa keindahan tersendiri terutama bagi yang menyukai wisata transportasi dan panorama alam.

Dengan hadirnya kereta wisata milik PT KAI Daops 09 Jember yang diberi nama Argo Raung tersebut, wisatawan bisa menikmati pesona hamparan perkebunan kopi dari ketinggian hampir lima puluh meter dari permukaan tanah.

Di sepanjang jalur, kereta wisata melewati dua terowongan yang dibangun tahun 1910 dan 1923 oleh pemerintah Kolonial Belanda, masing-masing sepanjang 90 meter dan 790 meter. Kereta juga melewati tujuh jembatan salah satunya yang terpanjang 178 meter dan tertinggi 43 meter dari permukaan tanah.

Kereta wisata argo raung pertama kali dikenalkan sejak tahun 1995 setelah melihat tingginya minat para turis yang tertarik melihat perkebunan kopi.

Selain bisa menikmati pesona hamparan hijau perkebunan kopi sepanjang rute yang dilaluinya, tak kalah menariknya adalah sensasi dikegelapan terowongan menembus gunung Kumitir. Selain gelap, begitu masuk terowongan, hawa dingin tapi menyejukkan menyeruap di dalam terowongan.

Kereta wisata Argo Raung hanya mampu membawa delapan orang dengan tarif paket lima ratus ribu pulang pergi dengan menempuh perjalanan sekitar satu jam. Biaya ini terhitung murah karena bisa untuk sarana wisata keluarga, terutama mengisi liburan.

SULAP LIMBAH KERTAS JADI TAS BISNIS MENJANJIKAN

Dengan sedikit kreatifitas, limbah pun bisa dijadikan tambahan penghasilan. Itulah yang dilakukan Puji Lestari, warga Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Pacitan Jawa Timur, berkat kreativitasnya, limbah kertas percetakan disulap menjadi kerajinan tas yang bernilai ekonomi tinggi. Uniknya, tas produknya mengikuti pola dan corak gambar asli dari limbah yang ada sehingga diminati konsumen. Hasilnya penghasilan puluhan juta berhasil ia raup setiap minggunya.

Untuk membuat aneka tas unik ini cukup mudah. Mula-mula, kertas-kertas bekas ini terlebih dulu harus dipilah-pilah sesuai bentuk dan ukurannya. Kertas yang polos dipilih sesuai warnanya. Sementara yang bercorak gambar dijaidkan satu sesuai ukuran. Ini dilakukan untuk mempermudah pemrosesan tas sesuai ukuran dan coraknya. Setelah dipilah, kertas pun kemudian di potongi sesuai ukuran tas yang di inginkan, kecil, sednag maupun besar.

Biasanya, kertas selebar satu meter persegi harus dijadikan 6 potong agar tidak menyisakan limbah lagi. Setelah terpotong lembaran kertas dipadukan menggunakan lem sehingga kedua sisi bertemu. Lalu kertas dicetak menjadi bentuk tas.

Untuk mempercantik produk, digunakan gantungan dari tali berwarna warni. Kerumitan pembuatan tas ini butuh ketelitian dan kepintaran memanfaatkan kertas agar tas yang dihasilkan bergambar seperti corak aslinya. Seperti tas bergambar sampul buku mata pelajaran maupun sampul buku populer. Keunikan inilah yang dicari konsumen sheingga peluang pasarnya kini terus terbuka karena permintaan terus mengalir sehingga kewalahan memenuhinya.

”Namanya saja limbah, ya kita harus pintar-pintar memadukan gambar dan coraknya, sehingga bisa menampilkan corak seni beragam”, ujar Puji Lestari.

Berkat kreatifitas, Puji Lestari mampu menghasilkan 6 Ribu tas aneka bentuk setiap harinya dengan di Bantu 6 orang karyawan. Besarnya permintaan dari lokal Pacitan dan daerah lain seperti Jogyakarta dan Ponorogo, mengharuskannya kerja lembur. Bahkan, omzet per minggunya mencapai 10 hingga 15 Juta rupiah.

Produk tas Puji Lestari dijual mulai harga 850 Rupiah hingga 5 Ribu Rupiah tergantung ukuran dan corak yang dihasilkan. Produknya pun beragam, tas unik bergambar smapul buku pelajaran ini kini diminati anak-anak sekolah dengan harga 1500 Rupiah per bijinya.

NIKMATNYA BOTOK KETING, KAYA GIZI DAN RENDAH KOLESTEROL

Menikmati kuliner akan kurang menarik jika tidak menikmati makanan khas daerah. Di Lamongan Jawa Timur, botok keting menjadi salah satu makanan yang sering di buru warga. Selain rendah kolesterol, ikan keting yang merupakan ikan air tawar, kaya gizi dan rendah kolesterol.

Botok keting ini, dapat dijumpai di sebuah warung sederhana di Jalan Dokter Wahidin Kampung Magersari Kelurahan Tumenggungan Kecamatan Kota Lamongan.

Botok merupakan sebutan asli Jawa atau biasa di sebut dengan pepes. Berbeda dengan pepes pada umumnya, kuliner ini menggunakan bumbu rempah-rempah. Diantaranya bawang merah, bawang putih, kunyit, laos, ketumbar, cabe, lengkuas dan jinten. Namun yang menjadikan berbeda adalah bumbu tersebut di tambah buah asem untuk menambah gurih dan rasa yang khas. Bumbu yang sudah di siapkan kemudian di tumbuk hingga halus, di sebuah cobek.

Ikan keting atau yang juga di sebut ikan lundu, berkembangbiak di air tawar seperti sungai dan danau. Ikan jenis ini, di kenal memiliki tekstur daging yang lembut dan rasanya juga gurih.

Setelah ikan keting dibersihkan kemudian di campurkan kedalam bumbu rempah rempah tersebut. Pencampuran ikan keting dengan bumbu ini, menunggu sekitar 10 menit agar bumbu lebih terasa di daging ikan.

Ikan yang sudah dicampur dengan bumbu, di gulung dengan daun pisang, untuk proses pengukusan. Proses pengukusan ini memakan waktu kurang lebih 30 menit.

Bagi penikmat botok keting ini, lebih cocok bila di makan dengan sayur asem atau sayur bayam. Selain kaya gizi, botok keting atau pepes keting ini rendah kolesterol. Kuliner inipun cocok bagi warga yang berusaha menghindar dari kolesterol. Selain itu, dagingnya yang empuk membuat ikan ini dapat di makan semua kalangan, meskipun anak kecil atau balita sekalipun.

“Botok ikan keting ini sangat cocok terutama untuk sarapan pagi sebelum berangkat kerja”, ujar Lia, salah seorang penikmat botok keting.

Botok keting sangat bersahabat di kantong. Satu porsi berisi tiga ikan, dijual hanya lima ribu rupiah. Namun, untuk satu porsi makan bersama nasi dan sayur, dijual seharga delapan ribu rupiah. Bagi anda yang penasaran, tidak ada salahnya untuk mencoba.

PULAU DUTUNGAN, OBJEK WISATA INDAH YANG MASIH PERAWAN

Propinsi Sulawesi Selatan sebagai pintu gerbang Indonesia bagian timur, memiliki kekayaan wisata alam yang tak kalah indahnya di banding lokasi wisata lainnya. Salah satunya, wisata laut di pulau Dutungan yang merupakan satu diantara objek wisata andalan kabupaten Barru.

Pulau Dutungan, yang terletak di desa Palanro, Kecamatan Malusatessi, Kabupaten Barru, memilki keindahan panorama laut dan hutan yang indah, dengan luas delapan hektar dan memiliki sepuluh cottage ini, kerap dikunjungi turis lokal dari kabupaten terdekat.

Untuk menuju ke pulau Dutungan, dari kota makassar dapat ditempuh tiga setengah jam dengan jarak 132 kilometer, sementara jarak dari arah kota barru ke arah selatan sekitar 20 kilometer ke arah kota Pare-Pare berjarak 20 kilometer.

Jarak yang ditempuh dari kelurahan Palanro sendiri, tak memakan waktu yang cukup lama, hanya sekitar sepuluh menit dengan menggunakan transportasi perahu, atau berjarak 500 meter, kita sudah sampai di tempat tujuan.

Penyeberangan ke pulau Dutungan menggunakan tiga buah perahu, dengan kapasitas masing-masing 20 orang, dimana fasilitas transportasi yang disediakan milik manajemen resort, disamping beberapa perahu milik penduduk sekitarnya, hanya dengan merogoh kocek dua puluh ribu perorang, kita bisa sampai ditujuan.

Kondisi topografi secara umum dipulau Dutungan adalah datar dan berbukit, dari kemiringan o hingga 30. Daerah datar merupakan kawasan kebun dan ilalang, sedang daerah bukit merupakan kawasan hutan yang cukup besar yang menjadi lokasi berbagai jenis burung kicau bersarang.

Sementara daerah kawasan pantai terbagi dua, yaitu kawasan pasir putih dan kawasan hutan bakau, sedang daerah berbukti adalah daerah kawasan hutan jati.

Pengunjung objek wisata pulau Dutungan masih didominasi turis lokal, dari beberapa kabupaten terdekat dari kabupaten Barru. Kurangnya informasi merupakan salah satu kendala pengembangan objek wisata ini.

Perhatian pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam pengembangan objek wisata ini, terutama para pengunjung yang sebagian besar kaum remaja, yang belum sepenuhnya menyadari arti pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan di pulau tersebut.

Di sepanjang pantai, ada sekitar 10 cottage yang bias di sewa pengunjung dengan harga bervariasi tergantung lokasi serta kondis cottage.

Pengunjung yang menginap, biasanya melakukan kegiatan bakar ikan di pesisir pantai bersama kerabatnya, angin laut dan riak ombak menambah suasana tenang, setelah sepekan menjalani rutinitas sehari-hari, sayang rasanya bila tidak mampir sejenak dipulai ini.

MENDULANG RUPIAH DARI BETERNAK BURUNG JALAK YANG MULAI LANGKA

Berawal dari hobi memelihara berbagai jenis burung, Adi Wicaksono, seorang pemuda warga desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, berhasil membudidayakan burung jalak. Suaranya yang merdu serta tubuhnya yang indah membuat burung jalak yang mulai langka tersebut memiliki pesona tersendiri dan harganya pun mencapai jutaan rupiah.

Peluang bisnis penangkaran burung jalak semakin memiliki tempat tersendiri karena burung jenis ini semakin langka. Kelangkaan burung jalak ini membuat Adi Wicaksono, cukup giat dalam membudidayakannya. Apalagi, keuntungan yang di raihnya cukup menggiurkan.

Dengan memanfaatkan halaman belakang rumah yang cukup luas, ratusan burung jalak ditangkarkan di lima puluh kandang untuk dikembangbiakkan. Hasilnya pun cukup menjanjikan. Harga burung jalak anakan yang berumur satu bulan dipatok sekitar Lima Ratus Ribu Rupiah, sedangkan untuk indukan harganya bisa mencapai Empat sampai Lima Juta Rupiah.

Karena banyaknya pesanan dari para penggemar burung, Adi pun mengaku kewalahan. Kebanyakan pesanan berasal dari kudus sekitar dan kota kota besar lainnya seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya hingga Jakarta. Sejak empat tahun lalu, di lokasi penangkaran ini dikembangbiakan tiga jenis burung jalak, yakni Jalak Uren, Jalak Mandarin dan Jalak Putih.

Menurut Adi, mengembangbiakkan burung jalak tidaklah rumit. Makanan dan perawatannya hampir sama dengan jenis burung lainnya. Hanya saja butuh ketekunan dalam pemeliharaannya, seperti harus memberisihkan kandang secara rutin agar burung jalak terhindar dari penyakit.

Selanjutnya, cukup dibuatkan kandang dengan ukuran luas, alat penetas dan disinvektan sebagai pencegah penyakit. Selain sebagai sarana bisnis dan hobi, penangkaran juga merupakan salah satu bentuk usaha untuk melestarikan burung jalak yang kini populasinya kian menurun.

“Karena populasinya yang terus berkurang dan kian langka, burung jalak banyak di buru para penggemar burung”, ujar Adi.

Burung berkicau jenis jalak kian digemari kalangan pecinta burung. Kicauannya yang nyaring dan merdu serta memiliki tubuh indah dan bulu yang khas menjadi pesona tersendiri bagi para penggemarnya.

GELIAT EKONOMI DESA SENTRA PENJUAL JAMU TRADISIONAL

Di tengah gencarnya razia jamu-jamu berbahaya, warga desa Pajangan Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, justru menikmati hasil usaha penjualan jamu tradisional yang telah di gelutinya secara turun temurun. Bahan baku dari sejumlah jenis tanaman tradisional, menyebabkan jamu mereka masih mendapat tempat di hati konsumen 04/12/12.)

Selama ini, desa Pajangan Kecamatan Sukodadi, di kenal sebagai sentra pembuatan jamu tradisional. Dari 500 lebih kepala keluarga, 120 di antaranya menggeluti usaha pembuatan jamu tradisional.

Seperti keluarga Supratini misalnya, yang mewarisi keterampilan pembuatan jamu dari neneknya ini, setiap hari selalu di sibukkan dengan pembuatan jamu tradisional untuk memenuhi selera pelanggannya. Jenis jamu buatan ibu Supratini ini meliputi kudu laos, temu lawak, beras kencur dan lain sebagainya.

Sebagian besar bahan baku di dapat dari pasokan warga setempat juga, hanya sejumlah jenis buah yang harus di beli dari luar Lamongan.

Jamu-jamu ini kemudian di masukkan ke dalam botol untuk kemudian di jajakan di sejumlah tempat di lamongan. Untuk menambah khasiatnya, saat di minum biasanya di tambah jamu kemasan produksi sejumlah produsen jamu nasional. Untuk satu gelas, jamu tradisional ini di jual seharga 500 Rupiah di tambah 1 set jamu kemasan seharga 2000 Rupiah.

Dalam sehari, Supratini membuat sedikitnya 50 liter jamu, dengan total uang yang di dapatnya antara 100 hingga 150 Ribu Rupiah.

Meski akhir-akhir ini sedang marak razia jamu tradisional karena di curigai mengandung bahan-bahan berbahaya, namun, para pembuat jamu tardisional ini, tidak lah khawatir. Pasalnya, usaha yang mereka geluti ini sudah berlangsung turun temurun dan bahan yang di gunakannya pun juga tradisional. “Saya tidak khawatir, karena sudah dari dulu menjual jamu tradisional dan tidak ada masalah”, ujarnya.

Menurut Supratini, selama ini, pemerintah setempat belum pernah melakukan pembinaan kepada para penjual jamu, baik mengenai cara pembuatan jamu yang sehat serta membantu dalam penjualannya.

Kenaikan sejumlah harga bahan baku memukul usaha warga setempat yang telah menekuni usaha pembuatan jamu dengan semi modern, yakni mulai membuat kemasan bermerek. Namun, kenaikan harga BBM yang di susul kenaikan haga bahan baku, membuat usaha pembuatan jamu semi modern tersebut, gulung tikar. Namun, penjualan jamu tradisional, terbukti masih mampu bertahan.

SAJIAN GURIH SEMUR KERANG JAMANG

Kerang adalah salah satu biota laut yang memiliki rasa gurih yang khas. Cita rasa tersebut akan menjadi lebih nikmat jika di padu dengan bumbu dari rempah-rempah tradisional khas pantura Gresik Jawa Timur.

Adalah kerang, salah atu jenis kerang yang banyak berkembang biak di pantai utara Kabupaten Gresik. Kerang berbentuk lonjong dengan warna kuning tersebut, di kenal memiliki daging cukup besar dengan tekstur kental. Karena itu, kerang jamang banyak di suka karena mudah di masak dan rasanya pun cukup gurih.

Warga desa Banyu Urip kecamatan Ujungpangkah misalnya, memiliki makanan khas berbahan kerang jamang yang di kenal dengan nama ‘semur kerang jamang’. Sesuai namanya, kerang jamang di masak dengan kuah semur.

Soal rasa, hmm…. hmmm jangan di tanya. Sekali saja Anda merasakannya, di pastikan akan ketagihan. Pasalnya, gurihnya daging kerang jamang bukan sekedar mampu menggoyang lidah Anda, tapi lebih dari itu, menyuguhkan rasa nikmat tiada tara.

Untuk membuat masakan semur kerang jamang sangatlah mudah. Pertama, Cuci bersih kerang, lalu rebuslah hingga matang. Pada saat yang sama, haluskan semua bumbu kecuali batang sereh, daun salam dan lengkuas. lalu bumbu yang sudah dihaluskandi goring dalam wajan hingga matang dan kemudian ditambahkan kecap manis. Aduk hingga rata dan matang. Setelah itu, bumbu ditambahkan ke rebusan kerang. Tunggu sampai matang dan semur kerang jamang pun siang di santap.

Di desa Banyuurup,. masakan semur kerang jamang sering tidak di jual bebas melainkan di sajikan untuk menghormat tamu dari luar daerah yang berkunjung ke desa. Meski demikian, semur kerang jamang, cukup di kenal sebagai salah satu ikon masakan tradisional khas pantura Gresik.

OSENG-OSENG KEONG LAUT PENGGOYANG LIDAH YANG NIKMAT

Apa jadinya jika keong laut atau usal yang selama ini tak pernah dimanfaatkan, justru menjadi hidangan istimewa. Mujiyanto, salah satu pemilik warung makan di wilayah pantai Kukup, Gunungkidul, Yogyakarta, justru keong laut yang selama ini jarang di manfaatkan menjadi menu andalan warungnya hingga diminati banyak pelanggan.

Di warung Mujiyanto, Oseng-Oseng Keong Laut Lombok Ijo, menjadi menu istimewa dan menggoyang lidah. Cara pembuatannya pun cukup simpel seperti oseng pada umumnya. Yaitu pertama-tama bawang merah dan bawang putih yang sudah di haluskan di tumis terlebih dahulu, kemudian cabe hijau yang telah di potong dan daun salam, barulah usal atau keong yang sudah di ambil dari cangkang dan telah di rebus terlebih dahulu ini, dan di berikan sedkit garam dan gula kemudian di tumis hingga matang. Keong lombok ijo pun siap di sajikan.

Selain menyuguhkan rasa gurih, pedas dan tidak amis, oseng-oseng keong laut juga diyakini mampu meningkatkan stamina tubuh.

Menurut pemilik warung ide awal menjual oseng usal ini saat pelanggannnya meminta di buatkan oseng dari usal dengan lombok ijo. Sejak saat itu, usal lombok ijo menjadi menu istimewa bagi wisatawan yang datang ke Pantai Kukup. “Awalnya hanya permintaan sejumlah pelanggan saja. Tapi saat ini sudah banyak yang menyukainya”, ujar Mujiyanto.

Jika hari libur, dalam sehari ia mampu menghabiskan 5 kilogram usal, atau keong, namun kendala yang di hadapi adalah saat air laut pasang, bahan baku usal ini sangat sulit untuk di cari. Untuk harga per porsi beserta nasi, anda hanya cukup merogoh gocek 12 ribu rupiah, anda sudah bisa menikmati oseng usal lombok ijo yang menggoyang lidah.

RITUAL JAMASAN RIBUAN KOLEKSI BENDA PUSAKA

Pada zamannya, keris merupakan simbol kekerasan dan kekuasaan bahkan. Namun, kesan tersebut, hilang saat menyaksikan 1.150 koleksi keris pusaka milik Mbah Slamet Supriyanto, warga Jalan Raya Belitung No.10 Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), kecamatan kebomas. Bahkan, kesan mistik yang selama ini identik dengan keris pusaka sekalipun, juga tidak tampak.

Setiap hari Selasa Kliwon pada bulan Suro Kalender Jawa atau Bulan Muharam untuk kalender Hijriyah, Mbah Slamet selalu menggelar tradisi jamasan atau mencuci seribu lebih keris pusaka koleksinya (27/11/2012.)

Sebagai kolektor keris pusaka, Mbah Slamet selalu berupaya menjaga kondisi keris-kerisnya agar tetap dalam kondisi bagus. Hasilnya, justru keindahan seni keris terpancar begitu kuat dan tak kalah menarik dengan seni lukis maupun seni tarik suara sekalipun.

Sesuai tradisi jamasan yang di warisinya, Mbah Slamet menggunakan air dari tujuh sumber mata air yang telah di taMbahkan aneka jenis bunga untuk menambah aroma wewangian.

Sebelum prosesi jamasan di mulai, seluruh anggota keluarga menggelar doa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar tradisi jamasan keris berjalan lancar. Usai doa, satu-persatu keris di keluarkan untuk di jamas.

Sejak masa muda, Slamet Supriyanto sudah gemar mengkoleksi benda pusaka. Dirumahnya, tersimpan benda pusaka seperti keris, tombak, pedang maupun kapak budho, termasuk koleksi tertua dari zaman Singosari dan Tartar.

Menurut Mbah Slamet, tradisi jamasan adalah salah satu rangkaian perawatan keris untuk meneliti ulang kondisi keris agar seperti kondisi sedia kala. Di samping itu, merupakan tradisi yang seyogyanya di lakukan oleh setiap pemilik benda pusaka agar pamornya tetap terjaga.

“Ini adalah bagian dari tradisi untuk menjaga kondisi keris serta pamornya agar terjaga seperti sedia kala”, ujarnya.

Untuk bisa mengkoleksi keris sebanyak ini, Mbah Slamet kerap berpetualang ke berbagai daerah untuk berburu keris pusaka. Kendati demikian, tidak seluruhnya koleksi yang dimiliki merupakan hasil pembelian dari orang lain. Ada juga pemilik keris yang memberikan secara cuma-cuma agar dirawat dengan baik.

Ada beberapa pusaka yang paling disenangi oleh Mbah Slamet, yakni pusaka Kanjeng Kiai Bledeg, Kiai Setan Kober, Kiai Topek dan Tombak Kiai Robyong di era Sunan Giri pada abad 15 Masehi.

Bagi Mbah Slamet, memiliki keris pusaka bukan saja sekedar hobi belaka. Tapi lebih dari itu, adalah cerminan kecintaannya pada warisan budaya bangsa.

GUSTAVO LOPEZ KEMBALI PERKUAT PERSELA, 2 PEMAIN ASING ANGKAT KOPER

Setelah mencapai kesepakatan kembai bergabung dengan Persela, pemain asal Argentina Gustavo Lopez mulai menjalani latihan perdana bersama para pemain Laskar Joko Tingkir lainnya, di stadion surajaya lamongan, Senin sore (26/11.) Bahkan, hadirnya Gustavo membuat tribun stadion di penuhi para suporter Persela LA Mania.

Gustavo menjadi pemain asing ke empat yang sepakat bergabung kembali dengan Persela, setelah sebelumnya menejemen Persela menuntaskan kesepakatan dengan tiga pemain asing lainnya, yakni Roman Goliant, Mario Costas dan pemain asal Korea Selatan In Kyun Oh.

Meski kondisi belum fit, namun pemain berusia 28 tahun tersebut mampu melahap semua program latihan yang di terapkan pelatih Persela, Gomes De Oliviera.

Pelatih Gomes mengaku senang dengan kehadiran Gustavo. Hadirnya Gustavo ini mampu memberikan semangat bagi para pemain lainnya dan mampu meningkatkan irama pola permainan yang di terapkan dalam latihan. “saya senang, Karena ada semangat baru dalam latihan pemain sore ini”, ujarnya.

Di sisi lain, latihan perdana Gustavo Lopez memakan korban yakni di depaknya pemain asal Iran berposisi sebagai stopper, Vali Korsandi, meski mantan pemain Masjed Soleyman kompetisi Iran tersebut hanya mengikuti latihan dua kali pertemuan.

Sebelumnya, Persela juga telah mencoret mantan pemain Persidafon Dafonsoro, Marcelo Cirelli dari proses seleksi.

LOMBA DESAIN BATIK KHAS GRESIK, DI IKUTI RIBUAN PESERTA

Batik telah ditetapkan Unesco sebagai budaya asli Indonesia. Namun, batik khas belum banyak dimiliki beberapa daerah. Karena itu, Dewan Kerajinan Nasional Kabupaten Gresik Jawa Timur, menggelar lomba desain batik etnik yang di ikuti ribuan orang (24/11/2012.)

Ribuan pelajar dan masyarakat kota Gresik Jawa Timur, cukup antusias dalam mengikuti lomba desain batik khas Gresik, yang di gelar Dewan Kerajinan Nasional setempat di Pendopo Bupati. Selain bertujuan menggali potensi batik khas, kegiatan ini menjadi bagian pembelajarkan dalam mengembangkan seni batik tradisional.

Ada dua kategori dalam lomba desain batik ini, yakni kategori umum dan kategori pelajar. Untuk kategori pelajar, di ikuti sekitar dua ribu pelajar dari sejumlah sekolah di Gresik.

Meski hanya di beri kesempatan 3 jam, namun para desainer muda ini cukup kreatif dalam menuangkan ikon-ikon kota Gresik dalam goresan tinta batik.

Ada banyak motif yang selama ini menjadi ciri khas kota Gresik untuk dijadikan sebagai motif desain batiknya, seperti gapura makam sunan giri, pudak, ikan bandeng, kerang simping, guci betoyo dan lain sebagainya.

Bupati Sambari Halim Radianto dalam sambutannya mengatakan, bahwa, sejak Batik di tetapkannya sebagai warisan budaya oleh UNESCO, maka para pengrajin atau pengusaha mulai menggeliat untuk bangkit kembali. “Daerah-daerah penghasil batik yang dulu sempat gulung tikar, kini mulai bergairah kembali. Dan kini giliran Kabupaten Gresik mencoba menggali potensi daerah melalui lomba desain batik,”ungkapnya.

Sejauh ini, kota Gresik belum memiliki batik khas. Motif batik yang selama ini beredar, seperti batik dulit, batik sisik bandeng, belum di akui masyarakat sebagai batik khas Gresik.

Dengan lomba desain batik motif etnik ini, di harapkan muncul, motif-motif baru yang bisa mewakili kota Gresik dalam dunia batik. Bahkan, batik etnik Gresik tersebut, nantinya akan di promosikan hingga ke luar negeri.

MINIATUR GERBONG MAUT, SOUVENIR UNIK YANG LARIS MANIS

Frans Subiakto (48 th) warga Kelurahan Tamansari Kecamatan Kota, Bondowoso Jawa Timur, seorang perajin furniture berhasil membuat miniatur gerbong kereta api dari bahan dasar kayu dan kertas karton. Selain unik dengan detail yang menarik, miniatur gerbong kereta api ini juga disukai masyarakat, Karena mengandung unsur sejarah yang erat kaitannya dengan kota Bondowoso.

Ide membuat miniatur gerbong kereta api ini bermula dari permintaan sejumlah. Frans kemudian memilih gerbong kereta api tahun 1940-an, di era Belanda menjajah Indonesia. Selain itu, Frans juga mendapat inspirasi dari peristiwa gerbong maut yang menjadi ikon kota Bondowoso. Saat itu, banyak pejuang disandera dan dimasukkan ke gerbong kereta milik Belanda, hingga tewas karena kelaparan dan hanya beberapa orang yang bisa bertahan hidup.

Selain unik, miniatur gerbong maut ini ternyata disukai masyarakat. Miniatur gerbong ini menjadi kenangan tersendiri bagi pelanggan karena pernah memanfaatkan jasa kereta api.

Kini produksi kerajinan Frans berlipat, karena banyaknya pesanan. Dalam dua bulan misalnya, harus menyediakan tiga ratus buah gerbong kereta api. Untuk itu, Frans tak tanggung-tanggung merogoh modal hingga 15 Juta Rupiah. “Alhamdulillah, sambutan masyarakat sangat bagus”, ujarnya.

Dalam satu hari, Frans bersama tiga karyawannya mampu membuat 25 buah gerbong kereta api. Satu buah miniatur gerbong kereta dijual beragam, antara 150 ribu rupiah hingga 800 ribu rupiah, tergantung besar kecil dan kerumitan permintaan desain.

Perajin ini membuat miniatur gerbong kereta api dari bahan dasar kayu, kertas karton dan kawat. Proses pembuatannya, mula-mula kayu dipotong sesuai ukuran papan, rel, roda, dan casis. Jika gerbong sudah terbentuk, kemudian dicat hitam sebelum memasuki proses finishing.

DONGKRAK PENJUALAN DENGAN KERAJINAN BATIK KERAMIK

Sejak dua tahun ini, sejumlah perajin keramik asal Desa Pagerjurang, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah terus melakukan inovasi baru dengan membuat keramik motif batik, untuk mendongkrak penjualan akibat lesunya pasar. Kerajinan keramik yang hanya terbuat dari tanah liat disulap menjadi kerajinan yang lebih mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Corak batik yang biasa di tuangkan media lembaran kain, kini dikembangkan dalam kerajinan keramik tanah liat. Berbagai corak dan jenis keramik indah pun tertuang dalam sejumlah hiasan. Mulai dari yang bermotif bunga, tokoh pewayangan hingga ukiran batik menjadi hiasan unik dari kerajinan keramik.

Selain untuk mengembangkan budaya, kerajinan batik keramik ini merupakan salah satu ivonasi baru untuk memberikan corak dan warna yang berbeda dari kerajinan keramik tradisional yang kian mengalami keterpurukan.

Sayangnya, meski sudah berproduksi, namun banyak diantara para pengrajin ini sering terkendala pemasaran dalam produksnya. Ketiadaan anggaran untuk promosi sekaligus keberpihakan pemerintah menjadi masalah klasik para perajin di desa Kerami Bayat ini.

Kendalanya pemasaran dan minimnya permodalan, mengancam eksistensi perajin. Karena itu, pengrajin berharap pemerintah memperhatikan perajin keramik agar tetap hidup dan karyanya semakin memperoleh penghargaan masyarakat.

ENERGI LISTRIK TENAGA KULIT DURIAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Gresik Jawa timur, berhasil menciptakan sumber pembangkit tenaga listrik, berbahan kulit durian yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Ide membuat sumber pembangkit listrik ramah lingkungan tersebut, berawal dari keprihatinan para siswa atas banyaknya sampah kulit durian di sekitar lingkungan mereka (22/11/2012).

Sumber pembangkit listrik berbahan baku kulit durian tersebut, merupakan hasil inovasi yang dikembangkan, siswa-siswi Jurusan Kimia Industri SMK Negeri 01 Cerme, Gresik. Mereka memanfaatkan barang-barang bekas yang mudah ditemui di lingkungan sekitar tempat tinggalnya, diantaranya bateri bekas dan kulit durian.

Pembangkit listrik ramah lingkungan, karya para siswa SMK ini, bisa bertahan selama hampir dua bulan, yang kualitasnya tidak kalah dibandingkan produk industri.

Meskipun memanfaatkan limbah, atau barang bekas, tetapi energi baterai berbahan kulit durian ini, bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya untuk sumber tenaga jam dinding, lampu led dan radio.

Menurut para siswa, kulit durian memiliki kandungan, magnesium, natrium dan zat besi lainnya, yang dapat menghasilkan arus listrik.

Energi listrik ramah lingkungan ini, berawal dari keprihatinannya para siswa, terhadap gunungan kulit durian, yang mengotori lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Proses pembuatan energi listrik alternatif ini, terbilang cukup sederhana. Diawali dengan membuka tutup bateri, dan mengeluarkan seluruh isi cairan karbon di dalamnya. Setelah tabung baterai kosong, dilakukan pengisian kulit durian, yang telah dilembutkan, kemudian ditutup kembali hingga rapat agar tidak terjadi kebocoran. Namun, sebelum ditutup, baterei harus dilapisi dengan kertas karton, agar ion positif tidak bersentuhan dengan ion negatif.

Setelah baterai durian tertutup rapat, dilakukan pengujian tegangan, dengan menggunakan avo meter. Pengujian ini hanya mengukur kuat arus dan beda potensial atau tegangan listrik.

Bateri durian ini, bisa digunakan untuk menyalakan lampu, jam dinding, radio dan banyak kebutuhan rumah tangga lain, yang membutuhkan listrik dari baterai. “Meski energi listrik yang di hasilkannya tergolong arus lemah, tapi bias di manfaatkan untuk banyak keperluan sehari-hari”, ujar Andi Bagus, salah seorang siswa pencetus ide energi alternatif ini.

Pihak sekolah akan mendorong siswa siswi, untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan temuannya, agar bisa dinikmati dan dimanfaatkan masyarakat luas.

Temuan siswa SMK ini, mampu merebut juara kedua tingkat Nasional, Lomba Karya Ilmiah Pelajar yang digelar Kementerian Pendidikan Nasional.

JAJE ALEM RASA GULA AREN KHAS BALI YANG NIKMAT

Jaje alem adalah salah satu camilan khas Bali memiliki citarasa gula aren yang manis bercampur aroma daun pisang sehingga memiliki citarasa tersendiri yang alami. Hingga kini jajanan khas Bali tersebut sering menjadi pelengkap secangkir kopi dan teh sehingga rasanya sangat mantap.

Jaje alem memiliki bentuk yang unik, yaitu bulat memanjang yang dibungkus dengan daun pisang. Salah satu panganan khas Bali tersebut memiliki rasa gula aren yang manis bercampur dengan rasa daun pisang. Terasa kenyal bila dikunyah sehingga sangat cocok bila ditemani dengan secangkir teh atau kopi.

Cara pembuatan jajan tradisional bali ini tidak terlalu rumit dan tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat, yaitu tepung kanji, tepung ketan, gula aren,dan sedikit garam. Proses pembuatannya pun sangat mudah, pertama tepung kanji dan tepung ketan diulek, kemudian dituangkan gula merah sampai cair.

Nah setelah halus, adonan dimasukan kedalam plongsong daun pisang yang sudah dibentuk dan selanjutnya dikukus sampai matang. Dengan waktu kurang lebih setengah jam,jaje alem sudah jadi dan siap dihidangkan.

Hanya yang perlu sedikit diperhatikan yaitu plonsong daun pisang tidak boleh bocor, supaya tidak rugi kalau sampai bocor nanti isinya akan kosong.

Jaje alem ini biasanya dibuat saat ada upacara adat, maupun konsumsi pribadi. Nah! apabila tertarik, Anda bisa mencoba membuatnya dirumah, karena caranya sangat sederhana dan mudah.

MENIKMATI KEINDAHAN AIR TERJUN TINGKAT TUJUH DI LERENG GUNUNG UNGARAN

Menikmati segarnya alam pegunungan dengan derasnya air terjun, sangat cocok untuk mengisi waktu berlibur. Air terjun Bidadari di lereng Gunung Ungaran Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang misalnya, layak masuk dalam agenda liburan Anda.

Suasana pedesaan yang khas dan alami langsung menyergap mata begitu Anda tiba di kawasan air terjun Bidadari. Sungai ber-arus deras, jembatan bambu dan areal persawahan hijau bertingkat, menjadi panorama pertama yang bisa Anda nikmati.

Hanya beberapa ratus meter saja Anda berjalan, air terjun bertingkat tujuh sudah ada di depan mata. Air terjun Bidadari tersebut sangat eksotis. Airnya mengalir deras menyusuri tebing-tebing batu sebelum akhirnya jatuh membentuk embung yang cukup dalam.

Para wisatawan bisa mendekati air terjun hingga persis di bawahnya. Bahakn, bisa mandi di kucuran air yang berada di tepian air terjun atau menceburkan diri ke dalam embung. Tentu saja harus hati-hati, karena di beberapa bagian batuan agak licin. Embung juga memiliki kedalaman hingga empat meter. Jadi pastikan Anda bisa berenang jika ingin menceburkan diri di embung.

Bagi anak-anak, akan lebih nyaman mencebur di aliran sungai kecil dan tidak dalam yang ada di bawah air terjun. Airnya jernih dan membentuk jeram-jeram kecil dan tidak berbahaya, sehingga cukup asyik untuk bermain-main.

Air terjun Bidadari termasuk salah satu tempat wisata baru di lereng gunung Ungaran. Sebelumnya air terjun ini sulit dijamah karena berada di areal terpencil dan jauh dari akses jalan. Sejak dibangunnya akses jalan dari kawasan wisata Bandungan menuju daerah ini, air terjun Bidadari kini menjadi magnet baru. Apalagi air terjun ini letaknya hanya 10 kilometer sebelah barat kawasan wisata Candi Gedongsongo yang sudah dikenal sebagai ikon wisata di kabupaten Semarang.

KALIGRAFI LIMBAH SERBUK KAYU BANYAK DI BURU PEMBELI

Dengan memanfaatkan sedikit keterampilan melukis yang dimilikinya, seorang seniman di Lamongan Jawa Timur, berhasil memanfaatkan limbah serbuk kayu sisa gergajian, sebagai bahan utama kaligrafi. Kini, lukisan kaligrafinya, banyak di buru pembeli (19/11/2012.)

Sama seperti melukis pada umumnya, Mohammad Fauzi Baihaqi, Warga Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Lamongan, hanya bisa membuat kaligrafi saat insting seninya sedang baik. Fauzi membuat kaligrafi dengan memanfaatkan limbah serbuk kayu gergajian. Uniknya, Fauzi tidak pernah belajar kaligrafi.

Fauzi membuat kaligrafi sejak ramadhan lalu atau sekitar agustus. Hingga saat ini sudah empat kaligrafi dari delapan yang sudah dibeli para peminat.

Untuk membuat lukisan kaligrafi ini cupuk mudah. Mula-mula, serbuk gergaji dicampur bahan lem lalu diaduk-aduk. Selanjutnya di buat sketsa kaligrafi dengan kapur warna di atas tripleks. Serbuk gergaji yang dicampur lem direkatkan pada huruf yang ditulis dari yang paling akhir dan dihaluskan dengan kuas. Setelah itu kaligrafi dikeringkan dan dicat.

Huruf kaligrafi biasanya diberi warna kuning emas dengan latar belakang warna coklat kemerahan agar lebih elegan.

Fauzi memulai usaha ini berawal, saat melihat banyak sisa-sisa serbuk kayu gergajian, tiba-tiba seperti ada dorongan memanfaatkannya untuk kaligrafi. Fauzi pun memulainya dari huruf paling akhir kaligrafi arab yang dibuatnya. Bahkan, Fauzi menuliskannya dari kiri ke kanan, tidak seperti lazimnya menulis tulisan huruf arab dari kanan ke kiri.

Fauzi juga bisa menulis kaligrafi dalam posisi terbalik dan bisa dilihat dari kaca menjadi posisi normal. “Saya tidak pernah belajar menulis indah huruf Arab. Semuanya saya dapatkan secara otodidak”, ujar Fauzi.

Satu kerajinan kaligrafi di jual seharga 2 hingga 3 Juta Rupiah, yang selama ini di beli beberapa peminat asal Lamongan dan Gresik.

Untuk mengembangkan usahanya, Fauzi masih membutuhkan uluran tangan Pemerintah, untuk membantu pemasaran serta bantuan permodalan.

MANGUT BELUT, PEDASNYA BIKIN KETAGIHAN

Belut adalah salah satu biota air tawar yang dagingnya gurih, hingga banyak di suka para penikmat kulinher. Ya, hewan air inijuga dikenal mengandung protein tinggi. Di Jalan Sampangan Kota Semarang Jawa Tengah sebuah kedai yang menyajikan belut sebagai hidangan favorit. Dan resepnya pun dengan resep bumbu mangut khas pesisir yang ekstra pedas.

Banyak menu disajikan dalam kedai tersebut. Tapi yang paling khas adalah mangut belut. Ya, hewan air kaya protein tersebut, diproses melalui cara pengasapan sehingga berwarna hitam.

Bumbu mangut khas pesisir sendiri merupakan olahan bumbu rempah dan cabe yang ekstra pedas. Setelah bumbu mendidih dan tercampur, belut-belut besar ini pun dimasukkan. Setelah sekitar setengah jam. Mangut belut pun dihidangkan.

Bagi penggemar kuliner, mangut belut sampangan ini sudah akrab di telinga dan tenmtu juga di lidah. Citarasa bumbu rempah tradisional dan pedasnya cabe, dipadu dengan aroma belut yang sudah diasap, benar-benar menggugah selera.

Harga mangut belut ini cukup terjangkau. Cukup dengan merogoh kocek Lima Belas Ribu Rupiah, Anda sudah bisa menyantap se porsi mangut belut dengan potongan yang besar, sepiring nasi, serta segelas minum sesuai selera Anda.

LUCUNYA PAMERAN SATWA LANGKA PIARAAN SISWA

Suasana berbeda tampak di halaman SMA Negeri 01 Kebomas, Gresik Jawa timur. Ratusan siswa tampak riang gembira melihat aneka jenis satwa piaraan teman-temannya sendiri yang di pamerkan dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa Dan Satwa Nasional (17/12/2012.)

Beberapa jenis satwa yang di pamerkan antara lain, kucing, burung, iguana, anjing, hamster, musang serta ular yang selama ini jarang mereka temukan berkembangbiak di alam terbuka.

Sejumlah siswa bahkan mengabadikan kegiatan ini sambil berfoto dengan binatang yang dalam pandangan mereka cukup menakutkan dan menjijikkan, seperti ular dan lain sebagainya. “Awalnya, saya merasa takut, tapi sekarang merasa akrab”, ujar Puteri, salah seorang siswi.

Sejumlah siswa yang memamerkan binatang piaraannya tidak saja sekedar mempertontonkannay saja pada temannya. Melainkan juga menerangkan cara pemeliharaannya serta cara bergaul yang baik dengan satwa-satwa yang selama ini di kenal berbahaya.

Wisnu, salah seorang siswa pecinta ular, membawa belasan ular berbagai jenis, baik yang memiliki bisa berbahaya maupun yang jinak. Menurut Wisnu, hobi memelihara ular, sudah di tekuninya sejak kecil dan kini, Wisnu merasa lebih akrab dengan ular. “Ular-ular ini sudah menjadi teman keseharian saya”, katanya.

Pihak sekolah sengaja menggelar kegiatan ini, agar para siswa bisa kenal aneka jenis satwa langka secara langsung yang selama ini hanya mereka kenal dari buku pelajaran saja. Di samping itu, kegiatan ini menjadi kampanye peduli satwa untuk menjaga kesimbangan ekosistem.

SENI GURIAN, KESENIAN JAMAN PAJAJARAN YANG NYARIS PUNAH

Khasanah budaya sunda memang tak ada habisnya. Namun keberadaannya kini cukup memprihatinkan karena sulit mencari penerus. Salah satunya adalah seni Gurian.

Seni Gurian merupakan peninggalan ki sunda pada jaman Kerajaan Pajajaran ini, pada awalnya hanya menyuguhkan alat gamelan dasar yang konon katanya merupakan ungkapan rasa atau perasaan Prabu Siliwangi terhadap derap masyarakat dalam membangun kehidupan bersama.

Gurian pada awalnya hanya terdiri dari kecapi dan suling saja, namun seiring dengan perkembangan zaman, seni ini ditambahkan gendang dan bahkan alat musik modern seperti keyboard.

Lantunan bait apik Sinden memberi kesan tersendiri bagi penikmatnya, apalagi saat diselingi tabuhan khas alat musik kecapi dan suling.

Sajian seni Gurian semakin apik saat sinden yang juga penari menyuguhkan lenggok jaipong, saking menjiwainya, seorang pensinden bahkan mengalami histeria atau kesurupan.suguhan semakin lengkap saat para penikmat ikut berjoget tak ubahnya seni jaipong maupun tayub.

Sayangnya seni peninggalan budaya bangsa ini tak banyak diketahui masyarakat, bahkan keberadaanya kini semakin hilang karena sulit mencari penerus.

LEZATNYA SATE DAN TONGSENG TORPEDO KAMBING UNTUK KEBUGARAN

Sebagian besar masyarakat jarang mengkonsumsi torpedo (alat kelamin) kambing. Namun, tak sedikit pula warga yang percaya, bahwa torpedo mempunyai khasiat yang banyak di idamkan kaum pria, setelah diolah menjadi makanan, berupa sate maupun tongseng. Torpeda kambing, di percaya mampu meningkatkan vitalitas.

Salah satu warung makan yang menjual sate dan tongseng torpedo kambing adalah warung milik Riyanti Ningsih di kawasan Condongcatur, Depok, Sleman - DIY.

Cara memasak sate maupun tongseng terpedo ini, tidak terlalu sulit. Pembuatan sate ini pun cukup mudah, seperti pembuatan sate pada umumnya . Pertama-tama, torpedo kambing di potong kotak-kotak dan di tusuk, layaknya membuat sate. Kemudian sate torpedo dimasukkan dalam bumbu cair dan di bakar setengah matang. Dalam kondisi setengah matang ini, sate diangkat dan kembali di masukkan ke dalam bumbu lagi, agar bumbu meresap dan di bakar hingga matang.

Sedangkan untuk tongseng torpedo, pembuatannya cukup sederhana, yaitu, torpedo di potong potong seperti saat memotong pada sate, kemudian di di masukkan dalam wajan yang sudah berisi berbagai bumbu. Untuk tongseng terpedo kambing ini, memakai bumbu mrica, bawang merah, bawang putih, garam yang di haluskan. Kemudian campuran bumbu dan potongan terpedo dimasak dan di aduk hingga rata dan meresap.

Setelah bercampur dan meresap, kemudian di tambah kuah gulai dan di berikan sedikit kecap, untuk menambah rasa yang lebih nikmat. Tongseng torpedo pun siap untuk di sajikan.

Menurut pemilik warung, penjualan sate dan tongseng torpedo bermula karena banyaknya pelanggan yang menanyakannya. Para pelanggan sangat percaya dengan khasiat terpedo yang dapat menambah kebugaran dan vitalitas. “Banyak sekali yang meminta saya menjual sate torpedo. Ya saya turuti aja”, ujar Riyanti Ningsih.

Bagi penikmat tongseng dan sate torpedo kambing ini, mereka sering mengkonsumsi makanan tersebut, karena, percaya akan manfaat yang dirasakan. Sate maupun tongseng topedo ini di yakini menambah stamina dan vitalitas.

Untuk dapat mengkonsumsi sate maupun tongseng torpedo kambing, para pelanggan hanya mengeluarkan kocek 11 Ribu Rupiah untuk setiap porsinya. Dengan harga yang terjangkau, para pelanggan sudah dapat menikmati lezatnya sate dan tongseng torpedo kambing tersebut.

SISWA SMP CIPTAKAN ALAT UKUR TINGGI BADAN DIGITAL

Sebagian siswa mungkin merasa jenuh saat mengikuti pelajaran fisika, karena rumus-rumusnya tergolong rumit dengan manfaat yang belum di ketahuinya. Namun, tidak demikian bagi 2 orang siswa SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru Kecamatan Manyar Kabupetan Gresik Jawa timur, bernama Muhammad Wicaksono dan Shiddiqi, yang berhasil menerapkan rumus-rumus fisika dalam menciptakan alat ukur tinggi badan otomatis 15/12/2012.)

Rumus fisika yang membosankan tanpa tahu kegunaannya, ternyata sangat bermanfaat ketika di gunakan sebagai bagian dari sistem ultrasonic yang di padu dengan alat mikro kontroller.

Dengan alat ini, seseorang bisa mengetahui tinggi badannya tanpa harus di bantu orang lain, sehingga membutuhkan waktu lebih cepat dengan hasil akurat.

Untuk menciptakan alat ukur tinggi badan otomatis ini tidaklah terlalu sulit, beberapa peralatan yang harus disiapkan antara lain sensor ultrasonic sebagai pengukur tinggi badan, lalu layar LCD mini untuk mengetahui hasil final di tambah board arduino untuk stasiun perakit komponen serta baterai 9 volt sebagai sumber energi.

Sistem kerja alat ini bekerja saat ada benda di bawah terdeteksi sensor yang sengaja di pasang di atas ketinggian 2 meter. Nah! Selisih ketinggian antara sensor dengan benda di bawahnya tersebut, merupakan tinggi dari benda tersebut.

Menurut Muhammad Wicaksono, ide awal membuat alat sederhana seharga tak lebih dari 300 Ribu Rupiah tersebut, berawal saat wicaksono mengukur tinggi badannya, saat itu, tidak ada teman yang bisa membantunya mengukur. “Karena ribet untuk sekedar mengukur tinggi badan, saat itu saya berpikir untuk menemukan alat ini” ujarnya.

Pihak sekolah berencana akan bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain yang membutuhkan data tinggi badan, seperti kepolisian, rumah sakit dan lain sebagainya agar bisa menghemat waktu dan tenaga.

SUKSES DENGAN BUDIDAYA BUAH NAGA DIPEKARANGAN RUMAH

Sebagian orang menanam pohon dipekarangan rumah, hanyalah untuk untuk tujuan penghijauan saja. Namun tidak demikian bagi Sukirman, warga desa gembong kecamatan gembong, kabupaten pati, jawa tengah yang menanam buah naga dipekarangan belakang rumahnya, karena ia bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan. Dalam setahun dia bisa mendapatkan penghasilan belasan juta dari penjualan buah naga tersebut.

Berawal dari coba-coba, Sukirman membudidayakan tanaman asal Meksiko tersebut dirumahnya, Sukirman mulai mengembangkan secara serius tanaman buah naga di pekarangan belakang rumahnya yang berada di lereng Pegunungan Muria.

Ternyata upaya Sukirman berbuah manis. Tanaman buah naga yang dikembangkannya tumbuh dengan baik dan berbuah. Dalam setahun sedikitnya dia mampu memanen buah naga sebanyak dua kali dengan harga buah tiga belas ribu sampai tujuh belas ribu per kilogramnya.

Dalam hal perawatan, ternyata tanaman ini juga mudah. Bibit dapat diperoleh dari batang tanaman yang sudah dewasa. Selanjutnya untuk pemupukan hanya memerlukan pupuk kandang dan sedikit pupuk kimiawi seperti tsp dan urea. Selanjutnya pemeliharaan rutin hanya dengan menyiangi tanaman gulma yang tumbuh di sekitar pohon.

Untuk pemasaran biasanya selain memenuhi pasar lokal Pati dan sekitarnya juga dikirim ke Semarang, Surabaya dan Jakarta. “Sementara ini, pemasaran masih terbatas”, ujar Sukirman.

Setelah berjalan tiga tahun, Sukirman kini telah menikmati hasil budidaya buah naga miliknya. Bahkan, keberhasilannya juga telah menginspirasi warga lain untuk ikut mengembangkan tanaman buah naga. Dan kini produk buah naga pun menjadi salah satu produk unggulan dari desa Gembong.

MARIO COSTAS KEMBALI PERKUAT PERSELA

Satu persatu para pemain inti, kembali memperkuat Persela Lamongan. Setelah pemain asal Slovakia, Roman Goliant, kini Mario Costas top skor Persela sekaligus top skor ke-3 ISL, menyusul kembali memperkuat Laskar Joko Tingkir (06/11/2012.)

Top skor ke-3 ISL sekaligus top skor Persela dengan mengemas 22 gol pada ISL musim lalu, menjadi bagian penting di tim asal Lamongan di lini depan.

Bergabungnya pemain 31 tahun ini, menampik isu kepindahannya dari Persela, mengikuti jejak Gustavo Lopez yang telah hijrah ke tim ibu kota Persija Jakarta. Selain itu, kiper Khoirul Huda dan Jimmy Suparno juga terlebih dahulu bergabung.

Sementara, dua pekan menjalani latihan, Persela Lamongan kebanjiran sejumlah pemain seleksi. Diantaranya Jayusman Triasdi (mantan pemain Persisam Samarinda,) Erik Setiawan (mantan pemain Pelita Jaya Karawang,) Arif Kurniawan, (mantan pemain Persiraja Banda Aceh,) Fajar Handika (mantan pemain PSPS Pekanbaru) dan Saiful Lenalusa (mantan bek kiri Persiba Balikpapan.)

Sementara skuad lama yang masih bertahan yakni center bek Marcelo Cirelli dan gelandang asal Korea Selatan, Han Jin Ho.

Sayangnya, pelatih Persela, Gomes Oliviera masih memerlukan waktu untuk melihat kemampuan para pemain seleksi tersebut, sekitar dua hingga tiga hari kedepan. “Saya sangat senang sebagian pilar pemain musim lalu, bisa bergabung kembali”, ujar Gomes.

Saat ini, Persela Lamongan menunggu pemain asal Korea Selatan, In Kyung Oh yang telah sepakat bergabung kembali dengan Laskar Joko Tingkir.

Meskipun begitu, Persela masih membutuhkan empat sampai lima pemain lagi, guna mempersiapkan tim jelang Inter Island Cup 2 Desember mendatang.

HIASAN BUNGA CANTIK DARI LIMBAH POHON PINANG

Selama ini, sampah selalu menjadi masalah lingkungan karena di anggap sebagai sumber penyakit. Namun di tangan Muhammad Noor, Warga Jalan Opak Nomor 5 Kota Malang – Jawa timur, sampah organik dan non organik, diubah menjadi sebuah karya seni bernilai ekonomi tinggi.

Ide awal menggeluti usaha kerajinan bunga dari sampah ini, bermula dari rasa keprihatinan Noor, melihat tumpukan sampah organik dan anorganik di berbagai sudut kota Malang.

rasa cinta lingkungan dan jiwa seni yang diperolah dari orang tuanya, mendorong Noor berkarya dan terus berkarya. Melalui proses jatuh bangun selama 3 tahun, Noor dibantu sejumlah rekannya, menyulap sampah tersebut menjadi barang bermanfaat.

selain pelepah pinang dan palem sebagai bahan dasar pembuatan miniatur bunga, Noor juga memamnfaatkan beragam benda tak terpakai di sekelilngnya, seperti botol air mineral, kaleng minuman soda dan pelepah pohon pisang.

Untuk membuat kerajinan bunga, bahan baku sampah berupa pelepah pohon pinang dan palem, dibersihkan dan potong sesuai pola yang diinginkan.

Satu demi satu, potongan sampah di rekatkan menggunaka lem, agar hasil guntingan pelepah pinang yang berbentuk daun dan bunga tidak berubah bentuk, Noor memanasinya dengan api.

1 buah miniatur pohon ini, dapat ia kerjakan dalam waktu kurang dari 2 jam. Dan dalam sehari Noor mengaku dapat menyelesaikan 4 hingga 5 unit.

Jumlah tersebut berlipat ganda, saat Noor mendapat pesanan dari konsumennya. Jika ini terjadi, Noor meminta bantuan 8 orang rekannya untuk membantu.

1 unit miniatur pohon ini, Noor jual kisaran 15 ribu rupiah hingga 35 ribu rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan. Kerajinan bunga dari sampah tersebut, hingga kini sudah dipasarkan di sejumlah kota di Jawa Timur.

Selain minimnya modal usaha dan pemasaran, serta tidak adanya lokasi produksi, menjadi kendala utama pengembangan usaha ramah lingkungan ini.

MENIKMATI SENSASI RASA KETUPAT KANDANGAN

Anda ingin merasakan sensasi unik dalam menikmati makanan berbahan dasar ketupat? cobalah menu yang satu ini, namanya ketupat kandangan. Jika didaerah lain menikmati ketupat menggunakan sendok, namun di Banjarmasin Kalimantan Selatan, Ketupat Kandangan disantap menggunakan tangan dan diremas-remas hingga potongan ketupat hancur menyatu dengan kuahnya.

Di warung makan Jalan Cendrawasih Banjarmasin Kalimantan Selatan “Ketupat Kandangan” Hajjah Mursinah berada. Meski lokasinya sangat sederhana dan berada dilingkungan permukiman penduduk, namun pengunjung yang datang ke warung ini cukup ramai. Nama kandangan sendiri adalah sebuah ibu kota kabupaten di Hulu Sungai Selatan.

Diwarung yang sudah berdiri sejak tahun 1983 tersebut, pengunjung bisa merasakan sensasi unik dalam menikmati makanan berkuah ini. Jika umumnya di daerah lain menyantap ketupat biasanya menggunakan sendok, namun tidak demikian halnya dengan ketupat kandangan.

Selain menggunakan tangan, sebelum disantap potongan ketupat yang disajikan terlebih dahulu diremas-remas hingga hancur dan menyatu dengan kuahnya. Bagi penggemar ketupat, cara ini diakui bisa memunculkan citarasa yang lebih nikmat.

Ketupat Kandangan umumnya disajikan dengan lauk ikan Haruan atau ikan Gabus dan telor itik. Sebelum dimasukkan kedalam kuah bersantan kental yang diadon dengan bumbu khas, ikan gabus pilihan yang ukurannya cukup beser ini terlebih dahulu di bakar atau di panggang menggunakan arang. Agar lebih nikmat biasanya dipadukan pula dengan sambal terasi.

Meski warung ketupat kandangan ini sudah cukup dikenal dan banyak peminatnya, namun Mursinah mengaku tidak memiliki resep khusus dan hanya berdasarkan naluri semata.

Resep yang digunakan untuk membuat kuah Ketupat Kandangan, adalah, laos, sereh, bawang merah, bawang putih, cabai merah kering, kemiri, merica, jintan, lengkuas, kunyit, jahe, kayu manis, terasi dan gula merah. Agar ketupat bisa hancur jika diremas, beras yang digunakan adalah beras yang tidak pulen.

Pelanggan yang datang ke warung ini berasal dari berbagai daerah, termasuk sejumlah tokoh nasional di negeri ini. biasanya mereka singgah ke warung ini setelah berwisata ke pasar terapung.

Saking larisnya, warung ketupat yang bukan sejak pukul 7 pagi ini biasanya sudah habis sekitar pukul 10 siang. Setaiap hari pengunjung ramai ke warung ini, terutama hari libur. Sedangkan untuk ketupat rata-rata menghabiskan 18 liter beras. Sedangkan ikan gabus ukuran besar sebanyak 25 ekor.

Untuk satu porsi Ketupat kandangan dipatok antara 17 ribu hingga 10 Ribu Rupiah sesuai dengan lauk ikan yang menjadi menu pilihan.

GOMES OLIVIERA PANDU LATIHAN PERDANA PERSELA

Setelah tidak memperpanjang kontrak Miroslav Janu sebagai pelatih, persela Lamongan resmi memiliki pelatih baru yakni Gomes Oliviera. Mantan pelatih persiwa wamena tersebut, mulai memandu latihan perdana persela di Stadion Surajaya Lamongan, Selasa Sore (30/10/2012.)

Setelah musim lalu membesut persiwa wamena, Gomes de Oliviera resmi melatih persela Lamongan. Pada latihan perdana di stadion surajaya Lamongan, sang pelatih Gomes De Oliviera di dampingi asisten pelatih Didik Ludianto.

Latihan perdana ini di ikuti sejumlah pemain seleksi, yakin cirelli mantan center bek Persidafon Dafonsro, Komat Suharto mantan pemain Persebaya Divisi Utama, mantan kiper Deltras Wahyudi dan Yogi mantan pemain PSIR Rembang.

Pada latihan perdana ini Gomes mengaku senang, melihat semangat para pemain muda jebolan persela u-21. Kini, Gomes hanya menunggu kedatangan center bek persela asal Slovakia Roman Golian, pemain asal Korea, In Kyung Oh, kiper Khoirul Huda dan Jimmy Suparno.

Penunjukan Gomes sebagai pelatih persela karena kemampuannya melejitkan persiwa wamena dengan finish di peringkat ketiga Indonesia Super League 2011-2012, meski tim saat itu tengah dilanda masalah keuangan yang cukup parah. Bahkan, pelatih persela Gomes Oliviera mengatakan siap membawa laskar joko tingkir lebih baik dari musim lalu.

Untuk saat ini, tim persela Lamongan dengan pelatih barunya, memfokuskan pada kompetisi Inter Island pada akhir November mendatang.

NASI HIJAU TURUNKAN KOLESTEROL

Jika Anda menjaga diri dari makanan berkolesterol tinggi, tak ada salahnya mampir di salah satu rumah makan yang berada di jalur Pantura, tepatnya di Jalan Ahmad Yani Kota Brebes Jawa Tengah. Di warung tersebut, tersedia menu nasi hijau, rendah kolesterol karena terbuat dari berbagai campuran sayur mayur.

Nasi yang disuguhkan adalah nasi yang dicampur dengan berbagai sayuran yang telah dihaluskan. Alhasil nasi putihnya berubah menjadi warha hijau.

Untuk melengkapi selera pelanggan, nasib hijau ini dilengkapi dengan lauk yang beragam, seperti ayam kampung goreng, ikan patin lengkap dengan sambal dan lalapannya.

Untuk membuat nasi hijau yang rasanya sangat gurih ini, tidak terlalu sulit. Bahan sayuran dihaluskan terlebih dahulu dengan cara diblender. Sayur mayur yang telah halus tersebut, kemudian di tumis dengan campuran bumbu rempah-rempah. Setelah tercampur rata, nasi pun dimasukkan, untuk di campur hingga rata.

Menurut para penikmatnya, nasi hijau ini memiliki rasa khas karena di campur dengan sayur mayur dan rempah-rempah alami. “rasanya gurih bercampur rasa sedikit pedas”, kata Sutini, salah seorang pelanggan.

Sejumlah pelanggan bahkan mengaku sengaja datang ke kedai makan ini untuk menikmati sensasi rasa khasnya, sekaligus berobat untuk menurunkan kolesterol.

SISWA CIPTAKAN TAS AJAIB ANTI BERBAGAI PENYAKIT

Jika anda merasa kurang nyaman dengan beban berat yang ada dalam tas, maka, sekarang tak perlu risau. Pasalnya, 3 orang siswa SMP negeri 01 Gresik Jawa Timur, berhasil merangkai tas ajaib yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, justru dengan memanfaatkan beban berat tas. Ketiga siswa kelas sembilan ini adalah Hayyu Mahabbah, Dita Rizkianabid Serta Ais Amalia (24/10/2012.)

Cara kerja tas ajaib ini, adalah dengan memasang belasan spare part magnet pada bagian belakang tas. Spare part ini, akan tertekan secara otomatis pada punggung saat membawa beban berat dalam tas.

Namun, pemasangan spare part ini tidak sembarangan, karena harus di sesuaikan dengan titik akupuntur agar tekanannya bisa efektif dalam melancarkan darah di bagian punggung. Semakin berat beban bawaan, maka semakin bagus pula efek positif pada tubuh.

Untuk membuat tas ajaib ini sangat mudah. Mula-mula, memotong plastik fiber sesuai ukuran tas. Plastik fiber kemudian di lubangi untuk selanjutkan di pasang spare part. Agar lebih kuat, plastik fiber di lapisi kertas yang telah di lem terlebih dahulu.

Ide awal menciptakan tas ini adalah banyaknya keluhan teman-teman sekolahnya yang merasa terganggu dengan beban berat tas sekolahnya. Saat itulah, ketiga siswa mendapatkan solusi dari perbandingannya dengan sandal refleksi yang banyak di jual di toko.

Menurut para siswa, pijatan refleksi tas ajaib karyanya ini mampu mengobati penyakit yang disebabkan kurang lancarnya peredaran darah, seperti anemia dan lain sebagainya. Semakin sering membawa beban berat dalam tas, maka hasil yang di rasakannya pun semakin baik.

“Efek positif dari tas ini akan terasa dalam waktu 3 hari pemakaian”, ujar Hayyun Mahabbah.

Tas anti penyakit tersebut mampu meraih medali emas dalam Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) tingkat Nasional di Banjarmasin September lalu, dengan mengalahkan puluhan nominator lainnya dari seluruh Nusantara.

Pihak sekolah berencana akan memproduksi masal tas ajaib ini, agar bisa di manfaatkan secara luas oleh masyarakat, termasuk mematenkan hasil karya siswanya ini. “Kita saat ini tengah mengurus administrasi hak patennya, sebelum di produksi masal”, kata Arif Wijayati, guru Pembina.

KERAJINAN KACA UKIR YANG EKSOTIS

Kendati persaingan usaha semakain ketat, namun para pengrajin kaca ukir di Situbondo Jawa Timur tetap eksis dan usahanya berkembang cukup pesat. Selain mengedepankan layanan, pengrajin mengaku juga mempertahankan mutu produksinya.

Adalah Totok sugeng hariono 40 tahun,pengrajin kaca ukir di Desa Mojosari,Kecamatan Asembagus Situbondo yang tetap eksis menekuni usahanya sejak lebih dari sepuluh tahun.

Kendati usahanya sempat lesu, Namun dengan keuletannya, usahanya terus berkembang. Bahkan, pengrajin kaca ukir tersebut tetap kokoh berdiri dan usahanya berkembang pesat.

Menurut Totok, pengrajin, strategi yang ia gunakan agar pelanggannya tidak lari. Yakni memberikan layanan baik kepada konsumen seperti pemberian garansi dan mempertahanan kualitas produksi kaca ukirnya seperti memilih bahan baku yang berkualitas tinggi seperti cat dan kaca.

Totok mengaku kendati sempat mengalami lonjakan harga bahan baku. Namun Totok tetap tidak merubah sedikitpun hasil produksinya baik harga, mutu dan layanan.

Sehingga menurut Totok. Ia tak pernah menghadapi masalah seperti di tipu atau kekurangan pelanggan karena Totok terus berkomunikasi dengan pembelinya.

Dibantu 10 pekerjanya. Tiap hari Totok mengaku mampu memproduksi kaca ukir sebanyak lima buah atau identik dengan 16 meter kaca. Ada beberapa jenis produk kaca ukir yang di kerjakan Totok seperti inflay, lengkung, beveler, engraved glass, sand blastet, grafir dan ukir kaca lantai dengan aneka hiasan seperti bunga, binatang dan alam.

Totok menjual kaca ukirnya per meter dengan harga 375 Ribu hingga 400 Ribu rupiah tergantung motif ukirannya. Selain di jual ke Situbondo. Totok melempar kaca ukirnya ke Bali dan Flores.

Untuk membuat satu kaca ukir menurut Totok cukup mudah. Pertama membuat sket obyek, menempelkan obyek yang di gambar di atas kertas ke kaca ukir, mengecat dengan tenik semrpot mesin, dikeringkan ke terik matahari langksh selanjutnya melepas kertas dari kaca. Terakhir hasil ukiran di cuci dengan air.

Totok ingin mengembangkan usahanya. Namun ia mengaku terkendala modal. Tersendatnya pasokan bahan baku kaca dari produsen kaca, juga menjadi kendala karena kerap produksinya selesai di luar batas waktu yang ditentukan.

MENIKMATI PEMANDANGAN ALAM DENGAN KERETA TUA

Berwisata menikmati pemandangan alam, merupakan hal yang biasa. Namun bagaimana rasanya menikmati semilir angin alam pedesaan dan pemandangan yang indah dengan naik kereta tua? Di museum kereta Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa tengah, Anda bisa menikmati pemandangan alam pedesaan dengan kereta tua. Tak hanya itu, sajian stasiun kuno dan museum kereta juga menjadi sajian tersendiri dari wisata kereta api tempoe doeloe.

Museum kereta api ambarawa yang terletak di kota Ambarawa, kabupaten Semarang menyuguhkan wisata kereta api dengan pemandangan yang aduhai serta semilir angin sejuk alami.

Dengan membeli tiket seharga 10 Ribu Rupiah, kita sudah dapat menikmati perjalan kereta api menuju ke stasiun tuntang, yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan dari museum Ambarawa.

Untuk menikmati perjalanan ini, Anda bisa memilih gerbong yang sesuai dengan selera. Bagi yang ingin menikmati semilirnya angin pedesaan kabupaten Semarang yang dingin, dapat memilih gerbong terbuka, alias tanpa atap. Namun bagi yang takut kepanasan karena sengatan matahari, dapat memilih gerbong tertutup, alias gerbong dengan atap. Namun jangan kawatir, karena baik gerbong terbuka maupun terutup, sama sama dapat menikmati pemandangan dari pegunungan dan rawa pening yang alami.

Selain menikmati pemandangan dan sejuknya udara pedesaan, di wisata kereta ini, kita juga diajak untuk singgah di salah satu stasiun tua di kabupaten Semarang, yaitu Stasiun Tuntang. Setelah beristirahat sejenak di stasiun ini, kereta pun akan membawa kita kembali ke museum kereta Ambawara.

MENCARI BIBIT UNGGUL DENGAN TURNAMEN SEPAKBOLA USIA 12 TAHUN

Akademi Wahana Citra Pesepakbola (WCP) atau sekolah pesepakbola Gresik menggelar turnamen sepak bola Usia 12 tahun selama dua hari. Turnamen yang diprakasai oleh mantan pemain Timnas Widodo C.Putro yang bertujuan sebagai ajang wadah komunikasi antar sekolah sepak bola yang banyak bertebaran di Kabupaten Gresik.
"Tujuan khusus turnamen yang kami adakan ini adalah untuk pembinaan pesepakbola usia dini karena sebelumnya belum pernah ada kegiatan serupa," katanya kepada wartawan, Sabtu (20/10/2012).

Menurut Widodo C.Putro, dengan semakin banyaknya pembinaan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti turnamen dan sebagainya, Gresik tidak usah lagi mencari pemain yang berbakat. Pasalnya, pemain yang berkualitas dasarnya berasal dari pembinaan usia dini.

"Setelah turnamen ini, kemungkinan kami akan menggelar kompetisi U-12 tingkat Jawa Timur. Karena itu, kami sangat berharap pihak-pihak tertentu bisa meneruskan agenda pembinaan pemain yang sudah dirancang," tuturnya.

Selain fokus pada kompetisi lanjut Widodo C.Putro, mantan pemain Petrokimia Putra Galatama dan Persija Jakarta itu juga mengusulkan agar di tiap kecamatan di Gresik ada fasilitas lapangan sepak bola yang memadai. Sebab, sarana dan prasana tersebut sangat penting dalam mendukung pembinaan pemain sepak bola yang berkualitas.

"Selama ini di daerah Gresik pembinaan bola terkendala sarana lapangan yang tidak memadai. Sehingga, pembinaannya hanya terfokus pada klub atau sekolah sepak bola (SSB) yang memiliki lapangan," ujarnya.

Pada turnamen WCP U-12 kali ini, di ikuti 12 klub se-Kabupaten Gresik dengan memperebutkan piala bergilir KONI Gresik, Trophy pemain serta alat-alat sepakbola.

BEBEK JUDES PERAWAN YANG SULIT DI LUPAKAN

Daging bebek, memang sudah tak asing ditelinga, tapi mencicipi bebek judes perawan yang belum terjamah bebek pejantan dengan selera empuk di lidah memang sedikit terdengar aneh. Ini dapat ditemukan di sebuah kedai yang berada dikawasan Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung, Jawa Barat.

Kedai bebek tersebut memang patut anda kunjungi, jika ingin mencicipi menu bebek yang beda dari biasanya. Ya namanya unik, yakni bebek judes perawan. Sajian kuliner khas kota kembang tersebut selain memiliki citra rasa rempah dengan lidah terbakar, namun juga daging unggas tersebut belum terjamah pejantan.

Proses pembuatan bebek judes perawan ini, tidaklah sesulit yang di bayangkan.pertama tama,semua bahan disiapkan terlebih dahulu seperti, daging bebek dara yang usianya baru tiga bulan,bumbu rempah,garam,penyedap rasa, sayuran, hingga berbagai macam sambal mangga,untuk menghilangkan rasa bau amis.

Usai semua bahan lengkap, kemudian daging bebek perawan tersebut dipotong, lalu di rebus kedalam air hingga setengah matang. Setelah direbus, kemudian diangkat dan dilumuri bumbu rempah, garam hingga penyedap rasa. Setelah rata, kemudian daging bebekpun di goreng. Sepuluh menit digoreng diatas wajan, kemudian diangkat.

Bagi yang suka di bakar, daging bebek pun bisa diolah diatasa panggangan, dengan dilumuri kecap. Setelah lima belas menit digarang diatas bara, daging bebek pun siap untuk disantap.

Sejumlah pembeli mengaku, sangat menikmati menu varian tersebut, karena rasanya beda dengan daging bebek pada umumnya. Selain empuk dan gurih, juga membuat lidah terasa terbakar, lantaran sambalnya yang menusukserta namanya pun unik dan mudah di ingat, yakni bebek judes perawan.

Menurut pemilik kedai, ide pembuatan kuliner bebek judes perawan ini, karena kecintaanya terhadap daging unggas. Setelah dicoba ternyata respon dari para konsumennya cukup bagus. Nama perawan ini diambil karena bebek tersebut usinya baru tiga bulan. Sedangkan judes, kepanjangan dari juara pedas, lantaran rasanya menusuk lidah dengan rasa asam, karena adanya buah mangga dalam sambalnya tersebut.

Bila berkunjung ke kota kembang,cobalah menyempatkan waktu nya ke kawasan jalan lengkong besar, untuk mencicipi bebek judes perawan yang belum tersentuh jantan, hanya dengan merogoh kocek dua puluh tiga ribu rupiah, dijamin lidah anda pun merasa terbakar.

ES KRIM TERONG, SEGAR MENYEHATKAN

Buah terong, adalah salah satu jenis sayuran kampung yang cukup di kenal masyarakat luas. Namun, tahukah Anda, jika terong ternyata bisa di olah menjadi berbagai jenis camilan yang enak dan menyehatkan, termasuk menjadi bahan utama es krim?

Adalah Diah Prasasti Saptorini beserta sejumlah ibu rumah tangga lainnya di desa Sido Jangkung Kecamatan Menganti kabupaten Gresik Jawa Timur yang sukses memproduksi es krim berbahan terong ungu. Es krim terong produksinya ini, bahkan sering di jadikan sebagai salah satu hidangan spesial pada berbagai acara di Gresik.

Untuk membuat es krim terong, cukup mudah. Mula-mula, terong di kupas potong kecil lalu di rendam dengan air kapur selama 1 jam, agar struktur dagingnya lebih kenyal. Setelah itu, potongan terong di masak hingga matang.

Proses selanjutnya, potongan terong di haluskan lalu di campur kuning telur, susu, white cream dan gula pasir. Campuran ini di aduk hingga rata. Adonan es krim kemudian di masukkan dalam wadah dan di dinginkan di lemari es agar terasa segar. Es krim terong pun, siap di sajikan.

Es krim terong, memiliki citarasa khas, yakni manis bercampur sedikit rasa sepah khas terong, yang mampu menghilangkan rasa haus. Di samping itu, harganya cukup murah, yakni hanya 2000 Rupiah perpotong, jauh lebih murah dari harga es krim pada umumnya yang mencapai 4000 Rupiah.

Di samping itu, es krim terong memiliki banyak khasiat di antara lain, menurunkan kolesterol darah, mencegah kanker, hipertensi dan lain sebagainya.

Di samping memproduksi es krim, ibu-ibu rumah tangga ini juga memproduksi aneka jenis camilan lainnya yang semuanya berbahan terong, seperti sari terong, selai, dodol, brownis terong, pudding dan nugget.

Menurut Diah Prasasti Saptorini, ide pemanfaatan terong menjadi aneka camilan ini berawal dari melimpahnya hasil panen terong di wilayahnya saat musim penghujan, yang berdampak pada harga jualnya yang sangat murah. Dengan di olah menjadi berbagai aneka camilan, mampu meningkatkan penghasilan ibu-ibu rumah tangga di desanya.

“Dengan inovasi ini, kami bisa meningkatkan harga jual terong yang saat musim panen sangat murah”, ujar Diah Prasasti Saptorini, penggagas camilan terong.

Selama hampir 1 tahun berjalan, aneka camilan terong ini mulai di kenal masyarakat dan kini menjadi ikon tersendiri di kota gresik. Tanpa kenal lelah, ibu-ibu rumah tangga ini, terus memperkenalkan produknya dengan mengikuti berbagai pameran hingga memenangkan penghargaan tingkatkan Propinsi Jawa Timur.

SISWA SD CIPTAKAN ALAT PENYULING AIR DARI BIJI KELOR

Terinspirasi kesulitan air bersih, siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur berhasil menciptakan alat penyulingan air dengan memanfaatkan biji kelor. Hasil penelitian tersebut, bahkan akan mewakili indonesia dalam festival sains di Korea Selatan, akhir Oktober mendatang (12/10/2012.)

Buah kelor yang banyak tumbuh secara liar, berhasil di manfaatkan seorang siswi Sekolah Dasar Muhammadiyah Gresik Kota Baru (GKB)Kecamatan Manyar, bernama Nurul Ainun Nuha, untuk menjadi bahan utama penyulingan air kotor menjadi air bersih layak konsumsi.

Semula, pembuatan teknologi penjernihan air sederhana ini, terinspirasi krisis air bersih di wilayah Gresik, menyusul musim kemarau panjang.

Untuk memperoleh hasil terbaik, biji kelor di jemur hingga kering, lalu kulitnya di buang untuk kemudian di tumbuk halus, hingga menjadi serbuk. Serbuk inilah yang nantinya di campurkan pada air kotor untuk menghilangkan partikel berbahaya.

Alat penyuling air ini dengan mudah dapat di terapkan masyarakat umum, hanya dengan memanfaatkan galon bekas atau ember, sebagai tempat penampungan air kotor maupun air bersih hasil penyulingan. Di samping itu, perlu tambahan kain tipis serta arang untuk menghilangkan zat-zat berbahaya saat proses penyulingan berlangsung.

Setelah mencampur serbuk kelor pada air kotor, perlu waktu sekitar 1 jam, untuk mengendapkan campuran serbuk kelor. Setelah itu, barulah air di saring dengan kain yang telah di pasang arang di bagian bawahnya.

Menurut Nurul Ainun Nuha, air jernih hasil sulingan biji kelor ini telah di teliti di laboratorium Universitas Negeri Surabaya (Ubaya) dan dinyatakan layak konsumsi. “Air jernih hasil sulingan ini sudah di nyatakan layak konsumsi”, ujar Nuha.

Teknologi tepat guna karya Nuha ini, akan mewakili Indonesia dalam Festival Sains Internasional (World Creativity Sains) di Korea Selatan 25 s/d 28 Oktober 2012 bersama salah seorang siswa dari Kalimantan Timur, setelah menyisihkan 1.200 peserta dari seluruh Indonesia.

Pihak sekolah berharap, karya siswanya ini, bisa bermanfaat bagi masyarakat umum, karena sangat mudah di terapkan. Apalagi, pohon kelor bisa di budidaya dengan mudah, dan tahan segala jenis cuaca.

JELANG IDHUL ADHA, PERAJIN PISAU GOLOK MENUAI BERKAH

Jelang perayaan Idhul Adha, para perajin pisau golok di Gresik, Jawa Timur, kebanjiran pesanan. Bahkan, pesanan pisau parang dan golok yang biasa digunakan untuk menyembelih dan memotong hewan qurban, meningkat hingga 300 persen di banding hari sebelumnya. Agar tidak mengecewakan para pemesan, para perajin terpaksa menambah jam kerja hingga larut malam (11/10/2012.)

Sejak dua pekan terakhir, pandai besi di Desa Kawisanyar, Kecamatan Kebomas, Gresik, semakin sibuk menyusul naiknya pesanan produk kerajinan mereka hingga mencapai 300 persen lebih.

Jika pada hari biasa, mereka hanya mampu memproduksi sebanyak 10 pisau per hari. Tetapi sejak dua pekan terakhir, meningkat hingga mencapai 30 pisau, perhari.

Berbeda dengan tahun lalu, pesanan terbanyak saat ini adalah jenis golok, parang serta kapak yang biasa digunakan warga untuk menyembelih hewan qurban.

Muhammad Iksan, adalah satu-satunya pandai besi yang hingga kini masih bertahan dengan alat tradisionalnya, terpaksa menambah jam kerja hingga larut malam agar tidak mengecewakan para pemesan.

Untuk menghasilkan pisau berkualitas, perajin hanya menggunakan bahan baku limbah besi baja atau bantalan per kendaraan yang sudah tidak terpakai lagi, sehingga kualitas produknya cukup kuat, tajam dan tidak mudah berkarat.

Para pelanggannya datang dari berbagai wilayah Gresik, dan kota lain sekitarnya seperti Lamongan, Surabaya dan Sidoarjo.

Produk pisau karya perajin di sentra Gresik ini, dijual dengan harga bervariatif, mulai dari 100 Ribu Rupiah, hingga 300 Ribu Rupiah bergantung ukuran parang dan kapak yang dipesan.

IKAN SALUANG GORENG, CAMILAN KHAS BANJAR YANG GURIH

Bagi anda penggemar makanan berbahan baku ikan, tak ada salahnya mencoba menu yang satu ini. Namanya ikan saluang goreng. Ya! Ikan berukuran mini yang banyak berkembangbiak di sungai Kalimantan Selatan tersebut memiliki rasa gurih, sehingga cocok untuk di jadikan sebagai camilan serta oleh-oleh khas Banjarmasin.

Di Kota Banjarmasin, Anda denga mudah menemukan rumah makan atau kedai yang menjual ikan Saluang goreng ini. Salah satunya adalah di Rumah Makan Cendrawasih jalan Pangeran Samudera Banjarmasin yang sejak 50 tahun lamanya ikut mempopulerkan Ikan saluang goreng sebagai makanan khas Banjar.

Rumah makan yang khusus menyajikan makanan khas banjar ini banyak dikunjungi pelanggan, termasuk para wisatawan yang datang dari luar Kalimantan Selatan.

Selain bisa menjadi pelengkap lauk nasi, ikan saluang ini juga sangat cocok dijadikan cemilan atau kudapan. Itu sebabnya banyak pengunjung yang khusus membeli ikan saluang goreng sebagai oleh-oleh khas Banjarmasin.

Untuk menghasilkan ikan saluang goreng yang renyah dan gurih ini sangatlah sederhana. Setelah benar-benar bersih, ikan saluang basah kemudian dimasukkan ke dalam campuran air, asam jawa dan garam. Ikan selanjutnya diredam beberapa saat, lalu digoreng menggunakan tungku arang dengan minyak yang cukup banyak dan panas.

Ikan Saluang Goreng bisa tahan dua minggu dan akan kembali renyah setelah digoreng lagi.

Dalam satu hari ikan saluang mentah yang di produksi mencapai 200 kilogram. Jika sudah digoreng jumlah itu akan menyusut menjadi 50 kilogram.

Untuk satu kilogram ikan saluang goreng harganya 134 ribu rupiah. Namun anda juga bisa membelinya dengan kemasan seperempat kilogram seharga Rp 33.500.

MENENGOK RUMAH KOS KUCING HIAS

Rumah tidak hanya penting bagi manusia, tetapi juga binatang seperti kucing. Bahkan, rumah puluhan kucing hias tersebut terkesan lebih mewah dari rumah manusia, seperti rumah kos kucing Persia yang berada di jalan raya By Pass Ngurah Rai, Kuta Bali.

Di tempat ini, terdapat sekitar lima puluh kucing Persia yang sengaja dikoskan oleh para pemiliknya. Mereka umumnya ingin melihat kucing kesayangannya yang mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Di tempat ini, selain dirawat secara khusus dan lebih intensif, juga karena tempatnya memang nyaman. Ruangan pun ber-AC. Di tempat ini sebetulnya hanya ada lima kamar ber-ac. Namun satu kamar bisa ditempati dua hingga 12 kucing Persia.

awalnya sang pemilik rumah, kurnia, merupakan penggemar dan kolektor kucing Persia. Rupanya, sejumlah teman penghobi, mendengar kalau perawatan kucing Persia di tempat ini cukup bagus dan representatif, sehingga mereka pun satu per satu menitipkan kucingnya.

Untuk satu hari, pemilik kucing Persia dikenakan biaya 30 ribu rupiah. Namun bila sang pemilik membawakan makanan sendiri untuk kucingnya, dikenakan 25 Ribu Rupiah sehari.

Untuk merawat kucing Persia ini, ada tiga orang perawat tersedia. Selain menyediakan rumah kos bagi kucing Persia, di tempat ini juga mengembangbiakkan kucing Persia. Bagi mereka yang ingin membeli, rumah kos kucing ini juga menyediakan kucing Persia yang baru berumur 3 bulan yang di jual seharga satu hingga dua Juta Rupiah per ekornya, sedangkan makin dewasa, makin mahal pula harganya.

Dari khusus membuka usaha rumah kos kucing ini, pemilik bisa mendapatkan omzet 1 sampai 3 Juta Rupiah. Jumlah ini akan bertambah bila memasuki hari libur keagamaan.

PELAJAR SMA TEMUKAN ENERGI LISTRIK TENAGA AIR LAUT

Jika di sejumlah wilayah marak dengan aksi tawuran pelajar, tidak demikian dengan siswa SMA di Lamongan Jawa Timur yang berhasil menciptakan sebuah alat teknologi inovatif, yakni baterai cair alami berbahan dasar air laut (01/10/2012.)

Rupanya, naiknya tarif dasar listrik, membuat tiga pelajar SMA Muhammdiyah 01 Lamongan menciptakan sebuah teknologi inovatif berupa air laut yang di sulap sebagai baterai cair alami. Ketiga pelajar kelas dua belas tersebut adalah Isnaini, Yusuf Alwi dan Zulfa.

Para pelajar ini menyebutnya nepobia el cell atau alat innovasi teknologi yang telah mempertimbangkan berbagai aspek yaitu aspek kegunaan dan lingkungan. “Bahan-bahan utamanya yang dari alam sekitar sangat ramah lingkungab”, ujar Isnaini, Salah seorang siswi kreatif ini.

Ketiga pelajar ini memanfaatkan ikan pindang, sebagai proses awal sumber energi listrik. Mulanya ikan pindang yang telah di asinkan di rebus dengan air laut kurang lebih satu liter, selama 15 menit. Satu liter air laut, mampu menghasilkan 35 gram garam. Untuk proses awal ini hanya di ambil air rebusannya saja.

Air hasil rebusan kemudian di masukkan ke dalam wadah yang telah di rangkai kabel anoda dan katoda di tambah lempengen tembaga dan seng. Sementara sebuah kabel di hubungkan sebagai jembatan garam.

Inovasi teknologi ini sangat efektif dan efesien. Hasil percobaan 2 cell nepobia 1,7 volt, arus lemah ini misalnya dapat di gunakan untuk menyalakan kalkulator.

Selain dapat menyalakan kalkulator, 24 cell nepobia 8,5 volt arus lemah, juga mampu menyalakan 1 buah lampu led sebesar 3 volt dengan cahaya cukup terang. Sementara 24 cell nepobia yang dirangkai dengan seri pararel kuat, arus cukup, mampu menyalakan sebuah lampu led sebesar 3 volt dengan cahaya terang. Percobaan ini hanya dengan 1,5 liter air laut saja.

Pihak sekolah berharap, inovasi dan teknologi anak didiknya kedepan dapat di manfaatkan masyarakat luas sebagai energi listrik alternatif.

JENANG JAKET OLEH-OLEH KHAS PURWOKERTO

Dodol atau jenang di purwokerto jawa tengah masih menjadi oleh-oleh khas meski sudah berganti zaman. Yang paling terkenal adalah jenang jaket. Nah! jenang jaket ini bukan berarti pakaian tetapi kependekan dari jenang ketan sebagai bahan utama pembuatan jenang. Salah satu alasan tetap disukai adalah karena pengolahannya yang tak pernah berubah, yakni dengan cara tradisonal.

Salah satu warga yang berprofesi sebagai pembuat jenang jaket adalah Sri Salimin warga kelurahan Mersi Purwokerto. Dapur ini tak pernah berhenti beraktifitas selama 24 jam sepanjang tahun. Tak heran, karena jenang ketan yang diproduksinya tersebut tak pernah sepi pembeli. Apalagi, jenang milik Sri Salimin rasanya tak pernah berubah, bukan rahasia karena cara mengolahnya pun tak pernah berubah alias masih memakai cara tradisional atau turun temurun.

Untuk membuatnya, mula-mula santan kelapa dicampur dengan tepung beras ketan dimasak di kuali dengan tungku arang. Terus diaduk selama sekitar satu jam sampai mengental. Setelah itu ditambahkan gula merah hingga warnanya kecoklatan, warna khas jenang. Selain memberi warna, gula memberi cita rasa manis khas jenang. Proses pemasakan berlangsung selama sekitar 2 jam sampai jenang benar-benar matang. Untuk jenang polos bisa langsung diangkat ditiriskan, tetapi jenang ada juga jenang yang dicampur wijen sehingga lebih gurih.

Jenang jaket dibungkus dengan plastik kecil-kecil agar mudah menyantapnya. Setelah itu dibungkus lagi dengan kemasan lebih besar yakni sekitar setengah kilogram. Dua kali pembungkusan ini juga yang mengilhami nama jaket. Bukankan kita juga memakai pakaian sebelum jaket?

Jenang jaket Sri Salimin sudah ada sejak 1985, awalnya orang tua Salimin yang merintis yakni dengan menerima pesanan. Karena banyak pembeli, orang tua salimin memproduksi tiap hari. Kini dalam sehari memproduksi 500 kg jenang atau kalau saat musim liburan dan lebaran bisa mencapai 1 ton jenang per hari.

Jenang jaket dibeli untuk oleh-oleh khas. Jika ada yang berkunjung ke purwokerto dan akan membawa oleh-oleh khas pasti mampir di outlet jenang jaket yang menyatu dengan dapur produksi milik sri salimin ini. Ada juga yang membeli untuk dipaketkan ke teman atau sanak saudara di kota lain.

Harganya memang murah, satu kilogram jenang jaket polos hanya 14 Ribu Rupiah, sementara wijen lebih mahal seribu rupiah alias 15 Ribu Rupiah. Kalau anda kebetulan berkunjung ke kota purwokerto jangan lupa untuk mencicip makanan khas yang bisa didapat di jalan PKK Kelurahan Mersi Purwokerto.

GURIH DAN NIKMAT, RUJAK KANGKUNG DAUN PISANG

Rujak biasanya berisi aneka macam buah-buahan segar yang telah di iris kecil-kecil. Namun rujak yang satu ini justru dibuat dari bahan dasar sayuran, yakni kangkung.

Kangkung biasanya digunakan masyarakat untuk membuat kuah sayur seperti sop dan lain sebagainya. Namun ada juga kegunaan lain dari kangkung, yaitu diolah dan dijadikan bahan dasar untuk membuat rujak. Namanya rujak kangkung yang menjadi salah satu sajian utama Warung Kangkung D'orange di Jalan Jenderal Sudirman kota Indramayu Jawa Barat.

Tidak ada yang rumit dari rujak kangkung ini. Kangkung segar yang telah dipilih, dipotong dan dibuang tangkainya. Setelah kangkung dicuci dengan air bersih, kangkung direbus dalam air mendidih. Tidak sampai 5 menit, kangkung yang sudah matang diangkat lalu ditiriskan.

Selanjutnya, kangkung di sajikan dalam piring yang dilapisi daun pisang. Hal ini untuk menjaga rasa alami dari kangkung. Namun sebelum disajikan, kangkung terlebih dahulu dibubuhi sambal khusus yang terbuat dari campuran cabai rawit, terasi dan asam. Selain kangkung yang masih segar, perpaduan rasa cabai, terasi dan asam inilah yang membuat yang membuat rujak kangkung terasa lebih segar, gurih dan nikmat.

Karena banyaknya permintaan, penjual bisa menghabiskan hingga 500 porsi rujak kangkung per hari. Harganya pun relatif sangat terjangkau. 1 porsi rujak kangkung, hanya dibanderol 2.500 Rupiah saja.

Rujak kangkung sangat cocok dinikmati pada siang hari. Jangan lupa, kenikmatan dan kesegaran rujak kangkung akan lebih terasa, jika dimakan dengan kerupuk mie.

NIKMATNYA BAKMIE JUDES SUPER PEDAS

Nama bakmie judes, pasti membuat semua yang mendengarnya penasaran. Bakmi judes yang disajikan sebuah rumah makan di Jalan Raya Cijambe Subang Jawa Barat, memang terlihat seperti bakmie pada umumnya. Yang membedakan sebenarnya terdapat pada daging ayamnya yang berwarna merah.

namun, merahnya daging ayam tersebut, karena telah diolah dengan bumbu yang berasal dari rempah-rempah yang menjadi andalan di rumah makan tersebut sehingga rasanya menjadi pedas. Selain itu, bakmie judes juga dicampur sayur mayur, sosis dan udang goreng. Oleh karena itulah, selain lebih sehat, bakmi judes ini juga terasa nikmat di lidah saat disantap.

kenikmatan bakmi judes ini, semakin terasa karena letak rumah makan bakmi judes berada di bawah kaki gunung kujang. Sehingga suasana sejuk pegunungan melengkapi santapan bakmie judes ini, terutama di siang hari sebagai pengantar makan siang.

cara memasak bakmi judes ini hampir sama dengan bakmie lainnya. Namun dalam penyajiannya, kuah dan mie disajikan secara terpisah. Mula-mula, mie di rebus hingga matang kemudian di campur dengan aneka bumbu yang telah di racik sebelumnya.

Para pelanggan bakmie judes ini kebanyakan berasal dari luar daerah yang hendak berwisata ke objek wisata Ciater. Untuk menikmati kelezatan bakmie judes ini, pengunjung hanya merogoh kocek tidak lebih dari 15 Ribu Rupiah.

JAMBORE NASIONAL SEPEDA ONTHEL BERHADIAH KERBAU

Ribuan sepeda kuno atau biasa disebut sepeda kebo, dipamerkan dalam rangka Jambore Nasional sepeda ontel, di Gresik, jawa timur. Di samping pameran, kegiatan juga di meriahkan dengan konvoi keliling kota Gresik berhadiah se-ekor kerbau (23/09/2012.)

Beragam sepeda kuno, buatan berbagai negara menghiasi setiap sudut halaman GOR Tridharma Gresik dalam rangka Jambore Nasional sepeda onthel, yang di ikuti hampir dua ribu onthelis dari seluruh Nusantara.

Sepeda kuno atau yang biasa disebut sepeda kebo ini, menjadi unik lantaran aksesorisnya masih orisinil tidak dirubah sama sekali oleh pemiliknya.

Keunikan lain juga, dibarengi dengan aksesoris pemiliknya, yang menggunakan aksesoris pejuang. Seolah menjadikan orang yang melihat bernostalgia di masa lalu.

Dari berbagai jenis sepeda yang dipamerkan, jenis sepeda kebo yang pernah digunakan mendiang presiden Soekarono saat membonceng ibu negara Fatmawati, yaitu jenis Sunbeam buatan Belanda yang dibuat pada tahun 1923. Tipe lain yang tidak kalah unik yaitu, jenis Fongers, buatan Jerman dibuat tahun 1924 yang ditawar 50 Juta Rupiah.

Kusnadi, salah satu pencinta sepeda onthel, mengakku sangat senang mengoleksi sepeda kuno, karena bisa bernostalgia ke masa lalu. Saat ini kusnadi mengkoleksi sebanyak 90 unit sepeda kuno. Sepeda yang paling mahal yaitu fongers yang ditawar 50 juta, karena sulitnya untuk mendapatkan sepeda tipe seperti ini, termasuk sulitnya mendapatkan spart partnya. “Memang butuh ketelatenan dalam merawat sepeda tua. Apalagi, cuaca di Indonesia saat kini sering berubah, hingga bisa mengganggu perawatan sepeda”, ujar Kusnadi.

Kegiatan juga di meriahkan, konvoi keliling kota lama Gresik menggunakan sepeda kuno. Bahkan, para onthelis juga menggunakan berbagai atribut kedaerahan termasuk baju tempo dulu untuk bernostalgia. “Para peserta memabwa aksesoir kedaerahannya masing-masing sehingga menggambarkan kaenka ragaman bangsa”, kata Letkol Art Eko Wibowo Kusrianto,pembina klub sepeda onthel Gresik yang juga Dandim 0817 Gresik.

uniknya, konvoi ini di tutup dengan undian berhadiah utama seekor kerbau, sebagai simbol untuk melestarikan sepeda kuno atau yang biasa disebut sepeda kebo.

Bagi para onthelis, jambore ini bukan hanya sekedar bernostalgia ke masa lalu, tapi lebih dari itu adalah untuk mempererat persaudaraan, di saat nilai-nilai pancasila kurang terhayati dengan baik.

PELUANG USAHA MENGOLAH KOTORAN SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK

Limbah kotoran sapi yang melimpah di pedesaan ternyata dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Di pati, jawa tengah, seorang pemuda berhasil mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Kini pupuk organik tersebut telah dipakai para petani holtikutura di berbagai daerah di eks Karesidenan Pati.

Usaha pembuatan pupuk organik yang dirintis Kalimi, warga Desa Klecoregonang, Kecamatan Winong, Pati, Jawa Tengah, ini bermula dari keprihatinan atas banyaknya limbah kotoran ternak di rumah rumah warga.

Sebagai salah satu usaha sampingan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, hampir setiap warga di desa klecoregonang memelihara sapi. Sayangnya, kotoran limbah ternak tersebut banyak dibiarkan pemiliknya terbuang di halaman atau pekarangan rumah sehingga mengganggu lingkungan sekitar.

Dengan bahan baku kotoran sapi yang didapat secara gratis, Kalimi mulai merintis usaha pembuatan pupuk organik. Atas bantuan Dinas Pertanian Dan Peternakan Pati, dia mendapatkan pelatihan untuk memulai usaha pembuatan pupuk organik, termasuk memperoleh kemudahan mendapatkan hasil uji laboratoriun kandungan unsur hara pupuknya untuk didaftarkan sebagai merek dagang.

Hampir semua bahan baku yang dipakai Kalimi merupakan limbah buangan. Selain kotoran ternak sapi, dia juga memakai kotoran ternak kambing serta limbah ampas tetes tebu atau yang biasa disebut blotong.

Limbah kotoran sapi dan blotong dicampur dengan perbandingan enam puluh berbanding empat puluh. Sebagai pengurai digunakan mikro organisme atau bakteri pengurai yang dikembangbiakkan melalui media buah buahan yang membusuk.

Cairan mikro organisme yang telah dikembangbiakkan disemprotkan ke dalam campuran bahan baku. Selanjutnya dalam waktu tiga hingga empat minggu, limbah tersebut telah berubah menjadi pupuk organik yang kaya kandungan hara. Tahap terakhir yakni pengemasan pupuk organik yang telah jadi ke dalam karung ukuran empat puluh kilogram. Setiap hari Kalimi berhasil memproduksi sekitar tiga ratus karung, dengan harga dua puluh empat ribu per karung. Pupuk organik buatan Kalimi ini telah dipakai oleh petani holtikutura di daerah Blora, Rembang, Pati, Jepara dan Demak.

Selain mengembalikan unsur hara tanah, pupuk organik juga bagus untuk tanaman pertanian karena masa suburnya yang panjang hingga beberapa bulan, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimiawi yang harganya mahal.

Berkat usaha yang dirintis Kalimi, limbah kotoran ternak yang melimpah di desa klecoregonang kini bisa dimanfaatkan bahkan memberi penghasilan tambahan bagi pemiliknya. Selain itu, usaha pembuatan pupuk tersebut juga dapat menyerap tenaga kerja dari desa setempat dan secara tidak langsung juga menumbuhkan ekonomi warga sekitar.