MENUAI BERKAH DARI PANEN SRIKAYA DI LAHAN KRITIS



Para petani Srikaya di Desa Bluri Kecamatan Paciran Lamongan Jawa Timur, menuai berkah dengan panen raya buah Srikaya yang mereka tanam di lahan kritis (21/02/2012.) Rata-rata, 5 sampai 10 ton buah Srikaya mampu mereka jual setiap harinya dengan omset mencapai jutaan Rupiah.

Bulan Februari ini hingga Juni ke depan, adalah masa panen raya buah Srikaya. Setiap hari, mereka memanen dari pohon-pohon Srikaya yang sengaja mereka tanam di sela-sela tanaman jagung, cabe dan tanaman palawija lainnya, termasuk pula di pekarangan rumah.

Desa Bluri, memang di kenal sebagai sentra penghasil buah Srikaya terbesar di Lamongan. Ratusan hektar tanah di desa ini, di kenal tandus karena bercampur bebatuan kapur. Bahkan, di musim kemarau, areal pertanian di biarkan terlantar karena sulitnya mendapatkan air.

Namun, sejak 3 tahun terakhir, warga mencoba menanam pohon Srikaya di lahan pertanian mereka. Hasilnya, setiap hari, mereka mampu memanen tak kurang dari 3 kwintal buah Srikaya untuk setiap hektarnya. Masa panen ini akan terus berlangsung hingga bulan Juni ke depan.

Menurut para petani, pohon Srikaya termasuk jenis tanaman yang mudah tumbuh di areal tanah tandus sekalipun. Bahkan, pohon Srikaya mampu bertahan pada musim kemarau panjang sekalipun. Karena itu, pohon Srikaya kemudian menjadi satu-satunya pilihan para petani untuk menopang perekonomian mereka.

“Pohon Srikaya ini termasuk tahan banting dengan musim kemarau bahkan dengan hama sekalipun”, ujar Zaidi, salah seorang petani Srikaya.

Di tingkat petani, harga jual Srikaya berkisar antara 300 hingga 800 Rupiah perbuah, tergantung kualitasnya. Sementara, di tingkat pedagang bisa mencapai antara 1.000 hingga 1.500 Rupiah perbuah.

Di samping di jual langsung ke sejumlah kota-kota sekitar seperti Tuban dan Gresik, tak sedikit pula para pedagang yang datang ke desa ini untuk membeli langsung dari petani. Bahkan, tak jarang sebagian warga luar kota, sengaja datang ke desa ini untuk menikmati langsung buah Srikaya yang baru di petik dari pohonnya. Apalagi, buah Srikaya di kenal memiliki serat cukup tinggi sehingga sangat bagus untuk pencernaan.

Para petani pun berharap, pemerintah setempat, menjadikan desa mereka, sebagai salah satu desa agrowisata, agar penjualan buah Srikaya semakin besar.


digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

2 comments:

Muhammad Hakim on 24 May 2013 at 23:08 said...

tp bgaiman qt bs jdkn desa bluri sbgai agrouwisata. kalau skarang saja smua petani di iming2 dg uang bnyak untk menjual lahan mreka sbgai tmpt pemukiman.bhkan tak sdkt orng dr desa bluri itu sendri menjdi jembtan untk penjualan tanah mlik para petani.

mas ikha on 12 February 2015 at 12:30 said...

Apakah saat ini sirkaya sedang musim?? Mohon kontak petani/pengepul? Segera kirim ke: maslikhan09@gmail. Com


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...