PAGELARAN SENI ADAT PENGANTIN TRADISIONAL PANTURA



Seni adat pengantin tradisional pesisir utara Gresik Jawa Timur, tampil memukau dalam pagelaran seni budaya perpaduan Islam–Hindu guna melestarikan dan memperkenalkannya pada generasi muda (29/02/2012.) Seni adat pengantin tradisional tersebut, nyaris punah akibat tergerus budaya modern.

Konon, Pencak Macan, selalu tampil saat mengiringi perjalanan rombongan pengantin, menuju kursi pelaminan. Kesenian rakyat khas warga pesisir utara Gresik yang terancam punah tersebut, kini gencar di promosikan dalam berbagai seni pertunjukkan panggung. Salah satunya dalam pagelaran seni adat pengantin tradisional Pantura Gresik yang di gelar di Wahana Kreasi Tlogodendo Kecamatan Kota Gresik.

Dulu, seni Pencak Macan tidak pernah lepas dari tradisi pengantin adat warga pesisir utara Gresik, baik sejak masa Hindu hingga berkembangnya agama Islam. Menariknya, tradisi Hindu berhasil di gabungkan dengan tradisi Islam oleh sunan giri yang kemudian di jaga kelestariannya hingga sekarang.

Saat pertemuan pengantin pria dan wanita misalnya, terjadi dialog antara masing-masing tetua rombongan, yang kemudian di lanjutkan dengan memukulkan daun kelor ke wajah mempelai pria agar di beri kemudahan rejeki yang melimpah. Kemudian di lanjutkan dengan menyentuhkan telur ayam ke dahi kedua mempelai, sebagai harapan agar keduanya memperoleh keturunan yang bagus.

Setelah itu, prosesi di lanjutkan dengan adat sungkem kedua mempelai kepada masing-masing mertua, sebagai bukti pengabdian kepada mereka.

Pertemuan budaya Hindu dan Islam, tidak hanya terlihat dalam tradisi pertemuan kedua mempelai saja. Melainkan bisa di lihat dalam busana pengantin yang berselendang bunga melati sebagai simbol keharmonisan rumah tangga.

“Semua adat istiadat yang tampil, memiliki nilai falsafah bagi kehidupan manusia utamanya kedua mempelai”, ujar Fatah Yasin, seniman asal Gresik.

Sebagai pengiring rombongan pengantin, seni Pencak Macan memiliki makna filosofis Islam yang muaranya hanya satu, yakni lebih mendekatkan diri kepada tuhan yang maha esa.

Tokoh seni Pencak Macan, melambangkan, tiga karakter mahluk yang berbeda, diantaranya monyet, Macan, gondoruwo, dan juga seorang pendekar kesatria.

Simbul Macan, melambangkan karakter manusia yang berwatak keras dan emosional. Monyet, melambangkan sosok manusia yang jahil, nakal, lucu, serta suka mengganggu. Sedangkan gondoruwo, hawa nafsu, yang selalu ingin menguasai manusia.

Karena itu, Pencak Macan melambangkan tanggung jawab seorang kepala keluarga, yang harus memberikan nafkah, mengajak keluarganya berbuat kebajikan, dengan selalu berbakti kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

0 comments:

Post a Comment