HARGA CABAI MERAH MAHAL, CABAI BUSUK TETAP DI PANEN



Areal pertanian cabai di Gresik, Jawa Timur, rusak parah akibat cuaca buruk. Kondisi buah cabainya membusuk, meski pohonnya terlihat segar. Kondisi cuaca yang tidak menentu, dituding sebagai penyebab tanaman cabai rusak. Meski demikian, para petani tetap memanan cabainya, karena tingginya harga cabai (19/03/2012.)

Seperti yang yang terlihat di kebun cabai merah di desa Jati Rembe, Kecamatan Benjeng, Gresik, yang buahnya membusuk dan layu di tangkai, meski pohonnya terlihat masih segar.

Para petani telah berusaha merawat sebaik mungkin, tanaman cabainya mulai dari pemupukan dan memberikan berbagai jenis obat penangkal. Tetapi semuanya sia-sia, karena buah cabainya tetap membusuk.

Menurut petani, di awal tanam kondisi cabainya cukup bagus. Namun, dalam masa panen di bulan ke dua dan seterusnya, buah cabai yang bergelantungan di setiap dahan, perlahan kondisinya membusuk. “Awalnya cukup bagus, tapi lama kelamaan malah rusak dan terus semakin parah”, ujar Mustofa, petani cabai.

Kondisi cuaca yang tidak menentu diduga menjadi salah satu penyebab rusaknya tanaman cabai, karena curah hujan tinggi, disertai panas, yang berubah setiap saat.

Akibatnya, petani merugi karena sebanyak 70 persen tanaman cabainya busuk dan hanya sekitar 30 persen, yang bisa diselamatkan.

Meski demikian, para petani tetap memanen cabainya karena harganya yang cukup tinggi di pasar. Untuk cabai busuk, harga di tingkat petani sekitar 3 ribu rupiah perkilogramnya. Sementara di pasar bias mencapai 15 ribu rupiah perkilogramnya.

petani berharap, Dinas Pertanian setempat segera turun tangan membantu petani, karena hingga kini belum ada petugas Dinas Pertanian yang datang membantu menuntaskan persoalan ini.

0 comments:

Post a Comment