KONTES AYAM KETAWA, MEDIA MEMPERKUAT NASIONALISME



Sebanyak 80 ekor ayam ketawa ambil bagian dalam kontes ayam ketawa di kota Gresik, Jawa Timur (11/03/2012.) Acara tersebut diselenggarakan oleh komunitas pecinta ayam ketawa (Kompak) setempat sebagai upaya memperkenalkan ayam jenis ayam lokal yang tak kalah menariknya di banding ayam luar negeri.

Para kontestan ayam ketawa ini datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Pasuruan dan Madura untuk ikut memperkenalkan ayam ketawa kepada masyarakat, melalui kontes ayam yang di gelar komunitas pecinta ayam ketawa, atau kompak, di halaman kantor Kawasan Industri Gresik (KIG) kota Gresik.

Ayam ketawa adalah julukan bagi ayam jantan lokal yang suara kokokannya tidak seperti ayam pada umumnya, yakni mirip suara tertawa manusia. Bunyi kokokan khas tiap ayam pun berbeda antara kokok ayam ketawa yang satu dengan lainnya. Ada ayam ketawa yang kokokannya bergetar, berirama pendek panjang atau sebaliknya, dan lain sebagainya. Ayak jenis ini mulanya berkembang biak di wilayah Sidrap Sulawesi Selatan.

Dari berbagai kategori yang di perlombakan, panitia untuk tahap awal ini hanya memperlombakan kategori kerajinan saja. Sementara, untuk kategori slow, dangdut dan unik akan di perlombakan tanggal 16 Maret mendatang. Pada kategori kerajinan ini, suara penilaian suara ayam didasarkan pada suara, irama ketawam, serta banyaknya jumlah kokok tiap ayam selama 10 menit masa perlombaan.
Ramainya kegiatan kontes ayam ini tak hanya berasal dari suara kokok ayam, tapi juga dari pemilik ayam yang tek henti-hentinya memberi semangat pada ayam kesayangannta untuk terus berkokok.

Kontes ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan jenis ayam ketawa yang merupakan jenis ayam asli Indonesia. Jika di banding dengan ayam serama asal malaysia , ayam ketawa tidak akan kalah menariknya. “Jika ayam serama bias go Internasional, kenapa ayam ketawa tidak bisa? ujar Mukti Slamet, ketua panitia.

Bagi, para pecinta ayam ketawa, kontes seprti ini tidak hanya sekedar media penyalur hobi saja, melainkan sebagai sarana memperkuat rasa Nasionalisme.

0 comments:

Post a Comment