NIKMATNYA RASA GURIH OTAK-OTAK UDANG WINDU



Menu otak-otak bandeng, bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi, karena sudah memasyarakat cukup lama. Namun, bagaimana jika menu otak-otaknya berbahan udang? Tentu menu baru hasil kreatifitas ibu Sri Agustin Handayani, warga Desa Pengulu Kecamatan Sedayu, Gresik – Jawa Timur akan membuat penasaran setiap penikmat kuliner. Apalagi, daging udang memang di kenal memiliki rasa khas yang gurih.

Dalam setahun terakhir, ibu Hani (nama panggilannya,) telah memperkenalkan menu otak-otak udang kepada masyarakat. Berbahan bumbu rempah-rempah seperti cabe merah, bawang, merica, jahe serta aneka bumbu dapur lainnya, otak-otak udang memiliki tempat tersendiri di hati para penikmatnya. Udang windu dipilih sebagai otak-otak, karena ukurannya yang besar, serta dagingnya lebih lembut di banding jenis udang lainnya.

Untuk memasak otak-otak udang, mula-mula, aneka bumbu dapur ini di potong kecil-kecil, untuk kemudian di haluskan dan di tambah santan kelapa, lalu di goreng. Saat proses menggoreng bumbu, api kompor tidak boleh terlalu besar, agar hasilnya lebih bagus.

Setelah bumbu siap, proses selanjutnya adalah memisahkan daging udang dari kulitnya. Proses ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran, agar kulit udang tidak rusak. Cukup menggunakan gunting dan pisau dapur, proses pemisahan daging dan kulit ini bisa di lakukan dengan baik.

Daging udang selanjutnya di haluskan hingga lembut. Setelah itu, daging udang di campur bumbu untuk kemudian di masukkan kembali ke dalam kulit udang.

Ibu Hani, sengaja membiarkan sebagian adonan bumbu dan daging udang ini, berada di bagian luar kulit udang, agar telihat lebih cantik dan mengundang selera makan penikmatnya. Proses berikutnya adalah memasak otak-otak udang dalam sebuah mesin open selama kurang lebih 20 jam. Maka, otak-otak udang pun siap di sajikan.

Ibu Hani mengaku, inspirasi awal menciptakan menu ini berangkat dari melimpahnya produksi udang windu di wilayah Gresik, yang selama ini di kenal sebagai salah satu penghasil udang windu di jawa timur. Dengan meniru cara membuat otak-otak bandeng, ibu Hani akhirnya menciptakan menu baru ini. Hasilnya, sambutan masyarakat cukup baik. “Alhamdulillah, hamper setiap hari tak pernah sepi dari pesanan”, ujarnya.

Menurut para penikmatnya, otak-otak udang memiliki cita rasa khas yang gurih bercampur sedikit manis. Dengan ramuan rempah-rempah, ras agurih udangnya semakin terasa dan membuat ketagihan para penikmatnya.

Pesanan otak-otak udang terus mengalir. 1 ekor otak-otak udang, di jual seharga empat ribu rupiah. Ibu Hani, bahkan sering mengikuti pameran dan lomba hingga pernah meraih terbaik satu dalam lomba aneka masakan tradisional tingkat kabupaten di Gresik.


digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...