GERABAH HIAS TRADISIONAL MAMPU TEMBUS PASAR EROPA



Kerajinan gerabah yang diproduksi warga Kaliotik Lamongan Jawa Timur, mampu menembus pasar ekspor Eropa. Paduan antara bentuk tradisional dan motif modern membuat gerabah tersebut mempunyai nilai seni tinggi.

Kerajinan gerabah yang ditekuni Selo Wayah tersebut merupakan usaha yang dirintis ayahnya, Zainal Mahfud sejak tahun 1989 lalu dan merupakan satu-satunya di Lamongan. Usaha pembuatan gerabah hias ini mengalami pasang surut, namun dengan ketekunan dan keuletan, akhirnya usaha ini mampu bertahan hingga bisa diwariskannya.

Aneka gerabah hias karya Selo Wayah terdiri dari asbak hingga vas bunga dan lain sebagainya. Bahkan, Selo terus berupaya berkreasi dengan selalu merubah bentuk mengikuti perkembangan jaman dan keinginan para pemesan. Untuk pasar ekspor, gerabah dengan bentuk vas bunga yang selalu mendapat banyak pesanan.

Selo, mengambil bahan baku tanah dari desa Jati Rogo yang berada di kabupaten Tuban. Tanah dari desa tersebut kualitasnya bagus melebihi tanah dari Ponorogo yang ia gunakan sebelumnya. Pembuatan gerabah hias ini tidak dilakukan secara manual, melainkan dengan membuat cetakan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena rata-rata pemesan menginginkan bentuk dan ukuran yang sama persis dalam jumlah yang besar.

Pembuatan gerabah ini diawali dengan mengiris tanah yang telah dihaluskan untuk mempermudah pembentukannya. Setelah dibentk kedalam cetakan, gerabah kemudian siap dikeringkan kemudian di bakar. Proses pembakaran dilakukan lebih kurang enam jam untuk menghasilkan kualitas gerabah yang maksimal.

Setelah itu gerabah siap untuk diwarnai. Pewarnaan gerabah sendiri dilakukan dengan cat minyak dan dengan pilihan warna yang mencolok sesuai karakter motif. Hasilnya, berbagai bentuk dan motif unik paduan antara bentuk tradisional dan modern pun tercipta.

Harga kerajinan gerabah ini berfariasi antara 4.000 Rupiah hingga 500.000 Rupiah, tergantung bentuk dan ukurannya. Selain mampu menembus pasaran Eropa, gerabah buatan Kaliotik ini juga kerap dipasarkan ke Bali dan Jakarta. Banyaknya pesanan dari luar negeri membuat omzetnya kini mencapai 10 juta hingga 40 juta rupiah per bulan.

Sumber : liputan86



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...