KERASNYA USAHA KERAJINAN GAMELAN TRADISIONAL



Di tengah ketatnya persaingan bisnis alat musik hiburan modern, Didik Adiono, perajin alat musik jawa atau gamelan di Desa Jatirejo Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, masih terus bertahan dengan profesinya.

Profesi sebagai perajin alat musik galeman ini sudah di jalani Didik sejak tahun 1960-an silam. Namun ketatnya persiangan alat musik modern dan melonjaknya harga-harga bahan baku, ternyata kerajinan gamelan ini masih terus bertahan.

Begitu sulitnya memproduksi gamelan ini sehingga untuk menghasilkan satu set gamelan berbahan kuningan, Didik harus bekerja keras selama tiga bulan dengan di bantu sekitar 15 orang karyawan.

Bayangkan saja, jenis gamelan sangat banyak namun untuk memproduksi satu unit dan satu nada saja di butuhkan kerja keras yang luar biasa, mulai dari membakar bahan baku kuningan, memande atau memukulnya hingga menjadi lembaran, atau mengelas dan menghaluskannya hingga menghasilkan nada yang berbeda-beda. Alhasil, memproduksi gamelan, membutuhkan tangan-tangan yang ahli, hingga tidak banyak orang yang mau menggeluti usaha ini.

Bagi Didik Adiono, pekerjaan ini sudah menjadi makanan sehari-hari, sehingga ia tidak pernah merasa kesulitan lagi. Setiap satu jenis alat musik di hasilkan oleh pekerjanya, Didik langsung melaras atau menyetem alat musik ini untuk menghasilkan nada-nada yang berbeda sesuai keinginan, mulai gong, kempul, kenong, bonang, gender, slentem, saron dan masih banyak lagi.

Tak hanya sekedar memproduksi alat musik gamelannya saja, di rumah produksinya ini Didik juga meproduksi wadah atau tempat gamelan.”Di samping kerja keras, butuh ketelatenan serta kesabaran, dan ini yang paling sulit”, ujarnya

Harga untuk tiap set gamelan bervariasi, tergantung bahan yang pakai untuk membuatnya. Seperti bahan besi misalnya, satu set gamelan lengkap di patok harga 24 juta rupiah, sementara gamelan yang berbahan kuningan satu set lengkap harganya mencapai 125 Juta Rupiah dengan keuntungan sekitar 20 hingga 25 Juta Rupiah.


Konon, gencarnya usaha pemerintah dalam melestarikan budaya dan kesenian tradisional, membuat peluang usaha dan pemasaran kerajinan gamelan ini kian terbuka. Seperti maraknya pameran di pusat maupun di berbagai daerah hingga program-program seni tradisional masuk sekolah, membuat permintaan kerajinan gamelan terus antri dan berdatangan.

Di dalam negeri, pasar gamelan meliputi Solo, Jogja, Jakarta, Bali, Kalimantan hingga Nusatenggara. Sementara di luar negeri meliputi Singapura, Jepang dan Amerika.


digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

1 comments:

wahid novianto on 30 May 2013 at 09:35 said...

Menerima pesanan gamelan.
Apabila berminat dengan seni kerajinan gamelan buatan kami silahkan merima enghubungi alamat di bawah ini :

WAHID NOVIANTO
WIRUN RT 01 RW 05 MOJOLABAN SUKOHARJO JAWA TENGAH
NO.HP 085728800046
EMAIL wahidnovianto511@gmail.com


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...