MENDAUR ULANG LIMBAH KERTAS JADI KANTONG PEMBUNGKUS


Bermodalkan keuletan dan kerja keras, Ebor (72 tahun) warga Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede, Kuningan, Jawa Barat, mampu mengolah barang limbah menjadi kantong pembungkus yang bernilai ekonomi. Bahkan, usahanya itu banyak di ikuti oleh tetangganya, hingga daerahnya menjadi sentra pembuatan kantong pembungkus dari kertas.

Karena itu tak heran, jika rumah Ebor sejak 20 tahun lalu dijadikan sebagai sentra pembuatan kantong bungkus dari bahan kertas limbah. Usaha yang dirintis sejak tahun delapan puluhan ini terus berkembang hingga mempekerjakan tetangganya sampai delapan puluh orang lebih. Bahkan, banyak warga setempat yang mengikuti jejaknya menjadi perajin pembuat kantong kertas dirumahnya masing-masing.

Pembuatannya cukup sederhana, mula-mula kertas limbah atau kertas bekas ini kemudian ditata berjajar-jajar dan ujungnya diberi lem. Proses berikutnya baru pelipatan kertas sesuai ukuran kantong yang dikehendaki. Kendati terlihat cukup mudah, namun untuk membuat ribuan kantong bungkus, diperlukan kesabaran dan ketelatenan.

Kantong bungkus ini biasanya dipakai sebagai pembungkusan kue gorengan oleh pedagang. Selain itu, kantong yang berukuran besar, digunakan sebagai pembungkus beras oleh para pedagang sembako.

Setiap minggu, kakek tiga cucu tersebut mampu menjual kantong pembungkus sampai Tiga Ratus Ikat. Setiap ikatnya berisi seratus kantong, dengan harga mencapai 21 Ribu Rupiah perikatnya. Selain dikirim ke kota Bandung, kantong pembungkus ini juga dikirm ke Jakarta dan sejumlah kota lainnya.

Tak heran, usaha yang di rintis Ebor itu mampu menyerap tenaga kerja dari warga setempat, bahkan, jumlahnya mencapai tiga ratus orang lebih, warga yang membuat kantong pembungkus gorengan ini.

0 comments:

Post a Comment