PERINGATI HARI KARTINI, PARA IBU LESTARIKAN SENI MEMBATIK

Ibu-ibu rumah tangga di Gresik Jawa Timur, tekun berlatih membatik, sebagai salah satu upaya melestarikan seni tradisi budaya Indonesia yang telah diakui organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pelatihan membatik secara gratis tersebut (22/04/2012,) digelar komunitas perajin dan pecinta batik Gresik, untuk memperingati hari Kartini tahun 2012.

Aktivitas pelatihan membatik ini, dikuti sebanyak 65 orang ibu rumah tangga se-Kabupaten Gresik, yang digelar komunitas perajin dan pecinta batik Gresik, bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat. Selain untuk memperingati hari Kartini, pelatihan membatik tersebut juga untuk melestarikan seni tradisi asli Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan bagi para ibu rumah tangga untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Pelatihan membatik diawali dengan workshop pembuatan batik tulis, memperkenalkan sejarah, teknis membatik, dilanjutkan praktik membatik dengan didampingi tenaga perajin batik profesional. Sedangkan praktek membatik, diawali dengan proses pembuatan desain, teknik membuat pola, proses canting, dilanjutkan dengan proses dulit, nembok hingga proses pewarnaan dan teknik penjemuran.

Sri rahayu, peserta membatik, mengatakan, keterampilan membatik, tidak sekedar melestarikan seni tradisi warisan leluhur, tetapi juga memberikan nilai ekonomis untuk kelangsungan rumah tangga. “Saya berencana membuka usaha batik di rumah”, ujarnya.

Arti Israwan, instruktur batik mengatakan, tenaga pembatik dari waktu ke waktu jumlahnya makin merosot. Bahkan, generasi muda, juga tidak lagi tertarik untuk menekuni seni tradisi membatik, meski batik telah diakui dunia.

Karena itu, pada peringatan hari Kartini ini, komunitas pecinta batik Gresik, bertekad mengajak para ibu rumah tangga, dan juga para remaja, untuk giat belajar membatik, demi menjaga pelestarian seni warisan nenek moyang. “Agak sulit mencari tenaga pembatik yang ulet dan memiliki jia seni yang baik”, kata Arti Israwan.

Kegiatan membatik ini diprakarsasi dinas tenaga kerja, disnaker setempat, dengan mengundang sejumlah tenaga instruktur batik profesional di kabupaten Gresik. Usai mengikuti pelatihan, para peserta mendapatkan satu set perlengkapan membatik komplit, mulai dari kompor, wajan, canting, kain, pewarna, agar mereka bisa berwira usaha di rumah masing-masing.

0 comments:

Post a Comment