SUKSES BUDIDAYA LELE ORGANIK DENGAN KOLAM TERPAL



Desa Kedungwangi Kecamatan Sambeng, Lamongan-Jawa Timur, mendapat julukan sebagai kampung lele, karena sebagian warganya menjadi pembudidaya ikan lele dengan media terpal plastik. Bahkan salah seorang warga berhasil membudidaya lele di kolam beton yang berada di atap rumahnya. Selain itu mereka juga sukses membut formula pakan ikan organik secara swadaya.

Julukan sebagai kampung lele melekat pada desa Kedungwangi sejak usaha tersebut di mulai sekitar sembilan tahun lalu. Dipilihnya terpal plastik sebagai media kolam, karena kolam ini sangat praktis dan bisa di tempatkan di pekerangan rumah. Dari 900 kepala keluarga, 50 di antaranya menjadi peternak ikan lele. Jumlah warga yang menggeluti budidaya lele dengan media terpal terus bertambah tiap tahunnya.

Suyit, salah seorang perintis budidaya ikan lele, bahkan mampu bereksperimen sehingga mampu menciptakan probiotik sebagai pengganti pupuk kimia serta mampu menciptakan formula pakan yang bisa di produksi sendiri. Bahan baku pakan buatan warga adalah dedak padi, tepung ikan dan kedelai. “Kombinasi dari bahan baku ini menyebabkan lele sangat suka dan hasilnya cukup memuaskan”, ujar Suyit.

Uniknya lagi, pria lulusan sekolah dasar tersebut sukses membudidaya lele dengan membuat kolam beton di atap rumahnya. Dengan kreatifitas yang tiada henti tersebut, membuat Suyit, dengan gigihnya menciptakan inovasi meski tidak memiliki tanah lapang untuk budidaya lele. Bahkan dengan inovasinya, Suyit mampu beternak lele meski benihnya tergolong benih yang kurang berkualitas.

Keberhasilan warga desa kedungwangi dalam membudidayakan ikan lele dengan kolam terpal ini, terletak pada penggunaan pakan hasil produksi sendiri. Selain lebih berkualitas, pakan ini juga lebih murah dibanding dengan pakan buatan pabrik. Sehingga keuntungan para peternak lele lebih maksimal.

Rata-rata, dengan kolam berukuran 3 x 6 meter persegi, para petani mampu memanen ikan lele sebanyak lima kwintal, dengan harga perkilo antara Delapan Ribu Lima Ratus Rupiah hingga Sepuluh Ribu Rupiah. Dalam kurun waktu dua setengah bulan, keuntungan bersih para peternak lele, bisa mencapai sekitar Tiga Juta Rupiah.

Lele jenis dumbo dan sangkuriang hasil budidaya warga desa kedungwangi ini, berbeda dengan lele dari daerah lain, karena dagingnya tidak mengandung zat kimia sama sekali, alias lele organik.

Saat ini lele dari desa Kedungwangi dipasarkan ke sejumlah kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Jombang, Bojonegoro dan Mojokerto. Para peternak lele berencana mengembangkan ikan lele yang memiliki daya saing, sehingga layak di ekspor ke luar negeri.

1 comment:

  1. Kami pembudidaya ikan lele sangkuriang dan dumbo di Pare Kediri
    siap memenuhi kebutuhan bibit/benih/konsumsi lele anda
    kunjungi situs kami di www.mycatfish.com

    ReplyDelete