SUKSES DENGAN BUDIDAYA KELINCI HIAS ASAL EROPA



Bermula dari hobi dan ketekunan memelihara kelinci, Sungkowo, warga Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur yang keseharianya bekerja sebagai pegawai negeri sipil tersebut, sukses dengan budidaya ternak kelinci hias yang telah di tekuninya selama 10 tahun lebih. Bahkan, kelinci kelinci hasil budidayanya, kini sudah terkenal di beberapa kota di pulau Jawa dan Bali.

Awalnya, Sungkowo hanya memelihara beberapa ekor saja. Berhubung kelinci merupakan salah satu hewan yang tergolong cepat perkembang biaknya, akhirnya saat ini di peternakannya, sudah ada ratusan kelinci, mulai dari yang baru lahir sampai yang sudah dewasa.

Jenis kelinci yang di budidayakan adalah kelinci jenis flamest dan rex yang berasal dari eropa. Dua kelinci jenis ini tergolong salah satu kelinci hias yang lagi booming saat ini. Karena pemeliharaannya tidaklah terlalu sulit, dan tahan terhadap penyakit, sehingga penggemar kelinci hias lebih cenderung memelihara kelinci jenis ini. Bahkan bobot kelinci bisa mencapai tujuh kilogram lebih.

Kelinci merupakan hewan yang mudah di pelihara. Kelinci cukup di tempatkan di kandang yang terbuat dari kayu dan jaring besi, serta memberi makan daun yang sudah layu tapi tidak busuk dengan di campur ampas tahu secara rutin dan menjaga kebersihan, maka kelinci yang di budidaya akan cepat berkembang biak.

Yang perlu di perhatikan, jumlah kelinci dalam kandang disesuaikan dengan luas kandang, karena kandang yang sempit dengan kapasitas kelinci yang banyak akan membatasi ruang gerak kelinci sehingga bisa menimbulkan stres untuk kelinci dan biasanya kalau strees timbul penyakit yang ujungnya kematian.

Harga jual kelinci jenis flamest dan rex tergolong cukup tinggi. Kelinci jenis flamest yang sudah dewasa atau indukan di jual dari harga satu hingga juta hingga dua juta rupiah per ekor. Sedangkan kelinci jenis rex dewasa di jual antara lima ratus ribu sampai Satu Juta Rupiah per ekor.

1 comment: