4 TAHUN BERSAHABAT DENGAN ULAR



Bagi kebanyakan orang, ular merupakan hewan yang paling ditakuti karena memiliki bisa berbahaya. Tetapi tidak demikian bagi seorang pemuda di Gresik Jawa Timur yang menjadikan ular sebagai sahabatnya. Meskipun keluarga dan tetangga sempat menentang hobinya tersebut, namun sedikit pun tak mengurangi kecintaannya terhadap ular.

Memelihara ular, bukanlah hobi sembarangan. Selain sangat unik, hobi yang satu ini juga menuntut keberanian ekstra. Tak heran jika pemelihara reptil yang kerap membuat nyali ciut itu sangat terbatas. salah satunya adalah Arfi Dian, warga Jalan Bengawan Solo 58A Desa Randuagung Kecamatan Kebomas Gresik.

sebenarnya hobi memelihara binatang bersisik ini baru dilakoninya selama 4 tahun terakhir, berawal saat Arfi di gigit ular hingga harus di rawat di rumah sakit. Sejak saat itu, Arfi berkeinginan keras untuk mengoleksi ular-ular yang terbilang unik.

Bagi Arfi, ular tetaplah binatang yang harus diwaspadai karena tergolong binatang pemangsa. karena itu, dalam merawat ke 30 ularnya, Arfi menempatkan ular berbisa terpisah dengan ular jinak. untuk ular jinak, Arfi memandikan secara langsung. namun, khusus ular berbisa, Arfi menggunakan alat penjepit.

Selain eksotisme itu, memelihara ular tidak membuang waktu lama. dengan ukuran halaman rumah seluas 3 kali 5 meter saja, sudah bisa untuk memelihara 30 ekor ular. Dan pemberian makan bisa dilakukan seminggu sekali dengan pakan tikus Marmut.

Dalam memelihara reptil berdesis ini, Arfi sangat memperhatikan kebersihan kandang dan jadwal pemberian makan secara rutin. Arfi tidak pernah telat dalam memberi makan ular-ular berkulit indah ini. Karena jika telat, dikhawatirkan kesehatan ular akan terganggu. “Kebersihan kandang termasuk yang paling penting dalam merawat ular”, ujar Arfi

Memelihara ular diakui Arfi dapat mendatangkan kepuasan batin sekaligus keuntungan finansial. Bukan karena unsur mistis, melainkan ularnya kerap laku terjual, bahkan pernah terjual 10 juta rupiah untuk 1 ekor ular Phyton Albino piara-annya.

Disamping memelihara ular, Arfi juga memelihara sejumlah jenis reptil lainnya seperti biawak, kadal, iguana dan kura-kura.

Menurut Arfi, biaya perawatan semua binatang reptilnya membutuhkan setidaknya 1 Juta Rupiah dalam 1 bulan. Biaya ini didapat Arfi dari hasil penjualan binatangnya.

Untuk mensosialisasikan kegemarannya pada reptil, Arfi telah mendirikan sebuah organisasi bagi para pecinta reptile bernama Rescue Of Snake (ROSE). organisasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk menjaga habitat ular. bahkan, Arfi bercita-cita ingin melepas 100 ekor ular ke habitatnya yang asli.


digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...