KHOIRUL HUDA, LOYALITAS TINGGI TERHADAP BUMI KELAHIRAN



Sepuluh tahun merupakan rentan waktu yang cukup lama bagi seorang pemain untuk tetap bertahan dalam satu club sepak bola tanah air. Namun tidak demikian dengan Khoirul Huda, penjaga gawang Persela Lamongan. Meskipun begitu, impian menjadi pemain timnas masih melekat pada pemain berusia 33 tahun tersebut (27/05/2012.)

Khoirul Huda, salah satu pemain andalan Persela Lamongan, merupakan sosok pemain yang tangguh dalam menjaga gawang tim Laskar Joko Tingkir. Pemain kelahiran Lamongan, 26 Februari 1979, telah sepuluh tahun membela Persela mulai dari divisi dua silam, hingga sekarang.

Menjadi kepercayaan Miroslav Janu, karir Khoirul Huda semakin melejit pada kompetisi isl musim ini. Betapa tidak, pemain yang akrab di sapa Huda ini sering menjadi penyelamat timnya dari kekalahan, meski di musim ini Huda sudah kebobokan 30 gol dalam 26 pertandingan Persela.

Teringat pada benak kita ketika Huda menjadi pahlawan kemenangan Persela 1-0 saat menantang persisam di stadion segiri samarinda, pada putaran pertama lalu. Kala itu Huda mementahkan sejumlah peluang persisam.

Tak hanya itu, Huda lagi lagi menjadi penyelamat timnya dari kekalahan atas Pelita Jaya Karawang, 24 April 2012 lalu. Huda sukses mengagalkan penalti Greg Nowkolo dan pertandingan berkesudahan imbang 2-2.

Menurut bapak dua anak ini, membela tim Persela merupakan kebanggaan tersendiri. Membela Persela adalah sebuah loyalitas untuk kebesaran daerahnya, sebagai bentuk cinta karena telah lahir dan dibesarkan di Lamongan.

Selain itu, management Persela yang memperhatikan benar keadaan pemainnya, merupakan salah satu alasan ia tetap bertahan dan bertekat tak akan meninggalkan Persela Lamongan dan berpindah ke tim lain. “Saya sudah mantap dengan Persela” ungkapnya.

Selain tangguh di lapangan hijau, sosok Khoirul Huda, merupakan sosok ayah yang amat mencintai keluarga. Meski disibukkan dengan jadwal latihan dan bertanding, ia senantiasa menyempatkan diri untuk istri dan kedua anaknya. Tak terkecuali jika Huda bermain keluar daerah.

Jika bermain di luar kota, rasa kangen kepada keluarga menjadi rasa terpendam. Alat komunikasi hanya menjadi senjata bagi dirinya untuk mengetahui kondisi keluarga dirumah. Apalagi, sang istri selalu mensuport dan mendukung sang suami dalam bertanding.

Menginjak usia tiga puluh tiga tahun, semangat kiper bertubuh jangkung tersebut tidak pernah pudar. Bahkan, Huda memiliki cita cita yang terpendam untuk menjadi pemain Timnas Indonesia.

Di kabarkan, Huda menjadi salah satu dari lima kiper di indonesia yang menjadi incaran Alfreid Ridle untuk memperkuat skuad garuda. Di antaranya Ferry Rotinsulu, Adritany, Kurnia Mega dan I Made Mariawan.

0 comments:

Post a Comment