SISWA SD CIPTAKAN DETEKTOR ANGIN PUTING BELIUNG BERBAHAN LIMBAH



Siswa sekolah dasar di Gresik, Jawa Timur, berhasil menciptakan alat deteksi dini angin puting beliung (21/05/2012.) Uniknya, alat tersebut, terbuat dari limbah bekas minuman air mineral yang banyak di temukan di halaman sekolah. Lewat alat deteksi tersebut, diharapkan mampu memberikan peringatan dini kepada masyarakat, sehingga bisa mengurangi resiko kerugian, khususnya korban jiwa.

Sabrina Zainita Putri, siswa kelas 5 SD Muhammadiyah GKB gresik, lewat bimbingan guru pembimbing sains di sekolah, berhasil menciptakan alat pendeteksi angin puting beling, hanya dengan mengandalkan barang-barang bekas yang sudah tak terpakai, yakni tiang besi penyangga, baling-baling dari bekas botol air mineral, baterai 9 volt, alarm dan kaleng bekas sebagai wadahnya.

Proses pembuatan alat deteksi puting beliung ini cukup hanya dengan merangkai kawat dengan irisan botol minuman, menyerupai kipas, yang diletakkan dalam kaleng, dengan membuat bandulan kawat besi. Lintasan kawat yang menghubungkannya dengan bandulan magnet, digerakkan dengan baterai kapasitas sembilan volt.

Cara kerja deteksi ini cukup sederhana, sirine akan berbunyi dengan sendirinya jika bandulan magnet bergerak saat terkena angin kencang dan menempel pada bagian dinding kaleng bekas. Bunyi sirine berasal dari arus listrik baterai, yang selanjutnya memberi peringatan dini kepada penghuni rumah.

penggagas alat deteksi angin puting beliung sabrina Zainita Putri, mengatakan, alat deteksi puting beliung ini, terispirasi dari seringnya bencana angin puting beliung melanda Indonesia. Dengan hanya menggunakan bahan baku limbah bekas, ia berharap alat ini bisa memberikan manfaat peringatan dini kepada masyarakat, guna menyelamatkan diri dan keluarganya. “Memang berawal dari banyaknya musibah angina putting beliung, kita kemudian menciptkan alat tersebut”, ujar Sabrina Zainita Putri.

Pembuatan alat deteksi puting beliung ini, merupakan bagian dari penerapan pendidikan fisika dalam kehidupan sehari-hari. Pihak sekolah akan mengikutsertakan karya siswa ini, untuk mengikuti lomba festival sains tingkat nasional, serta akan memproduksi secara masal untuk di manfaatkan bersama.

0 comments:

Post a Comment