TAS DAN SEPATU CANTIK DARI KULIT IKAN NILA


Biasanya, kulit ikan nila atau kakap merapi dibuang karena di anggap kurang bermanfaat. Namun, dengan sentuhan tangan kreatif, kulit ikan nila bisa dimanfaatkan menjadi bahan utama kerajinan tas, sepatu yang sangat indah dan bernilai ekonomis tinggi. Kerajinan inilah yang ditekuni seorang warga di Sukoharjo, Jawa Tengah, sekitar sepuluh tahun lalu.

Harga kerajinan tas kulit ikan nila bisa mencapai Ratusan Ribu Rupiah. Meski demikian, aneka tas dari kulit ini sangat digemari berbagai kalangan di dalam dan luar negeri. Apalagi, tekstur kulit yang ditampilkan terlihat sangat indah dan unik, berbeda dengan kebanyakan bahan kulit lainnya.

Tak terkecuali aneka kreasi sandal dan sepatu indah yang tampil dengan perpaduan kulit ikan dan karet sintetis yang indah, dijual dengan harga puluhan hingga ratusan Ribu Rupiah per pasang. Untuk sandal, harga perpasang mulai Seratus Lima Puluh hingga Tiga Ratus Ribu Rupiah, sementara harga tas harga mulai Empat Ratus Ribuan tergantung kualitas dan model.

Sebelum di rangkai sebagai bahan kerajinan, rahmawati, warga Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, limbah kulit ikan nila disamak terlebih dahulu. Setelah disamak, kulit ikan nila dikeringkan selama semalam. Setelah itu, dipotong sesuai pola yang diperlukan. Kemudian dijahit dan dirangkai menjadi tas, sepatu, sandal atau dompet.

Rahmawati mengaku, sudah menekuni kerajinan ini sejak tahun 1990-an. Awalnya, memang tidak mudah, namun, upaya kerasnya akhirnya ternyata membuahkan hasil juga. “Usaha dan uji coba terus di lakukan dengan jatuh bangun”, ujarnya

Sebelumnya, Rahmawati dan suaminya, Tono, hanya menjual ikan nila dalam bentuk utuh kepada para pedagang di pasar-pasar. Namun, akibat kesulitan pasokan, pendapat mereka pun terus menurun, hingga, akhirnya, mereka berpikir untuk mengoptimalkan stok ikan yang dipunyai agar bisa mendapatkan keuntungan yang layak.

Keduanya pun akhirnya mencoba memanfaatkan berbagai potensi ikan nila, seperti kulit, daging, kepala, sirip dan sebagainya, agar bisa dijual dan menambah penghasilan. Untuk sementara kerajinan ini hanya dijual di kota Solo dan sekitarnya.

1 comment:

  1. Sangat kreatif dan mengurangi limbah bravo. Boleh sy minta alamat Ibu Rahmawati?tmksh salam,
    Rini
    email tramtera@yahoo.com

    ReplyDelete