TERNAK BEBEK PEKING, PELUANG USAHA YANG MENJAJIKAN



Usaha ternak bebek peking bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Hasilnya luar biasa, dalam 45 hari saja, bebek peking sudah bisa di jual. Selain membutuhkan biaya yang relatif murah, bisnis bebek peking cukup praktis.

Bebek peking adalah sejenis bebek pedaging berwarna putih dengan bibit berasal dari Beijing atau Peking – Cina. Bentuk tubuh gemuk dan lebih besar dari bebek pada umumnya. Patuk lebar, leher besar, ekor jantan besar kriting, mata bulat kecil berwarna hitam, suara bebek peking jandan besar sedangkan betina kecil, bentuk kaki hampir sama dengan bebek lokal namun warnanya putih.

Saat ini, peternak bebek peking sudah mulai menjamur seperti di Kabupaten Bandung Barat serta sejumlah kota di Jawa Timur seperti Surabaya dan Kediri. Dengan bermodalkan ketelatenan dan kesabaran, ternak bebek peking mengalami perkembangan ekonomi cukup signifikan, hingga banyak pesanan yang tidak terlayani, karena stok terbatas.

Memelihara bebek peking tidaklah rumit, lebih mudah dari pemeliharaan bebek lokal biasanya, ya sedikit mirip dengan memelihara ayam boiler, namun hanya diberi pakannya sehari dua kali, kecuali air untuk minum harus selalu tersedia.

Jenis pakannya pun tidak sulit cukup dengan diberi bekatul, layer dan beunyeur (bubuk beras) dicampur air seperlunya lalu diaduk, pakan ini sudah siap di berikan. Setelah diberi pakan, telor mulai dipanen dari bebek yang sudah layak bertelor, biasanya dari enam puluh bebek petelor tersebut, tiga puluh enam sampai empat puluh telor berhasil dipanennya, untuk kemudian ditetaskan pada tempat penetasan.

Telor-telor yang ditetaskan biasanya harus mencapai kelipatan enam puluh, kalau belum, ya nunggu dulu hari berikutnya hingga bebek bertelor. Bebek dod, bibit, biasa di tempatkan di tempat ini atau disebut tempat pemberokan, selama lima belas hari dengan full diberi pakan layer.

Walau dengan kandang sederhana, bebek peking bisa betah tinggal di kandang, hingga tubuh bebek menjadi gemuk. Bahkan, tingkat kematiannya pun sangat rendah, hanya sekitar tiga persen.

0 comments:

Post a Comment