FESTIVAL BANDENG BAKAR TRADISIONAL KHAS PANTURA



Berbagai jenis menu masakan berbahan utama ikan bandeng telah banyak kita temui. Namun, untuk jenis masakan ikan bandeng dengan cara di bakar, mungkin tak banyak variasinya. Di Gresik Jawa Timur, aneka jenis masakan tradisional berbahan ikan bandeng bakar, di tampilkan dalam sebuah festival (16/06/2012.) Tak hanya itu, festival tersebut juga memperkenalkan beragam cara membakar ikan bandeng yang baik.

Kepulan asap tampak menghiasi udara perkampungan tua di Jalan Nyai Ageng Arem-Arem Kecamatan Kota Gresik. Kepulan asap ini, berasal dari pembakaran ikan bandeng yang di lakukan oleh 18 kelompok kecamatan se-kabupaten gresik, dalam ajang festival menu masakan tradisional bandeng bakar dengan membakar sekitar seribu ekor lebih ikan bandeng,

Masing-masing kelompok menampilkan cara membakar ikan bandeng dengan cara tradisional menggunakan arang kayu bakar. Peserta asal kecamatan Kedamaian misalnya, memilih membakar ikan bandeng menggunakan batok kelapa. Pasalnya, di samping menimbulkan bau wangi pada ikan bandeng, pembakaran menggunakan batok kelapa lebih panas dari pada menggunakan arang dari kayu biasa.

Tak hanya itu, untuk memperoleh hasil maksimal, ikan bandeng bakar juga di tutup menggunakan daun pisang agar daging ikan bandeng benar-benar matang dengan rata, serta rasanya pun lebih gurih.

Setelah semua ikan bandeng matang, barulah mereka menambahkan bumbu yang terbuat dari rempah-rempah, sera menghiasinya dengan aneka macam hiasan makanan.

Sejumlah peserta asal kecamatan sedayu misalnya, mengolah ikan bendeng bakar hingga menjadi aneka masakan tradisional yang cukup mengundang selera, seperti sate bandeng, sapit bandeng, bandeng rujak, bumbu bakar mangut, bandeng sambal petis jeruk dan lain sebagainya.

Aneka menu masakan bandeng bakar ini, sengaja di angkat dari wilayah kecamatan masing-masing untuk di perkenalkan kepada masyarakat. Apalagi, kota Gresik selama ini di kenal sebagai salah satu penghasil ikan bandeng terbesar di Jawa Timur. “Menu ini kita angkat dari aneka masakan sehari-hari di desa kami”, ujar Sumarni, peserta asal kecamatan Sedayu.

Festival menu makanan bandeng bakar ini adalah salah satu rangkaian dari kegiatan “Gresik Tempoe Doeloe” yang di selenggarakan selama 2 hari guna melestarikan dan memperkenalkan budaya tradisional khas Gresik agar lebih di kenal secara luas.

0 comments:

Post a Comment