KERAJINAN TUNGKU BATU CADAS YANG HAMPIR PUNAH


Kerajinan tungku yang terbuat dari batu kini sudah hampir punah. Kurangya minat generasi muda menjadi penyebab hamper punahnya kerajinan tungku yang terbuat dari batu cadas tersebut. Hal ini di alami para perajin di sentra kerajinan tungku batu cadas di Desa Tritihlor, Kecamatan Jeruklegi Cilacap, Jawa Tengah yang bertahan di zaman yang serba modern ini.

Tungku batu adalah tempat perapian yang terbuat dari batu cadas. Pada masa kejayaanya, tungku batu merupakan alat favorit yang di gunakan untuk memasak dengan bahan bakar kayu bakar. Namun seiring zaman yang semakin modern, kerajinan tungku batu semakin ditinggalkan terutama oleh kaum pemuda. Padahal, tungku ini termasuk salah satu peninggalan budaya.

Setidaknya hal itulah para perajin di wilayah ini, hanya beberapa perajin saja yang bertahan menggeluti kerajinan ini. Padahal, sebelumnya terdapat ratusan perajin yang menggantungkan hidupnya dengan membuat tungku.

Untuk membuat tungku batu cukup mudah,hanya alat berupa cangkul dan kapak. Tungku dibuat dari batu cadas yang di gali dari tanah perbukitan setempat. Batu cadas tersebut kemudian di belah berbentuk kotak berukuran 75 x 35 centimeter dengan dua lubang.

Menurut perajin tungku batu, minat kaum muda untuk menggeluti kerajinan ini sangat rendah. Hal ini terjadi karena para pemuda memilih pekerjaan lain yang dianggap lebih menjanjikan. Padahal,meski bertahan di tengah zaman yang serba modern, tungku batu saat ini masih di minati oleh masyarakat.

Pembuatan tungku ini tergolong berbahaya, karena menggunakan batu cadas yang di gali di kedalaman hampir sepuluh meter di perbukitan. Selain itu, pada musim hujan seperti sekarang ini, tempat galian tak bisa di gunakan karena banjir.

Meski berbahaya, para perajin tetap bertahan karena permintaan dari masyarakat masih tinggi. Harga tungku batu ini relatif murah, yakni 25 ribu per buah. Pesanan tungku batu tidak hanya berasal dari cilacap, namun dari luar kota seperti Banyumas, Purbalingga bahkan hingga ke Jogjakarta.

0 comments:

Post a Comment