KRUPUK BLINJO KERANG SIMPING YANG LARIS MANIS


Nama krupuk blinjo (mlinjo) saat ini sudah banyak di kenal orang. Namun, dengan sedikit kreatifitas, seorang penjual krupuk blinjo di Gresik Jawa Timur, menambahkan daging kerang pada blinjonya. Hasilnya, krupuk blinjo kerang buatannya, laris terjual hingga menembus pasar manca negara.

Suasana sibuk selalu di rumah ibu Luluk Jamilah di Jalan Sindojoyo Kelurahan Sukodono Kecamatan Kota Gresik. Sejak berjualan krupuk blinjo kerang 15 tahun lalu, ibu Luluk Jamilah terus kebanjiran order. Hingga harus mempekerjakan 8 orang karyawan.

Munculnya ide membuat krupuk mlinjo kerang simping ini berawal saat Luluk menyaksikan kerang simping berserakan dan sering dibuang nelayan setempat karena tak laku di jual. Luluk kemudian mencoba menempelkannya pada krupuk blinjo hingga krupuk kreasinya laris manis di pasaran.

Setiap hari, Luluk membeli 30 hingga 40 kilo gram krupuk blinjo mentah dari Mojokerto Jawa Timur. Sedangkan kerang simping, Luluk mendapatkannya dari pasokan warga sekitar sebanyak 7 kilo gram setiap harinya.

Kedua bahan dasar ini selanjutnya di gabung dengan menempelkan daging kerang simping pada salah satu sisi krupuk blinjo. Sebelum di tempelkan, biasanya, daging kerang di bumbuhi sedikit garam untuk menambah kelezatannya.

Krupuk blinjo kerang selanjutnya di jemur selama 2 hari agar hasil gorengannya terasa lebih renyah. Semakin kering krupuk blinjo, maka semakin bagus pula hasilnya.

Selanjutnya, krupuk yang sudah kering di goreng. Dalam proses penggorengannya ini, di butuhkan ketelitian khusus. Karena, tidak boleh terlalu matang atau terlalu mentah hingga mengurasi rasa khas krupuk ini.

Ibu Luluk menjual krupuk blinjo keadaan masak dan sebagian lainya di jual masih mentah, tergantung permintaan pasar. Biasanya, Luluk membungkus krupuk ini dalam 1 kemasan berisi seperempat kilo gram.

Setiap kilonya, ibu Luluk menjual krupuk blinjo kerang baik masak atau pun mentah seharga 48 Ribu Rupiah. Dari penjualan ini, ibu Luluk mengaku memperoleh omset laba bersih sebesar 3 Juta Rupiah perbulannya.

Di samping di jual secara langsung di toko makanan miliknya, Luluk juga memasarkan krupuk blinjo kerang buatannya, ke berbagai kota di Indonesia seperti Surabaya, Merauke, Makasar hingga kota-kota di Kalimantan. Bahkan, sebagian juga di kirim ke Arab Saudi dan Australia melalui jasa TKI yang bekerja di sana.

Namun, Luluk mengeluhkan kendala tersedianya bahan dasar kerang simping yang bisa di dapat secara musiman. Biasanya, dalam setahun, musim kerang simping terjadi bulan Mei hingga September. Selebihnya, Luluk harus mencarinya ke berbagai daerah di luar Gresik.

Dengan kreatifitasnya ini, Luluk berhasil membuktikan bahwa inisiatif dan kreatifitas ternyata lebih berharga dari pada ketersediaan modal.

0 comments:

Post a Comment