LEBIH NIKMAT, BETUTU BEBEK TRADISIONAL DI MEMASAK DENGAN SEKAM


Membuat betutu baik dari ayam maupun bebek, bagi sebagian besar masyarakat Bali adalah hal biasa. Pasalnya, betutu merupakan makanan khas yang selalu diburu mereka yang sedang berkunjung ke pulau Bali. Namun, tahukah anda bila proses memasak betutu sebetulnya sangatlah rumit dan memakan waktu.

Dari sisi waktu, untuk ayam maupun bebek betutu yang nyangluh atau nikmat, mesti menghabiskan waktu hampir delapan jam sehingga ayam maupun bebek benar benar matang. Proses ini tentunya bila menggunakan cara tradisional ala Bali, yakni tungku dengan sekam padi.

Untuk memasaknya, mula mula bebek mentah diolesi bumbu merica dan garam agar sebelum direbus. Merebusnya memerlukan waktu dua jam, dengan dicampur menggunakan bumbu lengkap atau bumbu Bali. Bumbu Bali dimaksud adalah semua rempah rempah dirajang atau dipotong halus, lalu dimasukkan air panas.

Setelah bumbu terasa agak menyerap, barulah bebek dibungkus dengan daun pelepah pinang, lalu dibungkus dan diikat dengan kuat. Bungkusan ini kemudian dimasukkan ke dalam tungku panas yang ditimbun dengan sekam. Di sinilah,
diperlukan waktu antar enam hingga delapan jam untuk membuat daging bebek betutu benar-benar renyah.

Namun, dengan memasak tradisional menggunakan sekam inilah, rasa dan aroma yang dihasilkan benar benar nikmat. Apalagi, penyajian bebek betutu ini disandingkan dengan sate lilit, lawar atau macam sayur urap dan juga jukut atau sayur ares, yakni sayur dari pelepah pisang.

Bebek betutu dengan rasa khas Bali yakni pedas dan berkuah, selain sangat disukai warga Bali sehingga sering disajikan untuk resepsi upacara keagamaan, juga sangat disukai para wisatawan asing. Hanya saja, rasanya bisa disesuaikan,
sesuai dengan keinginan wisatawan terutama mereka yang tidak berani dengan makanan pedas. Untuk satu porsi makanan bebek betutu ini, umumnya dijual mulai dari Lima Ribu Rupiah per porsi.

0 comments:

Post a Comment