MENGISI HARI TUA DENGAN MENEKUNI KERAJINAN WAYANG KULIT


Sutarjo (59 tahun,) warga Perumahan Korpri No 100, Kelurahan Cangkrep Lor, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengisi hari-harinya dengan menekuni pembuatan wayang kulit. Berkeinginan melestarikan budaya leluhur, hasil dari pembuatan wayang yang ditekuninya mampu enghasilkan omset jutaan rupiah.

Meski wajahnya sudah mulai keriput, namun tekat Sutarjo melestarikan budaya warisan leluhur masih tertanam kuat dalam hatinya. Dirumahnya sekaligus bengkel kerjanya, Surarjo mapu menghasilkan puluhan bahkan ratusan wayang kulit dengan seni yang cukup tinggi.

Wayang kulit hasil karyanya banyak dipesan oleh para dalang, bahkan tidak sedikit pula wayang hasil buatannya diburu para kolektor yang biasa memajang tokoh-tokoh pewayangan di etalase rumah mereka. Kisaran harga yang ditawarkan mulai dari rp 200 ribu hingga rp 2 juta, tergantung ukuran bahan dan tingkat kesulitan pembuatannya.

Lelaki paruh baya ini mengaku sudah mencitai wayang sejak kecil. Pensiunan pegawai Pegadaian tersebut juga cukup lama menimba ilmu di sentra pembuatan wayang kulit di Bangunjiwo, Bantul, Jogjakarta. Bahan yang digunakan yakni kulit kerbau. Bahan
dasar kulit kerbau dinilai paling kuat dibandingkan kulit sapi dan hewan lainnya,

Butuh ketelatenan dan keuletan dalam membuat wayang berbahan kulit ini. Sutarjo mengaku, untuk membuat satu tokoh wayang membutuhkan waktu sekitar dua minggu, bahan baku selain kulit kerbau juga tanduk kerbau sebagai gagang wayang. Bahan baku didatangkan langsung dari Bantul, Jogjakarta.

Proses pembuatan wayang dimulai dari proses mengemal, kemudian memahat, diteruskan dengan proses mewarnai yang lebih lazim di dunia kerajinan wayang dengan nama "Nyungging". Harga wayang juga dipengaruhi cat yang digunakan, harga yang mencapai kisaran dua juta menggunakan tinta emas. Kebanyakan wayang dengan harga mahal itu diburu sebagi koleksi oleh para kolektor.

Semua tokoh wayang sudah pernah dibuatnya. Mulai dengan deesign yang simpel seperti Punokawan seperti Semar, Gareng,Pitruk, Bagong, hingga tokoh wayang yang dibuat dengan membutuhkan teknik tinggi, seperti, tokoh Kresna, Rama, Duryudana, Gatot Kaca dan tokoh-tokoh wayang lainnya yang memiliki ornamen cukup sulit.

0 comments:

Post a Comment