MENGENAL MESJID AZIZI PENINGGALAN KESULTANAN LANGKAT



Mesjid Raya Azizi di kabupaten langkat, sumatera utara, selain merupakan simbol kebesaran kesultanan langkat, juga di kenal sebagai mesjid yang memadukan antara budaya melayu dengan budaya timur tengah. Hingga kini keberadaan Mesjid Raya Azizi, di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, masih menjadi simbol kejayaan masyarakat melayu di masa lalu.

Mesjid yang berwarna dominan kuning dibangun oleh sultan langkat pertama, Sultan Musa al-Muazzamsyah, pada tahun 1320 Hijriah atau pada tahun 1902 Masehi.

Namun hingga sultan wafat, mesjid yang di arsiteki warga Jerman dan memadukan arsitektur Timur Tengah, Eropa serta Melayu, belum selesai. Mesjid ini sendiri akhirnya selesai di bangun dimasa kesultanan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah.

Dengan luas bangunan 1800 meter persegi, mesjid ini di bangun dengan bahan bangunan langsung yang langsung di bawa dari Malaysia, Singapura bahkan ada beberapa yang di import langsung dari Italia. Selain itu mesjid Azizi juga di bangun dengan menggunakan kayu yang hanya di peroleh di sepanjang sungai Langkat.

Dimasa lalu, selain sebagai tempat beribadah mesjid ini juga digunakan sebagai benteng pertahanan terakhir melawan penjajah Belanda.

Selain melakukan sholat atau mengaji, warga juga dapat berziarah ke makam keturunan Sultan Langkat. Di lokasi makam terdapat makam pujangga nasional, amir hamzah yang wafat pada tahun 1946.

Mesjid yang dapat menampung 2000 jemaah tersebut, dibuka selama 24 jam, sebagai tempat singgah para pengguna jalan. Jadi jika kebetulan melintas di jalan raya lintas Sumatera dari arah Medan ke Banda Aceh, sempatkanlah mampir di masjid ini.

0 comments:

Post a Comment