MESJID TUA PENINGGALAN RADEN ARYO DENGAN ORNAMEN INDIA-CHINA



Sejarah Islam di Pekalongan, tidak pernah luput dari keberadaan mesjid jamik kauman yang terletak di jalan Kartini, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Mesjid yang dibangun tahun 1825 tersebut menjadi salah satu tempat favourit warga sekitar kaum musyafir yang melakukan perjalanan jauh.

Model mesjid sendiri perpaduan antara ornamen India dan Cina. Kayu sebagai penyangga dari tahun 1852 sampai dengan saat ini, masih kokoh berdiri. Ada enam tiang menandakan enam rukun islam yang diyakini. Kemudian pintu mesjid terbuat dari kayu yang berasal dari kudus. Tepat di depan imam, ada sebuah lubang sebagai tempat penentuan arah kiblat.

Bukti lain bahwa mesjid ini berdiri sejak tahun 1852 adanya prasasti menggunakan tulisan Arab-Jawa. Tulisan ini diukir di kayu jati, yang hingga saat ini belum bisa diartikan. Selain itu ada menara yang dibangun ditahun yang sama. Menara ini memiliki ketinggian 27 meter. Memiliki anak tangga sebanyak 99 yang menandakan Asmaul Husna.

Disaat Ramadhan, mesjid ini menjadi tempat favorit masyarakat Kekalongan, dan sekitarnya. Tidak hanya masyarakat Pekalongan saja, para musafir yang melakukan perjalanan jauh, menjadikan mesjid jami' kauman sebagai tempat persinggahan.

0 comments:

Post a Comment