PAMERAN KERIS PUSAKA USIA RATUSAN TAHUN



Selain wayang dan batik, keris juga sudah diakui dunia sebagai warisan budaya asli indonesia . Di Gresik Jawa Timur, para pecinta keris, menggelar pameran keris pusaka zaman mataram, Majapahit, Singosari, Pajajaran dan Demak (07/07/2012.) Selain itu, pameran tersebut, menjadi media sosialisasi bagi generasi muda, akan luhurnya peradaban bangsa kita.

Pada zamannya, keris merupakan simbol kekerasan dan kekuasaan. Namun, kesan tersebut, hilang saat menyaksikan pameran keris pusaka yang di gelar para pecinta keris nasional di Gelora Tri Dharma Petrokimia Gresik. Bahkan, kesan mistik yang selama ini identik dengan keris pusaka sekalipun, juga tidak tampak.

Yang terlihat, justru keindahan seni yang tak kalah dengan seni lukis maupun seni tarik suara sekalipun. Bahkan, menurut para pecintanya, keris memiliki nilai estetika yang juga di kagumi dunia, baik dari segi bentuk maupun ilmiahnya.

Dalam pameran ini, tak kurang dari seribu keris mulai zaman kerajaan Mataram, Majapahit, Singosari, Pajajaran, Demak hingga zaman kemerdekaan, di pertontonkan secara bebas kepada masyarakat. Di antaranya adalah keris kumyang pajang, sepang, rumpung, jalak, jalak ngurai, spanner, dan lain sebagainya. Meski telah berusia ratusan tahun, keris-keris ini, masih terlihat cukup elegan.

Menurut para pecintanya, di butuhkan perawatan khusus untuk menjaga kondisi keris agar tetap dalam kondisi baik, seperti mencucinya setiap minggu dengan air jeruk dan minyak khusus. “Memang perlu perawatan khusus agar keris bisa lebih awet”, ujar Handoko, salah seorang pecinta keris.

Pameran keris pusaka yang berlangsung 2 hari ini, bertujuan memperkenalkan keris kepada generasi muda, jika nenek moyang kita memiliki keunggulan sains pada zamannya. Terbukti, kandungan logam besi yang di gunakan, tidak sembarangan. Bahkan, sebagian besar, terbuat dari batu meteor yang memiliki partikel magnet cukup tinggi. Karena memiliki gaya gravitasi, karis kemudian sering dikaitkan dengan dunia mistik.

Selain keris, juga di pamerkan beragam benda peninggalan budaya tempoe doeloe seperti, tombak, tongkat komando, celurit, kapak serta aneka patung. Bahkan, panitia juga membuka konsultasi khusus tentang keris untuk membuka wawasan baru bagi generasi muda.

0 comments:

Post a Comment